Pengkhotbah

Perikop
Yesaya 59:1-21

Ringkasan Khotbah

Pada perikop ini, umat Tuhan bertanya-tanya mengapa Tuhan tidak menyelamatkan umat-Nya yang dalam penderitaan dan mengapa seolah-olah Tuhan menyembunyikan diri dari umat-Nya ketika mereka berseru-seru memohon pertolongan-Nya. Sebenarnya Tuhan mendengar seruan umat-Nya dan sanggup untuk menyelamatkan umat-Nya (ayat 1). Masalahnya sebenarnya bukanlah pada Tuhan, tapi pada umat-Nya.  Ada yang menjadi pemisah antara Tuhan dan umat-Nya yaitu segala kejahatan dan dosa yang dilakukan umat-Nya (ayat 2). Kondisi inilah yang membuat mereka menderita. Umat-Nya mengira masalah penderitaan mereka adalah karena Tuhan, tapi sebenarnya masalah pada mereka sendiri.

Seorang pendeta pernah ditanyai: ”Di mana Tuhan ketika WTC (World Trade Center) diserang oleh teroris?” Pendeta ini menjawab: ”Pertanyaannya bukan di mana Tuhan, tapi di mana manusia pada saat peristiwa itu terjadi? Apakah orang Amerika sungguh-sungguh mencari Tuhan?” Permasalahan bukan ada pada Allah, tapi kita harus segera bertanya di mana kita dan bagaimana kondisi rohani kita sebenarnya.

Umat manusia harus menyadari dosa pemberontakannya. Ayat 3-8 mengungkapkan betapa bobroknya kondisi rohani umat Tuhan. Mereka tetap melakukan ritual agama dengan setia, mencari Tuhan, dan melakukan puasa. Akan tetapi, mereka tetap melakukan dosa. Mungkin dalam kehidupan sekarang kita melihat ada orang yang ibadah tiap Minggu tapi juga ke diskotik, tekun membayar perpuluhan dan persembahan tapi juga korupsi, mulutnya memuji Tuhan tapi dengan mulut yang sama juga menyakiti hati orang lain. Umat Tuhan menanti-nantikan terang, mereka merindukan keselamatan dari Tuhan, tapi mereka tidak memperolehnya. (ayat 9). Semuanya disebabkan oleh pelanggaran mereka sendiri.

2 Samuel 12-16:18: Daud bertekun dalam doa dan puasanya untuk anaknya yang sakit. Anak Daud meninggal bukan karena Tuhan tidak sanggup menyelamatkan anak itu, tapi karena dosa Daud yang begitu besar dimana dia mengambil istri orang lain dan membunuh suaminya. Apakah ada di antara kita yang sedang mengalami penderitaan? Mari kita menguji hati kita. Apabila kita memang hidup dalam dosa, masalahnya memang ada di kita. Mari kita menyadari bahwa kesalahan bukan ada pada Tuhan, tapi ada pada kita. Kita adalah orang berdosa dan pemberontak.

Ayat 12-15a mengungkapkan betapa besarnya dosa-dosa umat Tuhan sehingga dosa-dosa itu disebutkan bersaksi melawan mereka. Ayat-ayat ini menceritakan dosa-dosa umat Tuhan. Di sisi lain, ayat-ayat ini menjadi bagian yang menceritakan pengakuan-pengakuan dosa yang dilakukan oleh umat-Nya. Kita harus menyadari kalau kita orang berdosa (1 Yohanes 1:8). Namun bukan hanya sadar, tapi kita harus mengakui dosa-dosa kita itu secara spesifik. Banyak orang yang menyadari kalau mereka berdosa tapi kalau mengaku dosa, hanya menyebutkan dosa-dosanya secara umum. Seperti ayat-ayat di atas, umat Allah perlu mengakui dosa-dosa mereka dan menyebutkan semuanya dengan spesifik, tidak secara umum.

Apabila kita mengakui dosa kita dan bertobat, maka ada janji Tuhan seperti tertulis pada 1 Yohanes 1:9: “Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan”. Wujud orang yang menerima anugerah Allah dan bertobat: (1) Taat pada pimpinan Roh Kudus (Efesus 5:18, Galatia 5:25); (2) Tekun membaca Firman Tuhan (bandingkan dengan Yosua 1:8).

Marilah kita menjadi orang yang menyadari keberdosaan kita, kemudian kita mengakui dosa-dosa kita di hadapan Tuhan, dan bertobat.

(MS/04/11)