Pengkhotbah

Perikop
Matius 25:1-13

Ringkasan Khotbah

Sebagai orang Kristen, kita harus menantikan Tuhan dengan hati yang berjaga-jaga dan senantiasa tertuju kepada Tuhan dan kedatangan-Nya kedua kalinya. Tuhan Yesus memberikan perumpamaan tentang sepuluh gadis, lima yang bijaksana karena menyiapkan diri menyongsong mempelai laki-laki dan lima yang bodoh yang tidak sungguh-sungguh menyiapkan diri. Gereja diibaratkan sebagai perawan suci yang kudus dan murni di hadapan Allah (2 Korintus 11:2). Dan gereja dipanggil untuk terus-menerus dalam proses pemurnian yang sungguh-sungguh di hadapan Allah. Gereja yang sudah dimurnikan juga perlu memiliki jemaat yang terus dibaharui agar senantiasa selaras dengan firman Tuhan. Proses pemurnian ini tidak pernah berakhir sampai saat kedatangan Tuhan Yesus kedua kalinya. Karena itu kita perlu memohon kepada Tuhan untuk senantiasa memurnikan motivasi kita agar dapat melayani dan menyenangkan hati Tuhan. Dan gereja perlu memotivasi jemaat untuk dapat menyiapkan diri menyongsong kedatangan Tuhan kedua kalinya.

Dalam pernikahan di Timur Tengah, acara perayaan bagi pengantin wanita dan pengantin laki-laki berjalan di tempat masing-masing sekitar seminggu dan pada hari terakhir pengantin laki-laki akan datang menjemput pengantin wanita tanpa memberitahukan waktunya. Untuk itu ada gadis-gadis yang disiapkan untuk menyongsong sang mempelai laki-laki. Beberapa hal yang dapat kita pelajari dari perumpaan di bagian ini:

  1. Ada kesalahan yang disengaja. Gadis yang tidak menyiapkan diri bukan satu orang saja melainkan setengah dari kelompok tersebut. Mereka menyepelekan persiapan ini dan menganggap bahwa dapat meminta pertolongan orang lain. Kita sebagai orang Kristen harus sadar bahwa kita bukan hanya orang beragama tetapi adalah orang yang sudah percaya Tuhan. Karena itu kita harus melakukan setiap bagian yang dipercayakan kepada kita dengan sungguh-sungguh. Tuhan Yesus ingin agar kita memiliki hati seorang anak yang mau dibimbing dan dibentuk. Janganlah kita melakukan kesalahan yang disengaja seperti tidak mau belajar Alkitab, tidak mau melayani, tidak mau tekun beribadah. Dosa akan menghalangi kita dari Alkitab, tetapi Alkitab akan merintangi kita dari dosa. Mana yang kita pilih?
  2. Tidak ada kesempatan lagi. Saat menyongsong kedatangan mempelai laki-laki merupakan gambaran kedatangan Tuhan Yesus kedua kali. Jadi tidak ada kesempatan lagi bagi orang yang belum percaya untuk meminta pertolongan dari orang yang sudah percaya. Keselamatan sifatnya pribadi, tidak dapat dijaminkan kepada orang lain seberapa pun dekatnya dengan kita. Sekaranglah waktunya untuk bertobat dan sungguh-sungguh menyiapkan diri untuk menyongsong kedatangan Tuhan.
  3. Tidak dikenal (bandingkan dengan 2 Timotius 2:19). Walaupun kita rajin bergereja dan melakukan banyak pelayanan, tetapi pertanyaan penting yaitu apakah kita sudah mengenal Tuhan secara pribadi atau belum? (Matius 7:21-23)

Roma 8:29: Allah ingin agar semua anaknya menjadi lebih serupa dengan gambaran Tuhan Yesus. Orang yang berjaga-jaga secara rohani bukanlah orang yang tidak melakukan apa-apa dan hanya berdiam diri saja melainkan membuka mata rohaninya dan tetap melakukan bagiannya (pekerjaannya, studinya, dsb) dengan sungguh-sungguh.