Ringkasan Khotbah

Mencuri adalah segala perbuatan mengambil sesuatu yang bukan hak kita, bukan milik kita yang sah. Titah yang ke-8 ini memiliki cakupan yang sangat luas, salah satunya yaitu pencurian harta benda.

Ada beberapa point penting yang terkandung dalam dasa titah ke-8 ini yaitu: 1) Jangan mencuri. Dalam dasa titah ke-8 ini, Tuhan melarang kita untuk melakukan perbuatan mencuri. 2) Konsep penatalayan Allah (Mazmur 89:12, Roma 11:36, Matius 25:14-30). Konsep dasarnya yaitu “Segala sesuatu adalah milik Tuhan”, dan Allah mempercayakan beberapa bagian kepada kita (Matius 25:14-30). Maksud Tuhan menitipkan beberapa bagian kepada kita adalah supaya kita memelihara dan mengembangkan apa yang dititipkan oleh Tuhan tersebut. Kita diajar supaya kita jangan iri terhadap apa yang diberikan Allah terhadap orang lain. Kita diajarkan untuk mengetahui apa yang Tuhan titipkan dan memelihara serta membangunnya untuk kemuliaan Tuhan. Tuhan memberikan kebebasan kepada kita untuk mengelola semua titipan tersebut tetapi ada tanggung jawab yang harus kita berikan kepada Tuhan. Dengan memiliki konsep dasar ini, maka kita akan terhindar dari kemungkinan untuk melakukan dosa mencuri.

Wujud kita melakukan dasa titah ke-8 dalam Efesus 4:28 yaitu :
1.     Harus mau menjadi orang yang bekerja keras dalam melakukan hal yang baik
2.     Mengubah konsep dasar hidup (lihat konsep penatalanan Allah), bagaimana kita bisa memberi sesuatu kepada orang yang berkekurangan dan tidak mencari keuntungan sendiri.

Ada beberapa kategori pencurian, yaitu : 1) Pinjaman/piutang. Apa yang dipinjam tidak dikembalikan. 2) Waktu. tidak menggunakan waktu dengan baik. Contoh dalam hal bekerja, bekerjalah sesuai dengan standard waktu yang telah ditetapkan. Begitu juga dalam hal beribadah, saat beribadah pergunakanlah seluruh waktu ibadah untuk Tuhan, dst. 3) Hak. Ada hak dan ada kewajiban dimana jika kita tidak melakukan kewajiban kita, maka ada orang lain yang tidak mendapatkan haknya. Dengan kata lain, tidak melakukan kewajiban = mencuri hak orang lain. 4) Selain itu ada juga berbagai bentuk pencurian, seperti dalam persembahan (persembahan khusus dan perpuluhan). Dalam hal ini gereja memiliki 2 pandangan berbeda mengenai kewajiban melakukan persembahan ini, wajib dan tidak wajib. Pandangan pertama (wajib) memiliki nilai positif dari pandangan ini yaitu membentuk disiplin dalam diri kita. Pada pandangan kedua (tidak wajib) pun ada beberapa nilai positifnya, yaitu adanya konsep persembahan harus disertai dengan rasa syukur.

Dengan kata lain jangan memberi persembahan dengan terpaksa. Konsep segala sesuatu adalah 100% milik Allah, dimana segala sesuatu pun harus 100% untuk kemuliaan Allah. Perpuluhan tidak wajib 10% tetapi seharusnya bisa lebih dari 10%. Begitu juga dengan waktu, bukan hanya di gereja saja memuji dan memuliakan nama Tuhan, tetapi setiap hari kita harus memuji, memuliakan dan menyembah Tuhan. Seperti dalam Maleakhi 3:10-11, Tuhan memberikan kunci kebahagiaan untuk sisi ekonomi kita, jika kita melakukan kewajiban kita dengan membawa seluruh persembahan perpuluhan untuk Tuhan.

(BC/08/10)