Posted by Admin GIII Tokyo

Pada zaman dahulu di Israel, bait Allah adalah tempat yang sangat sakral. Bait Allah merupakan identitas bangsa Yahudi pada masa itu. Dalam Keluaran 23:26 disebutkan bahwa: “tetapi janganlah orang menghadap kehadirat-Ku dengan tangan hampa”; pada masa itu sangatlah ketat bahwa untuk menghadap Allah dalam bait-Nya saja membutuhkan pengorbanan mahal dengan membawa persembahan. Bagaimanakah dengan kita yang dengan mudah sebenarnya untuk datang ke bait Allah?!

Yesus sendiri sangat tidak senang dan dengan tegas dapat mengusir orang yang menajiskan bait Allah. Melihat dalam pembahasan ayat alkitab minggu ini, Yesus sangatlah marah karena melihat bait Allah yang dijadikan sarang penyamun, di mana harga barang di bait Allah menjadi sangat mahal, para Imam menolak binatang yang tidak dibeli di bait Allah, selain itu adanya juga sistem penukaran uang yang dapat digunakan untuk bertransaksi juga memerlukan ongkos. Mereka berlindung dibalik kesakralan bait Allah demi keuntungan mereka sendiri. Untuk itu Yesus ingin memusnahkannya dan kembali menyucikannya. Dalam ayat 17 Yesus mengatakan, “Cinta untuk rumah-Mu menghanguskan Aku”. Kata “cinta” di sini berasal dari kata Zelos yang berarti cinta yang seperti air mendidih, cinta yang membakar amarah. Sedangkan “menghanguskan” di sini berarti menghanguskan sampai tidak menyisakan.

Lalu bagaimanakah respon orang-orang pada masa itu terhadap Yesus? “Tanda apa yang Kau tunjukkan?”. Mereka merasa berkuasa atas bait Allah, mereka meminta tanda bahwa Yesus layak dipercaya dan didengar. Namun di sini Yesus justru menjawab: rombaklah bait Allah dan akan Kubangun dalam 3 hari. Hal ini berbicara bukan tentang bangunan fisik, namun mengenai diri manusia, bahwa kerusakan yang telah terjadi hanya bisa diperbaharui melalui kematian dan kebangkitan Yesus.

Menjadi percaya akan Kitab Suci. Namun demikian, mereka percaya setelah Yesus bangkit. Sehingga sebenarnya pada saat itu murid Yesus sendiri belum percaya meskipun mereka ada disana. Mereka begitu lamban untuk percaya, meskipun mereka sudah melihat. Dalam Lukas 24:25 dituliskan juga “Hai kamu orang yang bodoh, betapa lambannya hatimu”. Hal ini dikatakan Yesus pada murid-muridNya juga sebelumnya.

Banyak orang menjadi percaya namun ditolak Tuhan Yesus (ayat 23). Alkitab begitu jujur dengan menuliskan apa motivasi orang percaya pada zaman itu. Mengapa Yesus menolak? ❶ Karena Yesus mengenal mereka sedalam-dalamnya, ❷ Karena Yesus tahu apa yang ada dalam hati mereka.

Untuk itu, marilah dengan setia kita datang ke bait Allah dengan sungguh-sungguh, menyerahkan hidup kita sepenuhnya kepada Tuhan, dan memiliki motivasi yang benar ketika kita datang ke dalam bait Allah. Cinta akan rumah Allah menunjukkan betapa kesungguhan seseorang cinta kepada Allah dan seberapa besar dia mengutamakannya dalam kehidupannya.