Ringkasan Khotbah

Stefanus adalah martir pertama. Ketika raja Mesir melihat jumlah bangsa Israel semakin bertambah, timbullah kekuatiran dalam dirinya, ia menganiaya bangsa Israel dan mengeluarkan perintah agar membuang semua anak laki-laki Ibrani. Pada situasi itu lahirlah Musa.

Kesaksian Stefanus mengenai Musa di utus Allah:

  1. Dalam kedaulatan Allah ay. 20-36, Tuhan memperlihatkan kuasaNya. Ia memilih Musa menjadi pemimpin bangsa Israel. Ay. 20, ia elok dimata Allah. Ada kekaguman yang Tuhan taruh pada Musa yaitu kekudusan hidup. Orang tua Musa melihat bahwa keelokan anaknya itu adalah sesuatu yang khusus di mata Tuhan, dengan iman, mereka menyembunyikan Musa dan mengasuh dirumahnya selama 3 bulan dan tidak takut kepada perintah Firaun. Mereka meyakini perlindungan Tuhan bagi Musa. Tuhan mempunyai rencana jelas untuk kita, Ia melatih kita untuk menjadi orang yang siap dengan yakin percaya menghadapi pergumulan, orang Kristen harus berani menderita.
  2. Ia berkuasa dalam perkataan dan perbuatannya ay. 22, Musa mengaku tidak fasih bicara (Kel 4:10,14), ia merasa ketidakmampuannya dalam  berbicara dan merasa tidak pantas untuk diutus. Manusia sering dibelenggu oleh kelemahan dan tidak mau maju, membuat batasan pada diri sendiri dengan alasan tidak mampu. Yang membuat kita tidak mampu tidak berkembang sehingga bakat kita terpendam sebenarnya adalah dari diri kita sendiri. Seseorang perlu memiliki asumsi yang baru tentang dirinya agar terlepas dari belenggu yang menguasainya. Sekalipun demikian Musa yang pada mulanya tidak mampu dengan keberanian yang makin besar makin banyak mengambil peranan sebagai pemimpin. Tuhan memperlengkapinya. Rahasia orang percaya, didalam kelemahan kuasa Tuhan dinyatakan. Apapun alasan jika Tuhan memanggil kita, Ia pasti akan melengkapi kita dengan karunia-karunia untuk dapat melayaniNya. Stefanus menguraikan proses bagaimana Musa dijadikan pemimpin bangsa Israel (Ibrani 11:26), Musa anak angkat putri Firaun yang berkesempatan menikmati masa-masa yang menyenangkan secara jasmani memilih untuk memenuhi panggilan Allah yaitu hidup dan berjuang bersama bangsa Israel untuk terbebas dari perbudakan Mesir. Memang sulit untuk rela melewatkan hal-hal yang menyenangkan, tetapi marilah kita belajar untuk memilih secara tepat, intinya supaya kita dapat memilih hal-hal yang mengandung nilai-nilai kekekalan bukan yang sementara.
  3. Allah mengutus Musa ay. 34 searah dengan Firman Tuhan dalam Kel 2:24-25, 3:7,9, bangsa Israel berdoa dengan sungguh-sungguh dan Allah mendengar seruan mereka, Allah memperhatikan umatNya. Doa mereka didengar sesuai dengan janji Allah kepada Abraham, Ishak dan Yakub. Ini jelas terlihat dari perlindungan Allah kepada Musa yang akan Dia pakai untuk menyelamatkan bangsa Israel. Hal yang sama juga terjadi dalam diri kita dengan menyerahkan AnakNya di kayu Salib untuk menyelamatkan kita orang-orang berdosa.

Stefanus ingin menceritakan mengenai nenek moyang mereka yang selalu membangkang. Mereka menolak Musa dan menentang kehendak Allah, mereka membuat patung anak lembu emas sehingga Tuhan menulahi mereka, Kel 32:28 mencatat pada hari itu tewas tiga ribu orang dari bangsa itu.

Ay 35-38, dengan kehadiran Musa mereka dibangun, ia menjadi pengantara Jemaat Allah/Gereja yang adalah sekumpulan umat Allah yang telah dibawa keluar dari kegelapan kepada terang ajaib melalui pemberitaan Firman Tuhan yang menghidupkan. Tanpa Firman, Gereja mati. Mazmur 1:1-3, berkat dan kebahagiaan akan datang kalau seorang membuka diri terhadap pengajaran Tuhan. Apabila hati dan pikiran kita terus dipenuhi Firnan Tuhan dan sejalan FirmanNya, Tuhan akan memberkati kita dan Ia menyediakan upah kekal bagi orang-orang yang taat percaya yaitu mahkota kekal.

Stefanus martir pertama telah menunjukkan bahwa sesungguhnya hidup dalam Tuhan menghantar kita bertemu dengan Tuhan Yesus kelak di sorga. Ay. 50-60, Tuhan akan menyambut kita dan mengajak kita masuk dalam kemulianNya. Inilah penghiburan bagi kita orang-orang percaya, disana tidak ada lagi penderitaan (Wahyu 7:16-17).