Pengkhotbah

Perikop
Yeremia 33:3

Ringkasan Khotbah

Melalui bagian firman Tuhan ini kita merenungkan tentang doa. Kehidupan doa bukan hanya sekedar ikut persekutuan doa pada hari-hari tertentu, tetapi merupakan satu hal yang berkelanjutan dalam kehidupan kita sehari-hari, bahkan dalam situasi sesulit apapun.

Firman Tuhan dalam Yeremia 33:3 diberikan saat bangsa Israel akan masuk ke dalam pembuangan. Yeremia mempersiapkan bangsa Israel masuk ke pembuangan. Nabi-nabi pada waktu itu hanya berseru-seru tentang hal sukacita bahwa Tuhan akan mematahkan kuk raja Babel dan Israel selalu mengabaikan para nabi yang diutus untuk berbicara atas nama Tuhan sehingga akhirnya Tuhan menyerahkan Israel ke dalam pembuangan. Bahkan kitab Ratapan memuat ratapan Yeremia yang hidup dalam jaman di mana doa tidak dijawab, di mana justru Tuhan menyuruh untuk tidak mendoakan bagi orang Israel.

Dalam hidup kita, ada doa-doa yang segera dijawab tetapi ada doa yang perlu waktu yang lama sampai Tuhan menjawab. Tuhan membawa bangsa Israel dari Kanaan ke Mesir untuk memelihara dan memperbanyak mereka (Kejadian 45). Tetapi setelah itu mereka diperbudak oleh Mesir yang menganggap Israel sebagai ancaman. Selama 400 tahun dalam perbudakan, tentunya ada waktu-waktu di mana bangsa Israel berseru kepada Tuhan. Setelah 400 tahun akhirnya dalam Keluaran 3 dikatakan bahwa Tuhan mendengar keluhan mereka dan menyiapkan Musa untuk memimpin bangsa Israel keluar dari perbudakan di Mesir.

Iman kita tidak boleh bersandar pada apa yang dapat kita lihat (yaitu hasil doa), tetapi harus bersandar semata-mata pada Allah sendiri, pada janji Firman Tuhan, kesetiaan dan keadilan Allah yang tidak dapat kita fahami. Ada doa yang yang langsung dijawab oleh Tuhan seperti contoh di Perjanjian Baru di mana Yesus menyembuhkan orang sakit, tetapi ada juga doa yang sudah dipanjatkan terus-menerus tetapi tidak dijawab dalam waktu yang lama
seperti doa dan keluhan bangsa Israel dalam pembuangan.

Jangan kita berkecil hati kalau Tuhan belum menjawab doa kita karena ada masa dan waktu dalam hikmat Tuhan, dan rencana Tuhan yang indah. Semuanya bukan tergantung kepada kita tetapi kepada hikmat Tuhan. Kita perlu
terus-menerus berdoa dengan mengingat kebenaran bahwa kitalah yang di tangan Tuhan, bukan Tuhan di tangan kita. Kalau kita menyerahkan diri kepada Allah yang hidup dan menyadari segala hikmat dan kuasa yang ada pada Allah maka kita akan mulai dapat menjalankan kehidupan doa yang lebih sungguh dan tidak tergoyahkan.

Gereja Tuhan didorong Tuhan dan diperintah Tuhan untuk berdoa. Kita wajib menjalankan kehidupan doa sekalipun kita belum mendapatkan jawaban dari doa kita karena inilah hal yang menyenangkan hati Tuhan. Dan
sukacita yang kita dapatkan melalui hidup dalam doa sangat berbeda dengan hidup tanpa doa. Doa perlu menjadi persembahan yang kudus dan disertai dengan ungkapan syukur, yaitu persembahan keinginan-keinginan kita yang kita bawa kepada Tuhan. Kita perlu melihat apakah ada keinginan-keinginan kita yang tidak cocok dengan kehendak Tuhan dan tidak memuliakan Tuhan, lalu membuang semuanya itu supaya lewat kehidupan doa kita semakin diperbaharui lagi. Mari kita lebih semangat lagi untuk terus-menerus berdoa apapun situasinya.

(CS/04/09)