Ringkasan Khotbah

Di awal tahun 2018, marilah kita merenungkan bagaimana kita menjalankan hidup kita ditahun 2018. Nama Paulus baru muncul dalam Alkitab di Kisah Para Rasul 7 saat Stefanus (martir pertama) hendak dibunuh. Pendosa seperti Paulus dapat dipulihkan hatinya oleh Tuhan dan menjadi murid Tuhan yang berharga. Tuhan tidaklah sulit mengubahkan dan mengampuni dosa kita, tetapi seringkali kekerasan hati kita dalam meresponi panggilan Tuhan yang membuat kita sulit diubahkan.

Salah satu fase penting dalam kehidupan orang Kristen adalah pertobatan. Pertobatan adalah perubahan yang diawali dari pikiran (metanoia), kemudian hati yang akhirnya berbalik kepada Allah dan mengakui bahwa kita bukanlah allah bagi diri kita sendiri. Bertobat berarti beriman dan bersandar sepenuhnya kepada kabar baik tentang keselamatan (lahir baru). Kita lahir baru bukan karena kita yang memilih itu, tetapi Tuhanlah yang memilih kita menjadi milikNya karena kemurahan dan kasih karunia Allah. Penulis J.C. Ryle menulis tentang suatu pertobatan yang palsu dalam kekristenan yaitu mereka yang sudah merasa cukup dengan kekristenan seperti ini, Kristen murahan yang tidak menyinggung siapapun, tidak memerlukan pengorbanan, tidak membayar harga apapun dan tidak memiliki harga apapun. Kekristenan sejati adalah kekristenan yang selalu diperbaharui dan semakin dekat dengan Allah, berkobar-kobar mengerjakan panggilan kita. Yeh 36:26 mencatat “Kamu akan Ku berikan hati yang baru, hati yang taat dan menjauhkan hati yang keras”. Wujud nyata panggilan orang Kristen adalah seperti Paulus dalam Gal 2:20 “hidupku bukan hidup dalam aku sendiri, tetapi Yesus hidup didalam aku, hidupku bagi Allah oleh iman dalam Yesus yang telah mengasihi dan menyelamatkan”.

Setelah Paulus percaya kepada Yesus, ada beberapa fase kegiatannya yang bisa kita pelajari yaitu:

1. Beberapa hari di Damsyik (ay. 19b-25)
Paulus bersama-sama dengan para murid, seperti ditulis dalam Yes 11:6. Paulus yang tadinya ganas seperti serigala, berubah menjadi seekor domba, bahkan mengenakan sifat gembala karena tuntunan Tuhan. Selama Yesus hidup, orang Yahudi sangat marah karena Ia selalu mengaku sebagai anak Allah. Tetapi Paulus sendirilah yang menegaskan bahwa Yesus adalah Anak Allah. Arti pengakuan Paulus adalah: Yesus memiliki sifat san hakekat seperti Allah, Dia adalah Allah dan hanya Dialah yang mampu mendamaikan kita dengan Allah.

2. Tiba dan mengajar di Yerusalem (ay. 26-30).
Di Gal 1:15-17, Paulus tidak langsung ke Yerusalem tetapi ke Arab lalu kembali ke Damsyik. Kemudian setelah 3 tahun ia baru pergi ke Yerusalem. Seperti Paulus yang adalah pengajar tetapi juga mau terus belajar, kita juga perlu terus mempelajari Firman Tuhan. Kita perlu belajar dari Paulus, dari awal kita perlu mengetahui dan mengerti apa yang kita percayai

3. Keadaan jemaat di Yudea, Galilea dan Samaria (ay. 31)
Nilai utama diayat ini adalah “jemaat yang dibangun dan hidup dalam takut akan Tuhan”.  Sikap ini adalah penyatuan penghormatan dan kasih akan Allah yang didorong oleh pengenalan akan kebaikan-kebaikanNya. Dimana jemaat Allah hadir, pemerintahan Allah nyata disana, baik dalam keluarga, pekerjaan dan pergaulan mereka. Hati yang tetap takut akan Tuhan apapun kondisi kehidupan kita adalah permulaan hikmat.

John Calvin menulis orang suci bukanlah orang yang tidak pernah berbuat dosa, tetapi orang yang peka terhadap dosa. Marilah kita peka akan dosa, sehingga hati kita senantiasa tertuju hanya kepada Tuhan.