Pengkhotbah

Perikop
Yesaya 11:1-10

Ringkasan Khotbah

Dari zaman ke zaman, manusia berkembang dan menemukan banyak hal untuk mempertahankan eksistensinya dan masa depannya. Karena perkembangan teknologi ini, bahkan sepertinya tak ada yang tak bisa dilakukan. Kita patut bersyukur. Tapi satu hal yang manusia tak bisa ciptakan. Manusia tak bisa menciptakan jalan pendamaian dirinya dengan Tuhan. Karena hanya Tuhanlah yang mengerjakannya. Dan itulah Natal, di mana Tuhan mau datang ke dalam dunia yang najis, yang cemar.

Tema kali ini, damai sejahtera di bumi, adalah nyanyian malaikat, karena ada kabar yang begitu penting dan mengharukan. Malaikat berkata pada hari ini telah lahir Juruselamat. Mengapa ini penting? Dalam awal kitab Kejadian dikatakan bahwa Allah melihat segala sesuatunya baik. Pada Kejadian 3, manusia jatuh dalam dosa. Manusia yang awalnya bersekutu dengan Allah, jadi takut bertemu. Mereka kehilangan damai sejahtera. Bahkan Tuhan berkata dalam Yesaya, tidak ada lagi damai sejahtera di bumi karena dosa telah merusak dan mereka tak mengenal jalan damai. Kehilangan kemuliaan Allah membuat manusia tidak damai sejahtera.

Damai sejahtera sebenarnya tidak berbicara dengan hal-hal yang bersifat fisik. Istilah damai sejahtera berasal dari kata Shalom. Ini bukan menunjukkan tiada perang atau pertentangan. Tapi sebenarnaya adalah keserasian, keutuhan, kebaikan dan kesejahteraan Seperti di taman Eden, Allah hadir dan berkomunikasi, tak ada penghalang. Karena adanya damai sejahtera, manusia menikmati hubungan yang baik. Di perjanjian baru, damai sejahtera bukan perdamaian dengan tak adanya perang bangsa-bangsa, tapi juga keadaan yang harus ada dalam jemaat Kristen dan dalam berhubungan dengan orang di luar. Jadi sebenarnya saat ini, orang-orang sedang menunggu berita damai ini.

Dalam perikop kali ini,

1. Damai sejahtera akan lahir dari tunggul Isai.

Istilah Tunas dari kata netser (Ibrani). Dari sini muncul nama Nazaret. Dan ini adalah nubuatan karena di Mat 2:23 dikatakan Yesus dari Nazaret. Kalau kita lihat silsilah Yesus, Isai adalah bapak Yakub. Ini menggenapi nubuat Yakub bahwa tongkat kerajaan tidak akan beranjak dari Yehuda atau pun lambang pemerintahan. Jadi kelahiran-Nya adalah suatu nubuat yang digenapi. Dia adalah Mesias, yang sudah diberitakan, bukan dalam kitab Yesaya, tapi dari kitab Kejadian. Kebenaran ini telah digenapi dalam diri Tuhan Yesus.

2. Karya sumber damai sejahtera (3-5)

Dia menyatakan keadilan, kejujuran, membunuh orang fasik, tidak menyimpang dari kebenaran dan kesetiaan. Pada saat Yesus lahir, kemegahan keagamaan orang Yahudi begitu hebat. Tapi agama tidak dapat menjamin damai sejahtera.

3. Dampak damai sejahtera ini (6-9)

Kejadian taman Eden telah merusak hubungan yang harmonis, dan menimbulkan permusuhan yang besar antara manusia dengan alam juga. Buktinya, Adam menyemat daun pohon ara dan membuat cawat (Kej 3:7) Kemudian ada perjuangan melawan alam agar dapat memberi hasil (Kej 3:17).

Dan dilanjutkan dengan permusuhan antar manusia dengan manusia. (Kej 4:8). Dosa telah merusak. Waktu Kain marah, bukan hanya hubungan dengan Habel yang rusak, tapi hubungan dengan Tuhan rusak dan menimbulkan kemarahan yang luar biasa. Jadi permusuhan ini sudah begitu besar. Hanya Kristuslah pendamainya. Jadi Allah dengan karya-Nya telah menghadirkan damai sejahtera supaya kita berdamai dengan Pencipta kita. Dan hasilnya relasi binatang dengan binatang, manusia dengan binatang, dan relasi manusia dengan manusia membaik. Di mana ada kebenaran di situ ada damai sejahtera(Yes 32:17). Kebenaran dari Allah, dan kebenaran itu menguasai hati manusia. Dan di situlah damai sejahtera.  Dan yang terakhir, relasi manusia dengan Tuhan menjadi baik. Sebelum Yesus lahir dalam hati kita, kita adalah anak-anak kemurkaan. Tujuan akhir Mesias adalah meletakkan Kerajaan-Nya (ayat 10). Ini adalah nubuat bahwa Yesus akan menjadi Raja bangsa segala bangsa. Karena itu, kalau kita sudah diselamatkan, marilah kita memuliakan Allah. Semoga di masa Natal ini kita semakin semangat mengutamakan Tuhan.