Ringkasan Khotbah

Setiap kita baik itu orang, badan usaha/lembaga pasti mempunyai cita-cita, visi dan misi. Apakah cita-cita seorang Kristen? Yaitu menjadi sama seperti Kristus (memiliki pikiran, perasaan, isi hati yang sama dengan Kristus). Keselamatan/hidup yang kekal adalah suatu anugrah secara cuma-cuma yang diberikan kepada kita orang percaya.

Apakah isi dari hati, pikiran dan perasaan Kristus? Kristus yang adalah 100% Allah, tidak mempertahankan status-Nya, kesetaraan-Nya yang harus dipertahankan, Ia jadi hamba dalam rupa manusia sampai akhirnya mati di kayu salib bagi dosa-dosa kita. Beberapa sifat Yesus yang dapat kita teladani antara lain sebagai berikut:

  1. Yesus rela mengosongkan diri-Nya (ayat 6-7).

Yesus yang adalah 100% Allah, mempunyai hak untuk hidup senang (terlebih-lebih Dialah pemilik dunia dan segala isinya). Tetapi Yesus rela menjadi hamba untuk kepentingan orang lain. Dia mengambil rupa sebagai manusia (ciptaanNya sendiri) dan tidak menganggap kesetaraan diriNya dengan Allah.

  1. Rela taat (ayat 8).

Tidak tergoyahkan baik dalam keadaan sakit atau menyenangkan. Ketika berdoa di taman Getsemani, Yesus berdoa kepada Bapa kalau sekiranya mungkin, jauhkanlah cawan salib. Tetapi Yesus taat kepada kehendak BapaNya untuk mati di kayu salib menebus dosa kita.

  1. Rela terhina, dikhianati bahkan oleh muridNya sendiri (ayat 8).

Murid yang setiap hari hidup bersama dengan Yesus (makan, minum, tidur, melayani, dll) akhirnya mengkhianati gurunya sendiri. Bisa dibayangkan betapa sedihnya hati Yesus sampai Dia berkata kepada Yudas, “dengan cara inikah engkau menyerahkan Aku, padahal setiap hari Aku ada bersama-sama dengan kamu.”

  1. Rela mengampuni (ayat 8).

Saat proses penyaliban, Yesus berdoa kepada Bapa agar mengampuni mereka yang menyalibkanNya karena mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat. Bahkan sesaat sebelum mati di kayu salib pun, Yesus tetap mengampuni seorang penjahat yang disalibkan disisi Nya.