Pengkhotbah

Perikop
Yesaya 57:14-21

Ringkasan Khotbah

Di Yesaya 56 dan 57, Tuhan menyatakan dengan begitu gamblang dosa-dosa yang telah dilakukan orang Yahudi. Apa sebenarnya yang menjadi kerinduan hati Tuhan dalam hal ini? Yesaya 57:14 menjelaskan secara harafiah: agar jalan ke Yerusalem diperbaiki dan dibuka kembali supaya orang Yahudi yang dalam pembuangan dapat kembali lagi; dan secara rohani: agar umat Tuhan yang sudah jatuh dalam perzinahan secara rohani (ketidaksetiaan terhadap Tuhan) kembali setia lagi kepada Tuhan. Kerinduan hati Tuhan adalah untuk menghimpun kembali umat-Nya dengan memberi kesempatan kepada mereka untuk “membersihkan jalan dari batu-batu sandungan”.

Dari bagian firman Tuhan hari ini kita dapat melihat dua sisi Allah:
1.    Transendensi Allah yaitu sifat-sifat Allah yang melampaui pikiran manusia. Yesaya 57:15: Allah adalah Yang Mahatinggi dan Mahamulia. Allah Yang Mahakudus yang tidak dapat disatukan dengan dosa. Karena itu Allah begitu jelas menyatakan dosa bangsa Israel, tujuannya bukan untuk mempermalukan mereka tetapi supaya mereka bertobat.

2.    Imanensi Allah yaitu sisi Allah yang menunjukkan kedekatan-Nya dengan manusia.
Yesaya 57:15b: Allah yang bersama-sama dengan orang yang remuk dan rendah hati. Allah yang ingin memberikan semangat kepada mereka yang rendah hati dan mau menghidupkan hati orang-orang yang remuk. Kita tidak boleh sombong, justru sudah seharusnyalah kita menyadari bahwa kita tidak ada apa-apanya di hadapan Tuhan. Dengan kerendahan hati maka kita dapat menyelami sisi imanensi Allah ini. Yesaya 57:16: bagian ini menggambarkan perpaduan antara sisi transendensi dan imanensi Allah. Allah di satu sisi murka karena dosa yang diperbuat umat-Nya tetapi di sisi lain ada kemurahan-Nya yang tidak terus murka, malah ingin mengampuni kita.

Bahkan dijelaskan dalam Yesaya 57:17-18 bagaimana manusia yang telah dimurkai tetapi tetap memilih jalan yang tidak sesuai dengan Tuhan justru disembuhkan, dituntun dan bahkan dipulihkan kembali. Karena itu ketika mengambil keputusan, kita perlu belajar untuk mencari kehendak Tuhan terlebih dulu, apakah berkenan di hati Tuhan atau tidak. Yesaya 57:17-19: Walaupun dosa kita begitu besar, tetapi kasih karunia Allah lebih besar lagi dan inilah “hati Tuhan” yang dinyatakan oleh firman-Nya, yaitu ingin memulihkan kita kembali. Karena itu kita perlu memohon Roh Kudus untuk menginsafkan kita dari dosa kita dan untuk berbalik lagi kepada Tuhan dengan hati yang remuk dan merendahkan diri di hadapan-Nya agar kita mendapatkan penghiburan yang sejati dari Tuhan.

Hanya Kekristenan yang mengajarkan tentang Allah yang memiliki kedua sisi ini secara seimbang. Dan sebagai orang Kristen, kita perlu memahami secara benar Allah kita dari kedua sisi ini. Yesaya 57:20-21 mengingatkan dengan keras kalau kita tetap mengabaikan Tuhan dan hidup sebagai orang-orang fasik. Seperti laut, walaupun dari jauh kelihatan tenang, walaupun orang fasik kelihatan sukses dari luar tetapi selalu ada kekuatiran, kecemasan dan tidak akan ada kedamaian dalam hidupnya.

(SU/02/11)