Pengkhotbah

Perikop
Keluaran 20:7

Ringkasan Khotbah

Titah ketiga ini melarang untuk menyebut nama “TUHAN”, Allah kita, dengan sembarangan. Nama “TUHAN” adalah penggambaran dari sifat Allah, nama Tuhan harus dikuduskan, dimuliakan dan dijunjung tinggi sebagai yang teramat kudus dan suci.

Penerapan titah ketiga ini:

  1. Dalam ungkapan sehari-hari. Tidak boleh mengucapkan nama Tuhan secara basa-basi atau sembrono karena itu artinya mendukung kepalsuan kita/membohongi diri kita sendiri. Para ahli alkitab sekarang menyebut nama Tuhan ini dengan nama Yahweh (Ibrani: YHWH). Ketika kita menyebut nama Tuhan secara teologis seperti “puji Tuhan”, “Tuhan memberkati”, kita harus mengucapkannya dengan sungguh-sungguh sebagai ungkapan kerinduan hati kita.
  2. Sumpah/janji. Dalam Matius 5:34, Ulangan 6:13, Ibrani 6:16, jelas ditekankan bahwwa kita tidak boleh bersumpah dusta. Alkitab tegas melarang sumpah dusta yang merupakan suatu dosa. Penilaian secara positif terhadap sumpah/janji yaitu kita boleh bersumpah jika kita sungguh menyatakannya sesuai dengan kebenaran firman Tuhan.
  3. Dalam ibadah. ketika kita menyanyi atau berdoa dan menyebut nama Tuhan tidak dengan ketulusan hati sehingga ini merupakan peluang pelanggaran titah ketiga tanpa kita sadari. Di sisi lain, ketika kita memuji Tuhan dan berseru kepada-Nya dalam doa dan ucapan syukur, kita harus benar-benar memahami dan berpegang pada konsep bahwa Tuhan Yesus yang terutama dan di atas segala-galanya dalam hidup kita.

Keluaran 20:7: Tuhan tidak berkenan kepada orang yang menyebut nama-Nya dengan sembarangan. Pelanggaran akan titah ketiga ini akan mendatangkan hukuman yang tertentu. Apakah kita sudah serius melakukan aspek positif dari titah ketiga ini? Mari kita mengaku dosa dan meminta ampun bila kita telah melanggar titah ini dan menggunakan nama Tuhan dengan sikap hormat sehingga kita dapat membawa hormat dan kemuliaan bagi nama-Nya.

(SU/07/10)