Pengkhotbah

Perikop
Amos 5:1-15

Ringkasan Khotbah

Tuhan memakai Amos, seorang petani dan peternak, pada abad ke-8 sebelum Masehi untuk menyatakan perkataan-Nya kepada bangsa Israel. Saat itu Israel secara politik tenang dan aman, secara ekonomi sangat berkembang dan maju, tetapi ada banyak masalah. Karena itulah Tuhan panggil Amos.

Di sini kita melihat tiga berita/pesan dari Tuhan melalui Amos kepada bangsa Israel.

1. “Carilah Aku, maka kamu akan hidup!” (ay. 4) dan “Carilah Tuhan, maka kamu akan hidup” (ay.6). Pada waktu itu banyak orang Israel tidak mencari Tuhan. Mereka sibuk mencari uang dan berhala (ay 5: Betel, Gilgal, dan Bersyeba adalah tempat-tempat penyembahan berhala). Mengapa demikian? Karena negara tenang dan ekonomi maju sehingga kerohanian mundur. Pada ayat 21-23 ditulis Tuhan membenci perayaan orang Israel, tidak senang kepada perkumpulan hari raya mereka, tidak suka kepada korban-korban bakaran dan korban-korban sajian, tidak mau pandang korban keselamatan, dan tidak mau dengar nyanyian-nyanyian dan lagu. Di sini kita harus introspeksi diri, apakah ibadah kita disenangi Tuhan? Apakah kita mencari Tuhan melalui perkumpulan, perayaan-perayaan gereja, PA dan PD? Apakah puji-pujian kita betul-betul tujuannya untuk menyembah Tuhan? Apakah musik kita didengar Tuhan? Apakah kita memberikan persembahan, pengorbanan dengan hati yang hacur, dengan kerendahan hati? Kita bersyukur dengan kemajuan ekonomi dan kesibukan-kesibukan pelayanan kita tetapi ada bahayanya: Tuhan dinomorduakan.

2. “Carilah yang baik dan jangan yang jahat …” (ay. 14) Apakah yang jahat itu? Tertulis dalam pasal 2:6-8, 12 : meminjamkan uang dengan bunga yang mahal, menindas orang lemah, melakukan pelacuran di bait Allah, dsb. Marilah kita mencari dan meniru yang baik, seperti memperhatikan dan menolong orang lemah. Jangan sampai ekonomi makin maju, moril makin menurun. Marilah kita belajar dari orang nazir supaya ibadah kita disenangi Tuhan, jangan seperti pasal 2:12b, tidak mau dengar firman Tuhan yang benar, maunya cuma dengar yang enak-enak saja. Marilah kita mencari firman Tuhan yang selalu menegur tetapi memberi harapan, sehingga kita memperoleh penyertaan Tuhan (5:14b). Marilah kita mengasihi Tuhan dan mengasihi sesama, berusaha berbuat yang baik untuk sesama dalam kehidupan sehari-hari. Mari kita memperhatikan, pergi menggunakan kaki kita, mengulurkan tangan, dan berkorban (misalnya kita pergi berkorban uang dan waktu ke rumah sakit untuk besuk).

3. “Bersiaplah untuk bertemu dengan Allahmu, hai Israel!” (4:12) Orang Kristen mempunyai kelebihan, yaitu mempuyai dua mata: satu mata melihat realitas di depan, dan satu mata melihat yang kekal, melihat kesudahannya. Kita mempunyai mata pengharapan. Bencana-bencana, gempa bumi, perubahan iklim yang terjadi saat ini dan yang tertulis dalam pasal 4:6-7, 9-11 bukanlah kebetulan, ada arti sebagai tanda-tanda dari Tuhan. Seorang dokter ahli jiwa Kristen yang melayani terminal care (orang2 yang sudah divonis tidak bisa disembuhkan) Tetsuo Kashiwagi, dalam wawancara di NHK, mengatakan bahwa semua manusia akan menghadapi akhir dan bagaimana kita menghadapi akhir itu tergantung dari bagaimana kita hidup selama ini. Marilah kita bersiap untuk bertemu dengan Tuhan kita.

Mengapa Tuhan memanggil Amos, seorang petani dan peternak? Karena saat itu tidak ada nabi yang menyampaikan “pesan” dari Tuhan. Orang-orang Israel saat itu memerintahkan agar nabi-nabi jangan bernubuat. Kita sama halnya seperti nabi. Sama seperti Tuhan “menabung” firman-Nya ke nabi, kita membaca firman Tuhan dan “menabung”nya. Kita orang Kristen yang percaya firman Tuhan, mari kita tabung dan sampaikan.