Pengkhotbah

Perikop
Lukas 17:1-10

Ringkasan Khotbah

Tema GIII seluruh Jepang tahun 2016 adalah: Hidup Beriman dalam Kemuliaan-Nya. Hidup beriman adalah percaya sepenuhnya kepada Allah melalui iman kepada Yesus Kristus. Iman Kristiani bertumbuh melalui persekutuan dengan Allah melalui Yesus Kristus. Iman Kristen sangatlah unik dan berbeda dengan agama-agama lain. Kita dapat bersekutu dengan Tuhan setiap saat dengan membaca FirmanNya, berdoa kepadaNya.
Lukas 17:1-10 menuliskan 4 nasehat utama:
1. Ayat 1,2 tentang penyesatan.
2. Ayat 3,4 tentang pengampunan.
3. Ayat 5,6 tentang iman.
4. Ayat 7-10 tentang hubungan tuan dan hamba.
Tuhan Yesus memberikan nasihat-nasihat ini kepada murid-muridNya karena Dia melihat iman mereka yang kurang. Yesus ingin mengoreksi pemahaman dan iman mereka.
Secara teori sangatlah mudah berbicara pengampunan, tetapi dalam prakteknya kita sangat sulit mengampuni orang yang menyakiti kita, walaupun dia adalah saudara kita (bukan orang jauh). Pemimpin agama orang Yahudi (rabi) mengajarkan apabila seseorang bisa mengampuni orang lain 3 kali maka dia adalah orang yang sempurna. Yesus menekankan bahwa hanya Dialah yang mampu mengampuni dosa manusia. Hanya dengan imanlah kita beroleh pembenaran/pengampunan dari Allah.
Tentang iman, Yesus mengumpamakan iman dengan biji sesawi yang sangat kecil. Di ayat 6 Yesus menegur murid-muridNya yang memiliki konsep kalau iman bertambah, maka ia menjadi kuat. Yesus mengatakan kepada mereka, hakekat iman adalah apakah ada iman (mereka beriman) atau tidak ada iman (mereka tidak beriman). Hal iman adalah sikap kepada Kristus yang berarti percaya seluruhnya kepada Yesus, membiarkan Dia bekerja dalam hidup kita. Ada penulis yang menuliskan dalam bukunya kalau orang Kristen beriman dalam kehidupan sehari-hari hanya saat semuanya berjalan dengan lancar, tetapi saat menghadapi masalah ia berjalan sendiri. Alkitab mencatat dengan beriman, percaya dan rendah hati, seorang wanita yang mengalami pendarahan 12 tahun, seorang yang lumpuh di Listra disembuhkan. Dia sadar dan mengaku bahwa dirinya dan orang lain sudah tidak bisa berbuat apa-apa, hanya Yesuslah yang bisa menyembuhkan. Disinilah mereka membuktikan iman mereka. Dalam Markus 6:6, Yesus heran atas ketidakpercayaan murid-muridNya. Matius 17:20 juga mencatat Yesus berkata “karena kamu kurang percaya”. Terkadang kesulitan, masalah, ketakutan, kekuatiran melemahkan iman kita dan akhirnya pekerjaan Allah tidak terjadi dalam hidup kita. Iman kita perlu diuji, dimurnikan, dikuatkan melalui berbagai pencobaan supaya iman kita semakin matang dan menuju kepada kesempurnaan (Yakobus 1:3-4). Ada 2 sikap yang biasanya timbul dari orang Kristen saat menghadapi masalah/pencobaan:
– merasa ragu mengapa Tuhan mengijinkan pencobaan, akhirnya kita kecewa dengan Tuhan dan membuat kita jauh dari Tuhan.
– bersyukur dan tetap beriman kepada Tuhan, percaya bahwa Ia turut bekerja dalam segala sesuatu.
Kiranya iman kita selalu bertumbuh melalui persekutuan dengan Yesus setiap hari, juga melalui pencobaan/ujian/kesulitan yang Tuhan ijinkan untuk kita hadapi.