Ringkasan Khotbah

Siapa sebenarnya Yesus Kristus itu?

1.    Yesus Kristus adalah Firman. Dalam pembacaan alkitab hari ini ada satu kata yang diulang-ulang yaitu “Firman”. Pada ayat 14, 17, yang dimaksud oleh Rasul Yohanes dengan kata “Firman” itu adalah Yesus Kristus. Bagi orang Yahudi yang sudah mengenal Perjanjian Lama kata “firman” memiliki arti sangat khusus sebagai kata-kata yang keluar dari mulut Allah, sesuatu yang dahsyat, memiliki kuasa luar biasa, menyampaikan siapa Allah dan apa yang dipikirkan Allah. Bagi orang Yunani kata “firman” atau “logos” dipahami sebagai dari segala sumber logika, pengetahuan atau kebijaksanaan yang paling tinggi, dan dipandang sebagai kebijaksaan yang paling tinggi, atau sebagai zat yang ilahi yang berkuasa seperti Tuhan.

Rasul Yohanes dalam pimpinan Roh Kudus menulis bahwa Yesus Kristus adalah Sang Logos. Roh Kudus menuntun Rasul Yohanes untuk menulis kata Logos yang memiliki arti yang sangat dalam bagi orang Yahudi dan Yunani sehingga mereka menyadari bahwa Yesuslah sumber logika, Sang Logos, yang dahsyat dan berkuasa, memiliki kebijaksanaan tertinggi, yang dipakai Tuhan untuk menyampaikan siapa sesungguhnya Allah, apa yang menjadi pikiran dan kehendak Allah, lebih tinggi daripada apa yang mereka pelajari.

Ayat 1 mengajarkan kita bahwa Yesus disebut sebagai Firman sudah ada sejak pada mulanya dan hal ini juga dapat dikaitkan dengan kalimat paling pertama di halaman Kitab Suci. Rasul Paulus mengajak kita memahami bahwa Yesus Kristus sudah ada sejak awal penciptaan, sebelum Allah menciptakan langit dan bumi, Ayat ini sebenarnya mengajarkan kita tentang kekekalan Yesus, Yesus Kristus sudah ada sejak permulaan, sekarangpun ada dan akan terus ada, tidak ada awalnya dan tidak ada akhirnya.

2.    Yesus Kristus adalah Pencipta. Ayat 3: segala sesuatu djadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatu pun yang jadi dari segala sesuatu yang telah dijadikan (ref: Kolose 1:16 dan Ibrani 1:2). Bahwa segala sesuatu di luar Allah tidak kekal. Yesus tidak diciptakan tetapi Dialah yang membuat segala sesuatu itu menjadi ada. Tuhan Allah Maha Kuasa menciptakan segala sesuatu melalui Yesus Kristus. Tanpa Yesus Kristus tidak ada langit dan bumi.

3.    Yesus Kristus adalah pribadi yang setara dengan Allah. Firman itu bersama-sama dengan Allah (ayat 1), artinya:

– Berhadapan muka dengan Allah, memberikan gambaran dua pribadi yang sedang berkomunikasi. Hal ini menunjukkan bahwa Yesus Kristus itu memiliki kepribadian sendiri yang berbeda dengan Allah Bapa tetapi pribadi yang bisa bersama-sama dengan Allah. Hal ini penting untuk memahami arti Allah Tritunggal, masing-masing pribadi sederajat, setingkat, mereka memiliki substansi yang sama. Tapi Allah Bapa bukan Allah Anak dan Allah Anak bukan Allah Roh Kudus.

– Yesus itu walaupun berbeda dengan Allah tetapi pribadi-Nya punya hubungan yang sangat dekat dengan Allah Bapa. Sudah sejak sebelum langit dan bumi diciptakan Yesus Kristus sudah ada hubungan dengan Allah Bapa dan akan terus punya hubungan dengan Allah Bapa (ayat 2).

Mari kita merenungkan bagaimana seharusnya sikap kita terhadap Yesus Kristus yang rela dipisahkan dari Bapa-Nya untuk mempersatukan kita orang orang berdosa dengan Tuhan Allah, bagaimana kita merayakan Natal. Maukah kita memberikan penghormatan dan penghargaan yang tertinggi kepada Yesus Kristus karena Dia adalah Firman, dan adalah Pencipta dan adalah Allah?

(WW/12/10)