Pengkhotbah

Perikop
Wahyu 2:8-10

Ringkasan Khotbah

Secara umum di dunia, kesetiaan adalah hal yang sangat penting. Alkisah sebuah perusahaan taxi besar yang hampir bangkrut melakukan sebuah tidakan besar yang dipimpin oleh pemimpin perusahaan taxi tersebut. Pemimpin itu membuat sebuah buku panduan untuk para supir taxi, tentang bagaimana selayaknya supir taxi melayani penumpang, dsb. Kemudian, pemimpin itu mengirim banyak inspektor untuk pura-pura menjadi seorang penumpang dan mengamati bagaimana para supir taxi tersebut, apakah melaksakan tugasnya dengan baik atau tidak. Inspeksi ini menentukan apakah supir taxi tersebut akan mendapat kenaikan pangkat ataupun malah justru kehilangan pekerjaannya. Melalui inspeksi ini, perusahaan tersebut dipulihkan. Hal ini adalah karena satu hal, yaitu “kesetiaan”. Inspeksi ini memberikan tes kesetiaan kepada para pekerja apakah sungguh-sungguh mengerjakan tugas dan tanggung jawabnya dengan baik.

Allah kita adalah Allah yang setia yang terlebih lagi memberikan keselamatan bagi kita. Hal ini sungguh terbukti melalui kesetiaan Kristus sampai mati di kayu salib. Sehingga dengan demikian, hal kesetiaan dalam Firman Tuhan sangatlah penting untuk diperhatikan. Dalam ayat 8, dikatakan bahwa tabiat Yesus Kristus adalah sebagai yang awal dan yang akhir. Manusia tidak dapat mengetahui awal dan akhir, namun Yesus mampu. Ini menunjukkan akan kekekalan Kristus hidup selama-lamanya. Tuhan Yesus Allah yang Hidup dan Ia hidup diantara jemaat, tak pandang apapun aliran gereja dsb. Tuhan dapat mendengar, berbicara, melihat, dan bertindak. Contohnya, ketika bangsa Israel berseru kepada Tuhan, Ia mendengar dan mengantarkan Musa yang sudah senja usia ke tengah-tengah mereka.

Pada waktu wahyu ini (pasal 2) disampaikan kepada jemaat di Smirna, mereka sedang mengalami kesusahan. Ada beberapa pemimpin jemaat di Smirna yang dipenjara, sehingga disampaikan dalam ayat 9, disebutkan bahwa pemfitnahan/penganiayaan kepada orang Kristen ini adalah dari jemaat bangsa Yahudi (keturunan Allah sendiri). Lalu, mengapa ada kesengsaraan diantara orang-orang Kristen? Hal ini telah dinubuatkan, namun Tuhan mengatakan bahwa “jangan takut”. Selain itu, Tuhan juga mengatakan bahwa kesusahan yang ada juga dapat menjadi jalan untuk bersaksi. Pada saat kesusahan itu, kuasa Tuhan dinyatakan. Seperti Paulus yang ditangkap pada saat itu, justru ia menjadi saksi kepada seluruh penjaga penjara disana. Meskipun demikian, kesusahan ini juga ada batasnya. Akan ada penderitaan / kesusahan, namun ada batasnya. Hal ini dijelaskan pada ayat 10 yang menuliskan kata “10 hari”, yaitu ketika dimana jemaat di Smirna akan mengalami kesusahan. Hal ini yang yang menjadi perumpamaan dan menjelaskan ada batasan waktu, bukan selama-lamanya.

Kata setia ini dikatakan secara berulang-ulang dalam Alkitab. Oleh karena itu, hal kesetiaan memang sangatlah penting. Orang yang setia dikaruniakan mahkota kehidupan (ayat 10) yang melambangkan suatu kebanggaan. Maka marilah kita tetap hidup setia di dalam Tuhan, menuruti kebenaran Firman Tuhan dalam situasi apapun. Dengan demikian, kita pun akan mendapatkan mahkota kehidupan yang kekal nantinya.