Pengkhotbah

Perikop
Keluaran 20:1-3

Ringkasan Khotbah

Tuhan memberikan Dasa Titah atau kesepuluh firman ini dengan jari-Nya sendiri yang ditulis di 2 loh batu. Firman ini ditempatkan pada tabut perjanjian di ruang maha kudus (1 Raja-raja 8:9).

  1. Keluaran 20:1: Dasa Titah ini diberikan secara langsung dari Tuhan kepada
    bangsa Israel melalui suara yang dapat didengar dan dahsyat sehingga mereka
    meresponinya dengan penuh ketakutan. Karena sebelum Dasa Titah diberikan, juga
    sesudah Dasa Titah dikeluarkan, Tuhan selalu berfirman melalui nabi-nabi. Dasa
    Titah merupakan suatu pedoman bagi perjalanan kehidupan umat Tuhan dan kompas
    kehidupan orang percaya.
  2. Keluaran 20:2: Allah yang telah membebaskan bangsa Israel dari perbudakan
    di Mesir menghendaki agar kita yang telah dipilih/orang-orang percaya
    berkewajiban untuk belajar mentaati perintah Allah dan mengetahui secara nyata
    bahwa YHWH adalah Tuhan dan Allah yang telah menguduskan dan menyelamatkan kita
    oleh darah Yesus. Dalam badai pergumulan, seringkali ada ombak yang sering
    membuat kita takut, tetapi kalau kita melakukan firman Tuhan dan hidup di dalam
    kebenaran-Nya kita akan merasakan kedamaian dan kebahagiaan yang sesungguhnya.
  3. Keluaran 20:3: Titah yang menekankan tidak boleh percaya kepada allah lain
    melainkan kepada satu Allah saja. Titah ini melarang penyembahan kepada
    berbagai dewa. Allah tidak mau menerima hati yang mendua. Kita harus
    menginvestasikan seluruh hidup kita kepada-Nya. Hidup ini penuh dengan
    ketidakpastian tetapi Allah yang kita sembah adalah Allah yang pasti. Ia harus
    menjadi prioritas utama dalam kehidupan kita. Bila kita mementingkan kebutuhan
    diri sendiri, menempatkan keluarga sebagai yang utama, sibuk dalam pekerjaan,
    studi, hobi, dll sehingga kita dikendalikan oleh sifat keduniawian dan
    menomorsatukan hal lain selain Allah adalah bertentangan dengan titah yang
    diberikan Allah.

Jangan mengutamakan apapun dan siapapun lebih daripada Tuhan melainkan kita harus lebih lagi mengasihi Allah dengan segenap hati sambil selalu bergantung kepada-Nya, dan kita akan memperoleh lebih dari yang kita harapkan dari Tuhan.

(SU/06/10)