Pengkhotbah

Perikop
Yohanes 1:15-18

Ringkasan Khotbah

I. Yesus lebih dari Yohanes Pembaptis (Yoh 1:15) bahkan Yesus lebih penting dari segalanya (Mat 10:37). Yohanes Pembaptis, tokoh yang dikagumi dan berpengaruh pada masa itu, mengingatkan bahwa dirinya tidak lebih hebat dari pada Yesus Kristus. Yohanes Pembaptis mengakui bahwa Yesus telah ada mendahuluinya, yakni sebagai sang logos ‘Firman’ yang sudah ada sejak awalnya (Yoh 1:1).

II. Yesus memiliki kepenuhan kasih karunia (Yoh 1:16). Semua atribut dan hakikat Allah (Maha-) ada dalam diri Yesus (Kol 1:19; 2:9). Ada macam2 pandangan yang menghormati Yesus, antara lain: guru yang baik; nabi yang baik; orang yang punya sifat ilahi; orang yang mirip dengan Allah dan Yesus adalah suatu Allah. Akan tetapi semuanya merendahkan ‘kepenuhan Yesus’ dan tidak sesuai ajaran kitab suci.

II.1. Yesus punya kepenuhan Allah dan merupakan Allah yang sejati. Mengurangi pandangan tentang Yesus Kristus membuat kita berdosa.

II.2. Yesus berkelimpahan kasih karunia. Oleh kepenuhan Yesus, kita menerima kasih karunia demi kasih karunia, dimulai dari keselamatan ‘anugerah pembenaran’, Yesus telah menggenapi tuntutan dari standard Allah sehingga kita dianggap benar. Kemudian ‘anugerah pengudusan’, setelah dibenarkan kita disebut kudus karena Tuhan menguduskan kita oleh darahNya yang tercurah di kayu salib. Selanjutnya ‘anugerah pemeliharaan’, kita dipelihara Tuhan sehingga bisa kembali setia, walaupun sering jatuh tapi dapat bangkit lagi.

Yesus penuh berkelimpahan, sehingga kita tidak akan kekurangan jika ada didalam-Nya. Seperti gelombang laut yang menyapa pantai selama 24 jam, begitulah kasih karunia Tuhan dalam kehidupan. Kita bisa melalui dengan bahagia, setiap kesulitan dan tantangan, hanya jika kita hidup dalam kasih karunia yang Tuhan berikan. Sadarilah kasih karunia yang sudah, akan dan terus diberikan dan mengucap syukurlah.

III. Yesus bisa menjelaskan tentang Allah (Yoh 1:17-18) dan Yesus lebih dari Musa juga hukum taurat. Musa dekat dengan Allah tapi belum melihat Allah, sementara hukum taurat adalah lambang kasih karunia Allah dan kebenaran bagi bangsa Israel. Hukum taurat adalah lambang keselamatan yang akan datang, tapi Yesus Kristus adalah keselamatan itu sendiri (Ibrani 10:1-14). Hanya Yesus Kristus yang bisa melakukan semua tuntutan hukum taurat dengan sempurna, dan kita yang percaya akan kebenaran Yesus, turut diselamatkan oleh kebenaran-Nya.

Jadikan Yesus yang paling penting. Jadikan Dia sebagai Juruselamat pribadi kita. Miliki kepercayaan yang teguh dan kuat, juga kebanggaan pada Allah yang baik, yang penuh kasih karunia. Lalu sampaikan kebenaran itu kepada orang lain.

(FW/2011/2601)