Pengkhotbah

Perikop
Markus 16:1-8

Ringkasan Khotbah

Hari paskah adalah hari kemenangan sebagai kebangkitan Tuhan kita. 2000 tahun yang lalu, tidak ada istilah paskah. Dikatakan 3 hari setelah hari Sabat, Maria Magdalena, Maria ibu Yakobus serta Salome membeli rempah-rempah untuk meminyaki tubuh Yesus. Mereka membeli mur dan minyak gaharu. Hal ini sangat berbeda dengan peristiwa wanita yang datang dan meminyaki kaki Yesus dengan minyak narwastu. Minyak mur dan gaharu ini berfungsi untuk membunuh bau yang tidak enak. Pembusukan terhadap mayat tetap berjalan tetapi tidak berbau. Mereka beranggapan bahwa Yesus sudah mati dan akan membusuk.

Yesus sudah tidak ada lagi. Dalam ayat 10 tertulis bahwa Maria pergi berlari untuk memberitahukan kepada mereka yang selalu mengiringi Yesus. Tetapi pada saat mereka mendengar berita tersebut mereka tidak percaya. Pada saat Yesus melakukan berbagai-bagai mujizat, mereka selalu mengiringi Yesus. Tetapi mereka yang selalu mengiringi Yesus itu sedang berkabung. Sebelum Yesus mati, Ia pernah berkata bahwa sesudah bangkit, Dia akan mendahului murid-murid-Nya ke Galilea dimana mereka akan menjumpai Dia. Dan malaikat yang bertemu dengan perempuan-perempuan tersebut mengatakan hal yang sama, tetapi mereka tidak tanggap. Mereka terus berduka dan berkabung. Padahal mereka adalah orang-orang yang sama yang selalu mengiringi Yesus. Pada saat Yesus dibawa ke pengadilan, Petrus mengikuti dari belakang, dan menjaga jarak. Mengapa Petrus menjaga jarak? Petrus takut bayar harga! Ada 2 reaksi dalam menyambut kebangkitan Tuhan Yesus. Reaksi yang lainnya adalah para orang Farisi yang menyuruh Pilatus untuk menjaga kubur Yesus karena kuatir mayat Yesus akan dicuri oleh murid-murid-Nya. Dan setelah Yesus bangkit, kubur-Nya kosong, mereka menyebarkan berita bohong. Mereka menyuruh para prajurit penjaga kubur mengatakan kepada orang-orang bahwa mayat-Nya telah dicuri oleh murid-murid pada saat para penjaga tersebut tertidur di waktu malam.

Yesus telah bangkit! Banyak sekali penghalang-penghalang untuk mengikut Yesus. Dalam surat Paulus kepada Timotius, dituliskan bahwa manusia-manusia pada akhir zaman lebih mencintai dirinya sendiri. Mereka lebih mencintai harta. Sampai hari ini pun tidak sedikit anak-anak Tuhan yang tetap senang hidup dalam dosa walaupun Tuhan sudah berkorban begitu besar. Masih banyak anak-anak Tuhan yang tidak menghiraukan anugerah yang telah diberikan Tuhan kepada kita. Kita memerlukan kekudusan karena tanpa kekudusan tidak mungkin kita masuk dalam kerajaan sorga.

(VH/04/10)