Pengkhotbah

Perikop
Filipi 4:8-13

Ringkasan Khotbah

Kita menyadari sebagai manusia terbatas kita banyak pergumulan. Kekuatan kita untuk menghadapi semua pergumulan hanya ada dalam firman Tuhan. Kita harus sadar bahwa kita hanya bergantung kepada Allah yang tidak terbatas saja! Manusia memiliki keterbatasan fisik sehingga bisa sakit; keterbatasan mental sehingga mudah menyerah; keterbatasan finansial sehingga takut kekayaan akan habis; dan keterbatasan logika sehingga tidak dapat mengerti seluruh kehidupan. Sebagai manusia kita tidak tahu masa depan kita atau bahkan sejam kedepan. Untuk itu, masihkah kita tidak mau bersandar kepada Allah yang tidak terbatas? Rasul Paulus adalah seorang yang sangat terpelajar, tetapi Ia mengalami berbagai macam pergumulan dalam kehidupan.

Kesulitan dalam hidup itu nyata. Ketika kita mengikut Tuhan bukan berarti kesulitan akan hilang. Seperti Rasul Paulus, kita menghadapi kesulitan yang menghancurkan dan mendatangkan kesengsaraan. Bagaimana respon kita? Rasul Paulus mengalami berbagai macam tantangan dalam mengabarkan Injil, begitu juga dengan kita. Banyak respon yang mungkin tidak kita harapkan. Penderitaan kita tampak lebih berat, tetapi marilah kita meniru teladan Yesus yang juga mengalami kesulitan ketika hidup di dunia. Bagaimana kita menghadapi penderitaan kita? Apakah penderitaan membuat kita menjadi lebih buruk atau lebih baik? Orang yang tidak mengenal Tuhan seolah-olah bersukacita. Mengiring Tuhan bukan hanya hal yang menyenangkan, seperti dalam Mazmur 70. Tetapi hanya pertolongan dari Tuhan saja sehingga kita bisa melewati semua penderitaan yang kita alami.

Pada ayat 11, kata mencukupkan diri atau autarkes dapat diartikan bisa mengelola apa atau berapa saja dalam tangan kita dengan cukup. Seberapa itu cukup? Apa langkah pertama yang kita lakukan ketika kita menerima berkat? Berdoa dan mengucap syukur! Akan tetapi kadang kita lebih dulu memikirkan bagaimana cara menghabiskan? Kita harus mencukupkan diri, kita harus memikirkan “Tuhan, apa yang harus saya lakukan atas berkat ini?”. Ketika kita hanya memikirkan diri sendiri, kita tidak akan dapat mencukupkan diri. Ketika Paulus mengabarkan Injil, Ia selalu membutuhkan biaya. Tetapi Ia selalu mencukupkan diri karena berapapun yang Tuhan percayakan Ia selalu bertanggung jawab. Jangan sampai Iblis memakai uang untuk menggoda, sehingga kita hanya focus pada materi saja (1 Tim. 6:10). Kecukupan diri bukan otomatis, tetapi ada proses dan butuh waktu. Kita harus punya komitmen untuk hidup mencukupkan diri untuk melihat karya Kristus dalam hidup kita.

Kata kekurangan atau Husteresis muncul 3 kali dalam Alkitab. Pada nats ini berarti orang yang betul-betul miskin yang susah hidup. Paulus memakai kata ini untuk menggambarkan kekurangan yang sangat dahsyat dan Paulus pernah mengalaminya. Banyak orang ketika dalam kekurangan menjadi terombang-ambing dan malah meninggalkan imannya. Kita harus tetap beriman teguh meskipun dalam kekurangan. Kekurangan yang dialami Paulus bisa membuatnya meninggalkan pelayanan, tetapi Paulus bertahan, setia dan malah berapi-api karena Tuhan menguatkan. Mari kita mengikuti teladan Paulus, karena kekurangan dapat menjadi monster bagi orang percaya seperti halnya Yudas yg diombang ambingkan uang.

Apa yang menjadi kekuatan Paulus dalam menjalani semua? Kekuatan dari Tuhan! Memberi kekuatan (dalam bahasa Yunani: éndunamoo) berarti ada oknum lain yang menjadi sumber kekuatan dan oknum itu memberikannya kepada orang lain. Artinya, Allah yang menjadi sumber kekuatan dan kekuatan itu diberikan Nya kepada manusia. Allah memiliki kuasa yang tidak terbatas dan hal itu membuat Nya sanggup untuk menolong kita dalam menghadapi berbagai pergumulan hidup. Tidak ada masalah yang terlalu besar yang tidak sanggup diselesaikan oleh Allah (bahkan dosa pun sudah diselesaikan Nya). Maka, respon kita sebagai manusia terbatas adalah bergantung pada Allah yang tidak terbatas. Jemaat teguh dan setia bukanlah hal yang mudah, banyak tantangan! Tetapi kita jangan pesimis. Mari bersandar kepada Allah yang tidak terbatas. Kesulitan nyata dan tidak dapat dihindari, tetapi dengan kekuatan dari Yesus kita sanggup melewatinya karena Tuhan yang memberi kekuatan kepada kita.