Pengkhotbah

Perikop
Keluaran 20:12

Ringkasan Khotbah

I. Bagian Perintah: ‘Hormatilah ayahmu dan ibumu’. Menghormati adalah sikap dan tindakan dari seorang anak terhadap orangtua. Ada beberapa aspek dalam menghormati, yaitu:

① Dalam bahasa Ibrani, hormat berarti menjadi berat, membuat berat. Menjadi berat berarti menjadi lambat, tidak cepat-cepat, tidak sembrono, tidak sembarangan melainkan sopan tehadap ayah dan ibu. Dalam penerapan kita tidak sembarangan berbicara melainkan memikirkan dulu apa yang pantas disampaikan oleh anak kepada orangtua. Sebaiknya kita memilih, merenungkan kata-kata yang pantas. Jangan memandang rendah orang tua terutama saat kita memiliki tingkat pendidikan atau kekayaan yang lebih baik dari mereka.  Jangan mengutuk, mengharapkan hal-hal yang buruk atau berbicara hal-hal yang jahat kepada orang tua. Semuanya itu adalah pelanggaran berat terhadap titah 5 dan di masa PL hal itu bisa dihukum mati. Marilah koreksi diri, sikap, perkataan dan tindakan terhadap orang tua. Walaupun mereka kurang baik, jahat bahkan kejam, tetapi kita harus berjuang untuk tetap sopan tanpa memandang kondisi mereka.

② Dalam bahasa Yunani, membuat/menganggap berat berarti menghargai, memberi harga. Seorang anak harus menganggap orang tuanya berharga, benilai, berbobot dan hal ini meliputi keberadaan, pandangan, nasehat dan kebiasaan. Dalam penerapannya kita menghargai setiap perbedaan kebiasaan dan pandangan, serta jangan menganggap remeh pendapat orang tua yang berbeda dengan kita. Menganggap berharga juga berarti memelihara orang tua, sebab mereka adalah media yang Tuhan pakai dan atur untuk menghadirkan, mengasuh dan membesarkan kita di dunia. Sehingga saat orang tua tidak dapat melakukan apa-apa lagi, maka kita harus memelihara mereka. Jangan menghindari tanggung jawab untuk memelihara orang tua dengan dalih kepentingan kita. Perbedaan budaya antara Jepang dan Indonesia tentang hal merawat orangtua, haruslah disepakati sebelum menikah melalui konseling pernikahan.

③ Menghormati berarti taat (Efesus 6:1-2). Ketaatan satu langkah lebih maju dari menghargai, yakni taat pada apa yang kita hargai. Dengan kata lain kita harus mau melakukan apa yang diminta atau diperintahkan. Ada beberapa batasan dalam aspek ketaatan, yaitu:
a. Firman Tuhan (Kis. 5:29). Kita tidak harus melakukan perintah orang tua yang bertentangan dengan Firman Tuhan. Namun hal ini bukan menjadi batasan dalam sikap sopan dan menghargai. Walaupun tidak melakukan perintah tetapi harus menjaga sikap sopan dan menghargai mereka. Contohnya orang tua yang belum percaya Yesus dan memberikan perintah yang tidak sesuai Firman Tuhan harus tetap dihormati, dihargai dan dipelihara.
b. Orang tua harus mengajar anak-anak untuk menghormati mereka dengan contoh yang benar. Jadilah orang tua yang mudah dihormati dan dihargai oleh anak-anak. Miliki kualitas yang tinggi dan baik sehingga anak-anak bisa hormat dan taat pada orang tua. Berilah contoh yang baik untuk setiap perintah yang diberikan dan kondisikan diri agar mudah dihormati oleh anak-anak.
c. Orang tua harus memperhatikan kondisi dan tahap perkembangan anak. Ketaatan anak kepada perintah orangtua menyesuaikan dengan pertumbuhan mereka. Bayi dan balita harus memiliki ketaatan mutlak pada perintah orangtua. Namun ketika beranjak remaja dan dewasa maka ketaatan penuh akan berkurang, kemudian diganti dengan kemampuan mengambil keputusan sendiri. Jadi jangan sampai anak-anak mengalami ketergantungan pada orang tua.

II. Janji Tuhan: ‘supaya lanjut umurmu di tanah yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu’. Dibalik perintah yang sulit untuk dilakukan, ada janji Tuhan yang indah. Hormat pada orang tua akan memperoleh umur panjang yang bahagia. Keluarga adalah unit terkecil dalam masyarakat.  Anak anak yang bisa menghormati orang tua, akan memiliki hubungan baik dengan sesama, termasuk menghormati atasan dan pimpinan dalam masyarakat. Hubungan baik dengan sesama akan membawa kedamaian dengan orang-orang disekeliling, tidak memiliki musuh sehingga dapat menikmati umur panjang dengan bahagia.

(FW/2010/07/22)

*) Bagi jemaat yang ingin melihat Rekaman Video Khotbah Minggu, silahkan menghubungi sdr. Erianto atau Pdt. Surya Harefa