Posted by Markus Sim

Selamat tahun baru. Patutlah kita bersyukur atas penyertaan Tuhan sepanjang tahun lalu sehingga dengan sukacita dan damai sejahtera kita dapat menyongsong tahun yang baru. Tema gereja tahun lalu ‘Hidup Beriman dalam Kemuliaan-Nya’ yang mana fokusnya adalah sisi manusia dalam kehidupan imannya. Tema tahun ini adalah ‘Dipenuhi Kasih dan Anugerah-Nya’ yang mana lebih berfokus pada Tuhan yaitu pada kasih karunia-Nya. Dengan memahami kasih karunia Tuhan kepada kita maka kehidupan iman kita dapat semakin bertumbuh dan semakin bertambah sukacita. Dan inilah seharusnya menjadi ciri khas dari orang Kristen yaitu senantiasa bersukacita dan bersyukur kepada Tuhan karena Tuhan menyertai kita. Kata anugerah dalam 1 Petrus 5:10 berasal dari bahasa Yunani, charis, berarti kemurahan, keindahan, ataupun pemberian. Kata ini dipakai lebih dari 108 kali dalam Perjanjian Baru sehingga memiliki arti penting. Ini adalah kata yang mengingatkan kita akan kasih dari Tuhan Pencipta semesta alam. Pasal 1 Kejadian, Tuhan menjadikan semesta alam dan sesudahnya mengatakan sungguh amat baik atas segala yang dicipta-Nya. Perputaran bintang dan planet tidak berjalan terlalu cepat ataupun lambat, itupun semua oleh pengaturan Tuhan. Maka dapat dikatakan seluruh dunia dan isinya adalah pemberian Allah. Nyawa kitapun pemberian Tuhan, termasuk didalamnya talenta juga diberikan Tuhan. Lukas 2:40 mencatat mengenai Kristus saat masih kecil: ‘Anak itu bertambah besar dan menjadi kuat, penuh hikmat, dan kasih karunia Allah ada pada-Nya’. Oleh kasih karunia Tuhan pun, kita dapat bertumbuh dengan sehat dan bertambah hikmat. Anak cacat sekalipun, ada talenta khusus yang Tuhan sediakan. Itulah kemuliaan Allah, karena seluruh dunia diciptakan dengan maksud dan rancangan Allah.

Tuhan Allah adalah sumber segala kasih karunia. Tuhan adalah Roh maka mampu memberikan kita roh sehingga kita dapat mengenal Tuhan, haus akan firman Tuhan dan hidup bersama Tuhan, merasakan kasih-Nya dan mengasihi Tuhan. Allah adalah kasih. Sifat-Nya yang paling utama adalah kasih, dan Ia suka memberikan yang terbaik bagi yang dikasihi-Nya. Ia adalah Allah yang kekal yang tidak terikat waktu tetapi sebaliknya menguasai ruang dan waktu, menguasai sejarah manusia. Ia adalah Allah yang Maha Kuasa dan Maha Tahu. Ia Allah Maha Hadir. Maka kita dapat mengenal dan percaya kepada Allah yang seperti ini, yang tidak berubah selama-lamanya. Allah yang kita percaya adalah Allah Tritunggal, yang secara logika sulit dijelaskan dan dipahami. Allah Bapa sumber hikmat dan kebaikan yang berencana menyelamatkan manusia yang jatuh dalam dosa agar dapat dipulihkan dan hidup bersama kembali dengan Allah. Yang melaksanakan rencana keselamatan itu adalah Allah Anak, dan menjalankan penebusan dosa manusia di atas kayu salib, yaitu Yesus Kristus yang bangkit dari antara orang mati. Namun setelah diselamatkan, bagaimana orang percaya dapat hidup di tengah dunia penuh dosa dan tantangan? Tuhan menyediakan sumber pertolongan, penghiburan, dan hikmat yaitu Allah Roh Kudus. Inilah prinsip kasih karunia yaitu bahwa keselamatan kita adalah oleh kasih karunia Allah.

Lalu bagaimana seharusnya kehidupan orang yang telah menerima kasih karunia tersebut? Kita memang akan menuju pada kemuliaan Kristus seperti tercantum pada Wahyu 5:12, tapi ingatlah lawan kita adalah iblis yang seperti singa yang mengaum dan berkeliling mencari mangsanya. Selama hidup di dunia fana ini, kita perlu berjaga dan bersandar pada firman Tuhan. Kasih karunia Tuhan sendiri yang akan melengkapi, meneguhkan, menguatkan, dan mengokohkan kita dalam menghadapi setiap tantangan dan godaan si Jahat. Tidak ada jaminan sebagai pengikut Kristus akan bebas dari penderitaan, karena pada pasal 10 sendiri telah dikatakan bahwa kita akan dikuatkan sesudah menderita seketika lamanya. Namun ingatlah bahwa segala kekuatiran kita dapat kita serahkan kepada Tuhan (ayat 7). Dan marilah kita berpegang pada janji Tuhan yang kekal, bahwa oleh kasih karunia-Nya kita akan dikuatkan dan diteguhkan, maka nyatakanlah kasih Tuhan dan kerajaan Tuhan di tengah keluarga kita, di dalam gereja-Nya dan di lingkungan mana pun kita ditempatkan.