Pengkhotbah

Perikop
Keluaran 20:8-11

Ringkasan Khotbah

Kita perlu mengatur kehidupan kita dan meluangkan waktu untuk melakukan hal-hal yang penting dalam hidup kita. Ada 4 hal mengenai hari Sabat yang ditegaskan dalam Ulangan 5:12-15 dan Keluaran 20:8–11:
1.    Ingat dan kuduskan hari Sabat (Ul 5:12, Kel 20:8). Selain mengingat hari Sabat, kita juga diperintahkan untuk menguduskan hari Sabat dengan memisahkan, membedakan, mengkhususkan hari Sabat untuk Tuhan. Hari Sabat bagi bangsa Israel adalah Jumat malam sampai Sabtu malam, namun bagi orang Kristen, hari Sabat adalah hari pertama, yaitu hari Minggu. Mengapa berbeda? Orang Kristen merayakan hari Sabat pada hari Minggu karena mengikuti perubahan yang dilakukan oleh Tuhan. Walaupun tidak ada ayat Firman Tuhan yang mengatakan hal itu secara eksplisit, namun ada banyak ayat-ayat yang mencatat peristiwa-peristiwa yang membuat kita mengambil kesimpulan tersebut, seperti kebangkitan, penampakan Tuhan Yesus setelah kebangkitan, dan hari Pentakosta pada hari Minggu. Tuhan Yesus memberikan Paskah yang baru dengan makna yang baru dengan membedakan dan mengkhususkan hari Minggu dengan hari-hari yang lain. Peristiwa-peristiwa yang sangat penting dalam kekristenan dan berakar dari bangsa Yahudi diberi makna baru dan terjadinya juga di hari yang baru, sehingga kita dapat mengambil kesimpulan hari Sabat orang Kristen telah mengalami perubahan oleh Tuhan. Kita harus meluangkan waktu hari Minggu untuk hari Sabat.

2.    a.     Bekerja dengan segenap hati (Ul 5:13, Kel 20:9). Orang Kristen harus mau bekerja dengan segenap hati seperti untuk Tuhan dan mengerjakan segala bagian pekerjaannya (Kolose 3:23, Efesus 4:25: standar bekerja orang Kristen). Menurut Max Weber, etika kerja orang Kristen telah membuat negara Eropa yang dipengaruhi etika kekristenan lebih maju dibandingkan dengan negara Eropa yang dipengaruhi pengajaran komunis. Malas bekerja merupakan pelanggaran titah ke-4.
b.    Maksimal bekerja 6 hari seminggu (Ul 5:13, Kel 20:9). Apabila kita melanggar maka ada kerugian yang lebih besar dibandingkan dengan keuntungan. Contohnya generasi yang lahir setelah perang dunia ke-2 di Jepang bekerja keras membangun Jepang, namun ada juga akibat negatif seperti banyak orang yang stres dan bunuh diri, banyak keluarga berantakan, rendahnya tingkat kebahagiaan. Hal ini terjadi karena mereka melanggar batasan yang Tuhan buat. Mari kita bekerja keras, namun ada batasannya yaitu hari Minggu.

3.    Pedoman mengisi hari Sabat (Ul 5:14, Kel 20:10). Tujuan utama kita berhenti dari rutinitas dan beristirahat di hari Minggu supaya hari itu dikhususkan untuk Tuhan. Hari Minggu merupakan hari untuk kita menyembah dan melayani Tuhan bersama-sama orang percaya di gereja. Karena seluruh hidup kita adalah milik Tuhan, seharusnya setiap hari kita beribadah dan melayani Tuhan. Tetapi Tuhan menurunkan standar tuntutan-Nya itu dan mengijinkan kita untuk bersama-sama beribadah dan melayani di gereja hanya di hari Minggu.

4.    Alasan dan dasar mengingat hari Sabat (Ul 5:15, Kel 20:11): penciptaan, penyelamatan dan berkat Tuhan. Perintah untuk mengingat hari Sabat adalah untuk kebaikan kita sehingga kita menyadari bahwa segala berkat berasal dari Tuhan dan bersyukur. Kita mengingat Tuhan sebagai Pencipta kita yang telah menyelamatkan kita dari perbudakan dosa supaya kita menjadi anak-anak-Nya. Mari kita mempergunakan hari Minggu untuk mensyukuri berkat Tuhan.

(ML/07/10)