Ringkasan Khotbah

Kita percaya, bahwa oleh kasih karunia Tuhan Yesus kita akan beroleh keselamatan sama seperti mereka juga. Tema ini diambil dari ayat 11, dari Petrus yang adalah orang Yahudi sendiri. Petrus menegaskan kasih karunia dari Tuhan.

  1. Kasih karunia yang telah Tuhan karuniakan. Kasih karunia adalah cara Allah menyatakan (Efesus 2:8-9), tidak satupun orang diselamatkan karena dipicu perbuatan baik, bukan karena jasanya, namun karena iman, kita menerima karunia keselamatan. Allah sebagai inisiator yang berinisiatif menjangkau dan menyelamatkan kita. Tuhan yang mengulurkan tanganNya menolong ketidak berdayaan manusia atas dosa. Di kitab Roma 3:10-11, akal budi mereka menolak mengakui Allah sehingga mereka hidup untuk diri sendiri semata-mata. Akan tetapi, Roma 5:8, dengan Sola Gracia ( moto reformasi Gereja), mengingatkan kita orang berdosa, kita diangkat, anugrah sorgawi dikaruniakan kepada kita. Pengenalan akan kasih Kristus semakin cemerlang dibandingkan kondisi kita yang luar biasa gelap. Sola Gracia sebagai dasar dan jaminan keselamatan kita sebagai orang berdosa dihadapan Allah yang suci. Kasih Tuhan yang telah berkorban bagi kita menunjukkan betapa Ia sangat mengasihi umat-Nya, hanya karena kuasa Allah kita dipilih.
  2. Bukti kasih karunia Allah. Pertobatan orang-orang yang tidak mengenal Allah. Dalam kunjungan Paulus di Yerusalem, ia menceritakan hal yang sangat menggembirakan mengenai pertobatan orang Kristen menjadi umat Allah. Sebagai dasar kualifikasi bagi keberadaan seorang rasul yang telah dipanggil oleh Kristus sendiri, menunjukkan bahwa panggilan-Nya dan Injil yang ia beritakan sungguh-sungguh berasal dari Kristus bukan dari manusia, juga bukan dari para pemimpin di Yerusalem. Paulus tidak membanggakan diri melainkan hanya sebagai pengantara. Kitapun bisa melayani, datang beribadah semata-mata hanya oleh kasih karunia, mungkin Tuhan sedang memanggil kita, jangan keraskan hati, Dia menginginkan orang percaya menjadi rekan kerja-Nya yang setia dan antusias memberitakan Injil dan memenangkan jiwa bagi Dia.

Mengenai kasih karunia dan sunat pada ayat 1 dan 5. Orang-orang Yahudi yang telah menerima agama Kristen tetapi tetap memaksakan menuruti hukum Musa mengajukan keberatannya, mereka berkata bahwa Allah tidak akan memberikan hak istimewa kepada mereka yang bukan Yahudi, untuk dapat menerima Kristus menjadi Juruselamat harus menjadi seorang Yahudi dan sebelum menjadi Kristen harus terlebih dahulu disunat dan mematuhi hukum Taurat. Tetapi Paulus tetap berdiri teguh dalam menghadapi masalah tersebut, pendirian Paulus tidak tergoyahkan. Kejadian 17 ayat 4-9, sunat adalah tanda perjanjian, sebagai tanda hak istimewa, sebagai syarat untuk keselamatan.

Tanda yang baru pada Matius 28 ayat 19-20: Baptisan. Kolose 2 ayat 11, sunat rohani = hati yang diubahkan. Paulus tetap semangat, api penginjilan tetap berkobar terus, dari dalam penjara pun ia tetap menularkan iman dan Injil-Nya di berbagai tempat lewat surat-suratnya.

3. Tetap berpegang pada kasih karunia (ayat 2,6-11). Petrus berkhotbah pada jemaat di Antiokhia untuk tetap berpegang pada kasih karunia. Kita juga perlu mohon hikmat kepada orang-orang yang tepat. Allah telah menerima setiap orang dan mengaruniakan Roh Kudus kepada orang-orang non Yahudi, Ia tidak melakukan pemisahan orang tertentu, tidak ada yang dibedakan berdasarkan ras. Allah melihat dan menilai hati, menyenangi mereka yang hatinya sungguh-sungguh berpaling kepada-Nya dalam kasih, iman dan kekudusan. Prinsip abadi Allah ialah bahwa Dia menerima”setiap orang dari bangsa manapun yang takut akan Dia dan yang melakukan kebenaran. Siapapun diberi kesempatan untuk beroleh keselamatan. Kita memiliki iman yang menyelamatkan bila kita meresponi kebenaran-Nya dengan menaruh keyakinan penuh kepada Yesus dan mengimani apa yang Yesus perbuat bagi kita. Kita diselamatkan bukan karena cara manusia melainkan oleh kasih karunia Tuhan.