Ringkasan Khotbah

Bencana alam sering terjadi. Apakah ini murka Allah? Semua yang terjadi sudah pasti seizin Allah (sepengetahuan Allah). Kejadian-kejadian tiap-tiap hari menggelisahkan hati kita semua, dan menimbulkan ketakutan, kekuatiran dan membuat hati kita terasa teriris-iris. Peristiwa air bah atau peristiwa Sodom dan Gomora dihancurkan memang diizinkan oleh Tuhan akibat dari dosa manusia tetapi dalam posisi kita sebagai manusia, tidaklah pantas kita mengatakan/menghakimi bahwa kejadian-kejadian di dunia ini adalah akibat dosa karena manusia tidaklah sanggup mencapai pengertian atau tahu tentang rencana dan tujuan Allah Sang Pencipta.

Semua orang telah berbuat dosa dan agar kita tidak berbuat dosa lagi kita memerlukan Tuhan Yesus dalam hidup kita. Tetapi justru seringkali kita malah menghakimi orang lain. Kita seperti baju putih yang telah ternoda dan baju itu tidak dapat membersihkan dirinya sendiri sehingga membutuhkan pemutih yaitu Tuhan Yesus. Karena itu firman Tuhan di bagian ini mengajarkan kita untuk jangan berbuat dosa lagi, melainkan mengaku akan dosa kita dan bertobat. Anak Domba Allah yaitu Yesus Kristuslah yang menjadi korban penebusan dosa bagi seluruh dunia termasuk kita semua.

Karya Yesus di kayu salib adalah untuk seluruh dunia. Kristus sebagai Pendamai/Pengantar yang sejati. Kita yang seharusnya binasa oleh karena murka Allah telah dibawa kepada anugerah-Nya oleh Tuhan Yesus. Karena itu kita perlu peduli dengan saudara-saudara kita yang tertimpa bencana akibat gempa dan tsunami yang melanda negara Jepang ini. Kita dapat menolong saudara-saudara kita dengan doa, dengan bantuan bahan makanan atau kebutuhan sehari-hari, seperti orang Samaria yang menolong orang Yahudi yang terluka di jalan tanpa menunda-nunda atau menahan-nahan. Marilah kita melakukan perintah Tuhan karena perintah-Nya tidaklah berat (1 Yohanes 5:3b).

Yang menjadikan perintah Tuhan berat adalah diri kita sendiri yang masih terikat dengan dunia ini, dengan kekayaan dan kesenangannya. Seorang wartawan yang bertanya kepada Mother Teresa “Di manakah Tuhan?” ketika melihat Mother Teresa menghadapi banyaknya orang yang miskin dan terlantar dijawab dengan perkataan dari Mother Teresa, “Tuhan ada bersama mereka, tapi di manakah engkau di saat mereka membutuhkan?” Sang wartawan seolah-olah mau menyalahkan Tuhan mengenai para orang miskin itu tetapi justru yang menjadi pertanyaannya adalah dimanakan kita saat ada orang yang membutuhkan kita. Mari koreksi diri kita di hadapan Tuhan dan muliakanlah Dia.

(AS/03/11)