Pengkhotbah

Perikop
Yosua 23:1-16

Ringkasan Khotbah

Ketekunan orang-orang percaya kepada Yesus Kristus akan membuat imannya semakin kuat dan dewasa di dalam Kristus. Di sisi lain, ketekunan akan membuatnya kuat di dalam menghadapi ujian iman dan pergumulan kehidupannya. Yosua adalah tokoh yang konsisten dengan panggilannya. Tuhan memanggil Yosua di pasal 1 untuk menjadi pemimpin Israel dengan prinsip berpegang kepada Firman Tuhan. Ketika ia akan meninggal dalam usia 110 tahun, ia tetap memiliki komitmen yang sama, Yosua memerintahkan Israel untuk “bertekun mengasihi Tuhan” yang ia sendiri telah melakukannya. Menurut Erik Erikson, pakar ilmu sosial dan kejiwaan, Ada 2 jenis orang tua, yang puas dan putus asa, tergantung kepada bagaimana mereka mengakhiri hidup mereka, bagaimana anak2 nya sudah bertumbuh, siapa yang meneruskan pekerjaan mereka dst. Waktu Yosua masih muda Tuhan mengatakan “jangan takut”. Yosua mengikuti dan menjalani perintah Tuhan, dan melihat buktinya, sehingga di akhir hidupnya Yosua memberikan pesan yg sama kepada orang Israel.

Bertekun mengasihi Tuhan bukan hanya waktu masih muda dan produktif, tapi seumur hidup. Baik waktu kita dalam kondisi baik maupun menghadapi tantangan berat sekalipun. Kemuliaan dan usia tua tidak datang bersamaan seiring dengan waktu, tapi seiring dengan pertumbuhan iman kita.

Dalam ayat 11 Yosua berkata “Demi nyawamu”, artinya sebagaimana kau menilai nyawamu penting, seperti itulah kau mementingkan bertekun mengasihi Allah. Bagi bangsa Israel mengasihi Tuhan sama dengan hidup. Tapi bila menjauh dari Tuhan hukuman juga datang. Sejauh manakah kita mengenal Tuhan melalui pergumulan hidup kita? Mengerjakan panggilan hidup Tuhan itulah yang utama. Yosua sudah menyelesaikan tugasnya dan membagikan tanah Kanaan berdasarkan suku2 (Yos 21:43-45). Bagi bangsa Israel, warisan sudah ada, harta secara finansial sudah cukup. Tapi Yosua memperingatkan mereka untuk jangan terikat pada harta itu. Kita pun pasti ingin hidup tenang dan sejahtera bagi kita dan anak cucu kita. Itu tidak salah, tapi jangan terikat akan hal itu hingga kita lupa mencari Tuhan. Dalam mencari berkat Allah jangan mencari hanya berkatnya saja tapi carilah Tuhan itu sendiri. Perlu secara aktif membangun iman, bertekun beribadah dan mencari Firman Tuhan. Bangsa Israel perlu hidup dalam kekudusan di tengah2 hidup mereka, yang meski banyak berkat fisik Tuhan juga ijinkan ada ancaman musuh dan ancaman penyembahan berhala.

Bertekun mengasihi Tuhan itu berarti:

1. Memelihara perintah Tuhan (ay. 6). Kata2 Yosua persis sama dengan kata2 Tuhan kepadanya dulu, yaitu “Kuatkankah benar2 hatimu.”, sama aeperti awalnya Yosua dipanggil Tuhan dia takut tapi belajar memberanikan diri. Seorang pemimpin sejati bukan saja sekedar membuat teori, membentuk tim dan menjalaninya, tapi orang yang hidup di jaman ini tapi bisa membentuk visi melampaui jamannya dan menanamkan kepada orang sekitarnya.

Yosua belajar menangkap visi Allah. Manusia jangan mengarang2 visi kehidupan sendiri tapi bagaimana menemukan visi tujuan Allah dalam kehidupannya. Harus memiliki kepekaan terhadap Firman Tuhanalu menerapkan visi itu secara nyata.

2. Tidak bergaul dengan bangsa2 kafir (ay. 7)

Tuhan tidak memusnahkan habis bangsa2 lain di tanah Kanaan, membiarkan mereka ada di sana untuk menguji dan membuktikan bangsa Israel itu sungguh2 menyembah Tuhan atau tidak. Mana yang taat mana yang perlu dididik lagi.

Tuhan juga mengijinkan pergumulan kesulitan datang kepada kita. Agar kita diuji untuk terbukti sungguh2 atau tidak mengasihi Tuhan. Kita perlu waspada, jangan menyeleweng dalam hal ibadah dan penyembahan seperti orang2 kafir.

3. Berpaut kepada Tuhan (Ay. 8)

Berpaut berarti terikat kepada Allah.Kesejatian tidak bisa dilihat dalam hal2 yang terlihat di dunia ini. Tapi ada dalam orang yang hidup bergaul kepada Allah.

Kitab Efesus bisa dirangkum sbb: Pasal 1 : Allah sudah menentukan orang2 kepunyaanNya. Pasal 2 : Tuhan menyelamatkan orang2 pilihanNya. Pasal 3 : Kristus diam di tengah2 umatNya. Pasal 4 : Tuhan memimpin umatNya bertumbuh menjadi gereja. Mereka hidup dalam pertobatan. Pasal 5 : Kehidupan praktis orang2 dalam gereja, dan dalam keluarga. Pasal 6 : Kenakanlah seluruh kelengkapan senjata Allah, berarti kita tidak berhenti setelah mencapai satu titik tertentu tapi terus bertekun. Tuhan sudah membuktikan kepada bangsa Israel pemeliharaan Nya terlebih dahulu. Semua yang baik Tuhan sudah sediakan dan beri. Demikian juga dengan kita, Tuhan sudah mempersiapkan keselamatan kita dari awal hingga dikerjakanNya, tidak berarti kita bisa berhenti di situ, tapi kita perlu terus bertekun mengasihi Tuhan.