Pengkhotbah

Perikop
Roma 5:1-5

Ringkasan Khotbah

Kita adalah orang-orang yang telah mengalami pembenaran. Sebagai bukti terhadap pembenaran ini kita harus berbuah. Ada banyak kebencian dalam dunia ini. Misalnya suami membenci istri, atau istri membenci suami, dll. Yang menjadi pertanyaan adalah apakah kebencian itu sudah mengalami penyelesaian. Seringkali kebencian ini menjadi akar pahit. Kekristenan dibangun di atas kasih. Allah mengasihi manusia. Allah meminta manusia untuk mengasihiNya sepenuh hati dan mengasihi sesama seperti dirinya sendiri. Dalam Matius 22:35-40 terdapat ringkasan hukum Allah, dimana perintah utamanya adalah mengasihi. Kita dapat mempelajari 3 kebenaran: ❶ Kewajiban utama kita adalah mengasihi Allah dengan segenap hati dan kekuatan. ❷ Mengasihi diri sendiri secara tepat sehingga kita dapat mengasihi sesama kita. ❸ Mengasihi sesama kita seperti diri sendiri. Siapa yang dapat memampukan kita? Bukan dengan kekuatan kita sendiri, tapi dengan pertolongan Roh Kudus.

Teks hari ini menyebutkan bahwa Allah adalah kasih. Bagaimana kita mengaku sebagai orang yang dipilih, tetapi dalam realita kita membenci sana-sini, hanya memperhatikan kejelekan orang lain. Roh Kudus memenuhi kita ketika kita bertobat dan menerima Tuhan Yesus. Roh Kudus yang diberikan kepada kita memberikan kita yang terbatas ini kekuatan untuk mengasihi. Kita mengenal ada 4 jenis kasih: kasih eros (reaksi kimia antara pria dan wanita), kasih phileo (kasih persaudaraan), kasih storge (kasih keluarga), kasih agape (menggambarkan sikap dan perbuatan Allah kepada manusia, kasih Kalvari (kasih yang berkorban menyerahkan diri sendiri, walaupun penerima tidak layak). Berbicara bahwa buah Roh adalah kasih, ada 3 hal yang dapat kita pelajari: ❶ Roh Kudus menyingkapkan kasih Allah kepada kita dan menciptakan kasih kita kepada Allah. Kita sebenarnya tidak layak mendapat kasih Allah. Kita adalah orang berdosa. Tetapi justru dalam keberdosaan ini Allah tidak melihat siapa kita yang sebenarnya. Ketika kita menyadari kehidupan kita yang berdosa, apakah kita mengaplikasikan yang sama kepada kepada orang lain? Atau apakah ketika orang lain menyakiti kita, kita tidak mau mengampuni dan menyimpan dalam hati? Kasih Allah kepada kita murni dan memberikan pengharapan yang tidak mengecewakan (Roma 5:1-5). Kasih Allah kepada kita luar biasa: a) Allah mengasihi kita saat kita tidak ada harapan, kita mati karena dosa. b) Kasih Allah memindahkan kita dari kematian rohani kepada kehidupan rohani. c) Kasih Allah kepada kita meluas sampai kepada kekekalan. Kasih Allah kepada kita bersifat kekal dan tidak pernah berubah. ❷ Roh Kudus mendorong kita untuk memiliki kasih yang tepat terhadap diri kita sendiri. Banyak orang tidak mengasihi dirinya sendiri. Tuhan baik kepada kita, tapi kita sering tidak mengasihi diri kita sendiri karena merasa tidak tinggi, wajah tidak tampan/cantik, dll. Kasih yang tepat terhadap diri sendiri memampukan kita untuk menerima diri sendiri sebagai pribadi yang unik. Kita berharga bukan karena kita pintar, bekerja di perusahaan besar. Tapi karena darah Yesus Kristus, Ia mengampuni diri kita sendiri, melindungi diri dari sikap dan kebiasaan yang merusak diri, mempersembahkan diri kepada Tuhan, mengembangkan diri dan meningkatkan kualitas. ❸ Roh Kudus memampukan kita mengasihi orang lain supaya kita dapat mengasihi dan menerima mereka dan bersedia memaafkan. Sebagai orang yang sudah menerima kebenaran apakah kasih kita sudah lebih baik daripada orang yang belum menerima kebenaran, kita dapat mengasihi sesama kita dengan segenap hati. Kita adalah orang yang telah mengalami pengampunan. Mari kita tidak hanya berbicara, atau hanya bisa menjelaskan kasih itu, tapi mari kita juga mampu melaksanakannya. Jika kita masih menyimpan kepahitan terhadap sesama, mari kita berdoa meminta ampun dan meminta kekuatan. Bukan karena kekuatan kita tapi karena bantuan Roh Kudus.