Pengkhotbah

Perikop
Zefanya 2:1-3

Ringkasan Khotbah

Tema hari ini ‘Carilah Tuhan’ merupakan hal yang perlu dipikirkan termasuk oleh orang Kristen agar pencarian dalam hidup kita ini tidak terfokus semata pada hal-hal yang sementara / duniawi. Menurut seorang gembala di Amerika bernama Timothy Keller, identitias orang Kristen tidak didasarkan pada kebaikan / penilaian orang lain tetapi nilai kita di hadapan Allah di dalam Kristus. Di dalam dunia kita mungkin ditantang menjadi orang yang baik, dermawan atau sukses tetapi yang lebih penting adalah beriman kepada Yesus dan bagaimana kita mengasihi-Nya. Kita perlu terus bertumbuh dan membangun relasi kita dengan Tuhan tanpa merasa puas diri karena kepuasan adalah musuh mematikan bagi orang Kristen. Pada prinsipnya bukan manusia yang mencari Tuhan tetapi Tuhan yang mencari manusia. Contoh dalam Kejadian 3:10 ketika manusia pertama kali berdosa, adalah Tuhan yang mencari Adam dan Hawa. Bahkan dalam Lukas 19:10 Yesus sendiri berkata bahwa Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang. Mengapa harus Tuhan yang mencari manusia? Karena sejak jatuh ke dalam dosa, manusia tidak mau mencari Tuhan. Adam & Hawa justru bersembunyi dari Tuhan. Dosa membuat manusia terbuai dan mengerjakan kehidupan dalam dosa.
Kalau demikian kenapa dikatakan di kitab Zefanya, Carilah Tuhan? Bertolak belakang dengan hal sebelumnya yang mana ditujukan kepada orang yang belum percaya / menerima Tuhan (sehingga Tuhan yang harus mencari dan memanggil manusia oleh belas kasihan-Nya), kitab ini ditujukan kepada orang yang percaya, yaitu bangsa Yehuda. Mereka sudah berbuat jahat dan serong walau status mereka sebagai umat pilihan Tuhan dan hal ini merupakan persoalan serius di mata Tuhan. Kita perlu menggumulkan hal ini, sebagai orang percaya mencari kerajaan Allah harus menjadi yang terutama, baik dalam pekerjaan, keluarga dan lainnya sebagai akibat dari iman yang sudah dikaruniakan Tuhan. Arti nama Zefanya sendiri adalah Tuhan menyembunyikan / melindungi orang yang takut akan Tuhan yang mencari Dia dari murka Tuhan ataupun marabahaya dan Ia memberikan jaminan kemenangan. Kondisi bangsa Yehuda saat itu setelah pemerintahan Manasye, raja yang menyebabkan bangsa Yehuda berbuat kejahatan. Di masa awal pemerintahan Yosia, bangsa Yehuda kembali menjadi baik dan bertobat. Kitab Zefanya ini ditujukan kepada mereka agar mencari Tuhan karena di masa sebelumnya mereka telah jauh dari Tuhan. Mereka disebut acuh tak acuh (ayat 1) dalam bahasa Ingriss shameless (tidak tahu malu), kelakuan mereka memalukan bahkan dibanding bangsa-bangsa sekitar mereka. Mereka tidak merindukan Allah dan asik dengan dosanya. Ini menjadi peringatan juga bagi kita sebagai orang percaya, tidak berhenti sebatas percaya saja dan merasa puas karena dosa dapat begitu kuat menguasai / memperbudak (Yoh 8:34). Kata bersemangat dan berkumpullah dalam bahasa aslinya berarti tunggul (sisa pohon yang ditebang namun bila masih berakar dapat tumbuh kembali). Jadi walau bangsa Yehuda ini jahat dan akan habis, tetapi masih ada tunggul / generasi berikut yang mencari Allah sesuai dengan rancangan Allah sebelum hukuman Tuhan dijatuhkan (ayat 2).
Ayat 3 carilah Tuhan hai orang yang rendah hati. Ada penafsiran bahwa puncak kebodohan manusia adalah kekosongan batin yang tidak dapat diobati yang disebabkan pengejaran akan kenikmatan duniawi. Agama dan ibadah sekalipun bukanlah pemuasan yang bisa memberikan jawaban bagi kita, namun hanya pengenalan sejati akan Kristuslah yang mampu membuat kita mencapai tujuan dan mahkota kehidupan. Inilah yang harus kita kejar saat ini juga karena kita tidak tahu akan hari esok. Hanya Tuhan sajalah yang memberikan kita kepuasan batin di tengah segala kekhawatiran hidup sekalipun. Yesus berkata Carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenaran-Nya maka semua itu akan ditambahkan kepadamu (Mat 6:33), inilah yang kiranya menjadi seruan hati kita di hadapan Tuhan. Dalam kehidupan sehari-hari, marilah kita menjadikan Yesus sebagai pencarian utama dalam hidup kita dengan demikian hati kita diubahkan (bertobat sungguh-sungguh) sehingga kita dapat menemukan kepuasan di dalam Dia dan menyelaraskan hidup seturut kehendak-Nya. Sesudah bertobat tidak berhenti untuk dimurnikan / dikuduskan dengan melakukan ibadah yang kudus untuk menghormati Tuhan di hari Sabat, di mana kebenaran Allah / Firman-Nya disampaikan. Maka Ia akan memberikan upah bagi orang yang sungguh mencari-Nya yaitu kehidupan (Amos 5:4, Ibrani 11:6b). Mari kita terus mencari Tuhan dan menghidupi kebenaran-Nya dalam segala aspek kehidupan kita.