Ringkasan Khotbah

Mazmur ini adalah Mazmur sejarah yang ditulis oleh Asaf. 1 Tawarikh 16:4,5 menjelaskan, dari orang Lewi, Daud mengangkat Asaf sebagai kepala puji-pujian dalam kebaktian. Asaf juga menuliskan Mazmur 73- Mazmur 83, bahkan ada kemungkinan juga ada 12 mazmur yang ditulis oleh Asaf.

Mazmur 78:7: Agar supaya mereka menaruh kepercayaan kepada Allah. Percaya dari rasa kurang tentram menjadi tentram, percaya dari rasa kurang pasti menjadi pasti, percaya dari rasa kurang aman menjadi aman. Insecure menjadi secure, not safe menjadi safe. Kita juga harus berusaha sebaik mungkin untuk memiliki rasa aman dengan memandang setiap situasi (ketika dalam kekurangan maupun kelimpahan, ketika sehat maupun sakit, hidup nyaman tanpa ada tantangan) sebagai ujian iman dan kesetiaan kepada Tuhan. Keluaran 16 menggambarkan peristiwa Allah memberikan manna kepada bangsa Israel. Peristiwa ini merupakan wujud kasih pemeliharaan Tuhan dan ujian bagi mereka untuk tetap percaya terhadap janji Allah. Sebagai orang percaya kita tetap belajar mempercayakan masa depan kita kepada pemeliharaan dan penyertaan Tuhan yang sungguh luar biasa. Dalam kitab Daniel pasal 6, Daniel tetap percaya kepada Tuhan walaupun berada dalam gua singa, ayat 4: Maka ditariklah Daniel dari dalam gua itu dan tidak terdapat luka padanya karena ia percaya kepada Allahnya.

Kata percaya dalam arti aman: Kalau kita mempercayakan masalah kita kepada Allah, ketika kita berdoa di tengah situasi buruk sekalipun kita dapat merasakan kepastian kepercayaan penuh kepada Tuhan. Mempercayakan diri kepada Tuhan.

Mazmur 78:5-6: Perintah Tuhan.Tugas kita, memberitakan kepada generasi selanjutnya tentang kekuatan Tuhan dan perbuatan-perbuatan ajaib yang telah dilakukan-Nya. Ada 2 cara bagaimana kita harus menyampaikan tentang Allah kepada angkatan selanjutnya:

  1. Puji-pujian kepada Allah (ayat 4). Melalui lagu-lagu kita dapat memberi dampak positif kepada anak-anak kita, menanamkan nilai-nilai kekristenan lewat puji-pujian/nyanyian rohani.
  2. Menceritakan tentang kekuatan Allah dan perbuatan-perbuatan-Nya. Ada banyak perbuatan Allah yang besar dan ajaib (menyelamatkan bangsa Israel dari perbudakan di Mesir dengan cara yang luar biasa). Mazmur 78:8: Jangan mengikuti angkatan pendurhaka yang tidak tetap hatinya dimana ada nilai-nilai moral yang tidak boleh dilakukan. Puji-pujian dan cerita-cerita tentang kasih dan kuasa Allah, dapat menjadi sarana untuk menanamkan nilai-nilai moral kerohanian kepada generasi selanjutnya dengan bersandar penuh kepada Allah.

Kita patut bersyukur akan pemeliharaan-Nya serta sungguh-sungguh mengimani dan mempercayai bahwa Ia adalah Tuhan yang terus-menerus menyertai kita semua.