Pengkhotbah

Perikop
Keluaran 5:1-24

Ringkasan Khotbah

Keluaran 5:1-24 menceritakan bagaimana Harun dan Musa
mengerjakan apa yang diperintahkan oleh Tuhan. Dalam pasal sebelumnya (Keluaran
4), semua terlihat berjalan begitu lancar ketika Musa (dan Harun) melakukan
perintah Tuhan. Akan tetapi, dalam Keluaran 5, Harun dan Musa mengalami
berbagai hambatan dan halangan ketika mereka melakukan pengutusan Tuhan.

Dengan keteguhan hati untuk melakukan pengutusan Tuhan
(Keluaran5:1-3), Harun dan Musa menemui Firaun. Firaun menolak permintaan Harun
dan Musa bahkan memperberat pekerjaan orang Israel (Keluaran 5:6-9). Akibatnya
bangsa Israel mengalami kondisi yang sulit, yang membuat para mandor Israel
membawa perkara mereka kepada Firaun (Keluaran 5:12-18). Para mandor akhirnya
menuduh Harun dan Musa sebagai penyebab bertambahnya kesengsaraan bangsa Israel
(Keluaran 5:21). Yang bisa kita pelajari dari perikop ini:

1.   Ketika
melakukan pengutusan Tuhan, tidak selalu semua berjalan dengan lancar, pasti
ada hambatan dan halangan. Hambatan yang dialami Harun dan Musa datang dari
luar (Firaun) maupun dari dalam (para mandor bangsa Israel sendiri). Dalam kita
melakukan pengutusan Tuhan, hambatan juga bisa datang dari orang Kristen
sendiri, dari sesama pelayan, atau bahkan dari kondisi seperti penyakit. Orang
yang sungguh melayani Tuhan pasti tidak akan lepas dari halangan dan kesulitan.

2.   Kita
harus berani melawan kecenderungan untuk mencari kambing hitam saat mengalami
kesulitan, karena rasa marah, kecewa, dan sedih bisa saja muncul dan jika sudah
terkumpul kita sering mencari sasaran emosi. Para mandor Israel mempersalahkan
Harun dan Musa sebagai penyebab penderitaan bangsa Israel, dengan melontarkan
kata-kata yang tajam dan melemahkan sekali, padahal yang bersalah adalah Firaun.

3.   Saat
melakukan pengutusan Tuhan, kita memang akan mengalami hambatan. Akan tetapi
itu bukan jadi alasan untuk lari dari pelayanan, bahkan kita harus kembali
kepada Tuhan. Musa pasti merasa kecewa sekali karena ia dituduh menjadi
penyebab penderitaan orang Israel, padahal ia ingin meringankan beban orang
Israel. Kejadian ini mirip dengan kisah 40 tahun sebelumnya, ketika dia ditolak
oleh bangsanya sendiri saat ingin membantu. Saat itu ia melarikan diri dari
Mesir. Sekarang, ia memilih untuk tidak lari lagi dari Mesir atau kembali ke
Midian, melainkan ia memilih untuk kembali kepada Tuhan dan mengungkapkan
kekecewaannya (Keluaran 5:22-23). Marilah kita belajar untuk mencurahkan hati
kepada Tuhan, karena dari situ kita akan mendapatkan kekuatan untuk melakukan
pengutusan Tuhan.

(LY-HOL/07/09)