Pengkhotbah

Perikop
3 Yohanes 1:1-12

Ringkasan Khotbah

Kebenaran membuahkan pola hidup “buah rohani”. Kebenaran Alkitab sangat mempengaruhi hidup seseorang.

Untuk meresponinya kita memerlukan bimbingan Roh Kudus agar supaya hidup kita diarahkan sesuai dengan kebenaran Firman Tuhan.

Tuhan Yesus berkata, “Jikalau kamu tetap dalam firmanKu kamu benar-benar adalah muridKu dan kamu akan mengetahui kebenaran dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu” (Yohanes 8 ayat 31,32). Jikalau kita adalah murid-muridNya, hidup kita harus dikendalikan oleh kebenaran Firman Tuhan yang akan menuntun kita untuk menjalani tahun 2014 ini.

Di dalam perikop ini ada 3 pribadi yang patut diteladani yaitu Yohanes, Gayus dan Dimetrius.

Gayus seorang anggota jemaat yang diduga sebagai penerima surat yang ketiga dari Rasul Yohanes. Ia seorang yang sangat saleh dan suka membantu dan selalu hidup dalam kebenaran. Kasih yang ditunjukkan oleh Yohanes kepada Gayus adalah kasih Agape, kasih Kristus yaitu kasih yang murni (ayat 1), kasih yang berdasarkan kepada kebenaran. Kita harus berani menunjukkan kasih kepada orang lain dengan motivasi kebenaran. Berdoalah dengan sungguh, selalu rindu untuk belajar dan mengejar kebenaran, Tuhan dengan setia akan menuntun dan mengendalikan langkah hidup kita. Dengan perjumpaan dengan Kristus kita semakin dibentuk oleh kasih dan hikmat Allah. Ada orang yang ingin melayani tetapi tidak mencintai kebenaran, ada juga yang sudah mengetahui kebenaran tetapi tidak mau melayani. Kita umat kepunyaan Tuhan patut meniru Gayus yang penuh kasih dan setia melayani dengan cara yang berkenan kepada Allah. Sebagai anak anak Tuhan yang telah diberkati terlebih dahulu, kita harus saling mendukung dan mengambil bagian dalam pekerjaanNya untuk kebenaran (ayat 1-8).

Berbeda dengan Gayus, kita jangan meniru Diotrefes yang ingin menjadi orang yang terkemuka, tidak mengakui kerasulan Yohanes, selalu melontarkan kata kata kasar dan berbicara tanpa tujuan. Jangan meniru yang jahat (9-11). Kita perlu juga meneladani Demetrius. Ada sikap yang patut dipelajari dari pribadi Dimetrius yang tidak membanggakan dirinya sebagai orang yang taat kepada kebenaran. Malah kebenaran sendiri yang memberi kesaksian yang benar tentang dia. Dengan berlandaskan kebenaran memacu kita untuk hidup lebih intim dengan Tuhan sehingga kita dapat hidup membuahkan buah kebenaran.