Pengkhotbah

Perikop
Galatia 5:1-15

Ringkasan Khotbah

Perilaku berbuat baik atau kebajikan adalah hal universal, semua orang baik Kristen maupun non-Kristen mempunyai kecenderungan untuk ingin berbuat baik. Tetapi bagi orang Kristen ada suatu nilai dasar, benih-benih firman Allah yang menuntunnya berbuat kebajikan.

Dalam kitab Galatia ini, kita melihat bahwa Allah dalam kuasa-Nya bekerja dalam satu tujuan yang jelas. Kita pun harus mempunyai tujuan yang jelas baik dalam belajar, bekerja maupun berkeluarga. Tuhan punya agenda dan rencana agar kita menjadi orang-orang yang memberitakan kasih Allah bagi dunia ini. Tuhan punya tujuan agar kita hadir di mana pun untuk memberitakan nama Yesus. Kita dimerdekakan untuk memuliakan Allah, memberitakan nama Allah.

Paulus mengatakan bahwa dahulu kita adalah hamba dosa tapi setelah percaya Yesus dimerdekakan dan menjadi hamba kebenaran (Roma 6:17-18). Orang-orang Yahudi mempunyai hukum Taurat yang mereka percayai supaya mereka bebas dari kuk perhambaan dosa. Tetapi Paulus mengatakan justru oleh Taurat mereka diperhamba oleh dosa. Satu dosa menguasai seseorang akan menimbulkan dosa yang lain. Alkitab mengatakan dosa telah merusak manusia, membawa manusia kepada kematian. Tak seorang pun dapat membebaskan dirinya dari kematian dan kuasa dosa (Mazmur 49:8). Paulus mengatakan kepada orang Yahudi bahwa perbuatan baik dan ibadah tidak bisa membebaskan. Tetapi Kristus telah bertindak menyatakan kasih karunia Allah kepada kita sehingga kita merdeka dan tidak akan dikuasai dosa (Roma 6:23, Yohanes 8:34-36). Galatia 5:13: janganlah kita mempergunakan kemerdekaan ini untuk kesempatan hidup dalam ‘dosa’ (dalam King James Version ditulis ‘flesh’ yaitu ‘daging’). Kedagingan masih terus menyerang, masih ada rasa ingin dihormati dan ditinggikan dalam diri orang yang sudah dimerdekakan ini. Dalam ayat 19-21 ditulis macam-macam perbuatan daging. Kalau seseorang masih memberikan peluang untuk kedagingannya, dia masih belum merdeka sungguh-sungguh. Kita tekan kedagingan ini sedemikian rupa sehingga perbuatan roh menjadi nyata. Memasuki tahun 2013, mari kita menahan diri, menguasai diri supaya kita tidak mengikuti kedagingan, tapi menuruti Roh yang menghasilkan buah Roh (Galatia 5:22).

Untuk itu, ada langkah real yang harus kita ambil.

(1) Jangan munafik. Dalam 1 Petrus 2:16, Petrus mengingatkan kepada orang-orang Yahudi: janganlah kamu menjadi orang-orang percaya yang munafik. Jangan kamu menyelubungi kejahatan dengan berkedok Kristen, hamba Allah. Segala kepura-puraan dan kemunafikan jangan diselubungi.

(2) Saling melayani. Kepada jemaat di Galatia, Paulus mengatakan kita dipanggil untuk saling mengasihi dan melayani. Melayani, di sini akar katanya dalam bahasa Yunani “doulos”, artinya menjadi seorang hamba. Jangan hanya duduk manis, memuji Allah, tapi kita juga harus melayani, menjadi hamba Allah. Seorang hamba/budak tidak berkuasa atas dirinya, tetapi tuannya berkuasa. Di tahun baru ini milikilah kerinduan untuk melayani Allah dan sesama.

(3) Saling menjaga. Galatia 5:15: janganlah kamu saling menggigit dan menelan. Paulus memakai kata saling menggigit ini untuk binatang liar, yang kalau dia lapar, temannya sendiri dia mangsa. Kenapa perilaku binatang liar ini dibawa untuk orang-orang gereja? Karena di Galatia waktu itu ada orang-orang yang menjadi guru-guru palsu yang menyerang orang-orang yang masih belum kuat imannya dengan ajaran-ajaran sesat. Selain itu, jemaat saat itu membesar-besarkan diri dan menjelek-jelekkan orang lain.

Mari kita belajar dari ayat ini supaya jangan sampai kita mendaftar dan mengingat-ingat kekurangan orang lain, tapi mari kita selesaikan dengan kasih. Kasih adalah dasar kesalehan dan menutupi berbagai dosa. Kasih tidak berbuat jahat dan kasih adalah kegenapan hukum Taurat (Roma 13:8-10).

Mengenai “saling menjaga” ini, marilah kita juga: 1) Tidak gila hormat atau sombong. Dalam Galatia 5:26 ditulis “Janganlah kita gila hormat” (dalam terjemahan lain “sombong, kemuliaan yang sia-sia”). Janganlah kita menjadi orang-orang yang sombong dan mencari kemuliaan sia-sia. Jangan mencari pemujaan untuk diri sendiri (bukan melayani Tuhan, tapi melayani diri sendiri). 2) Saling membantu (Galatia 6:2). Kita harus menolong baik orang-orang dalam gereja maupun luar gereja yang memerlukan pertolongan di sekitar kita. Tidak selalu dalam rupa uang, tapi dapat berupa perhatian, motivasi, dll.

Kita dimerdekakan untuk melakukan kebajikan. Semoga di tahun 2013 ini Tuhan dimuliakan dalam pribadi dan pelayanan kita masing-masing.