Pengkhotbah

Perikop
Mazmur 96:1-13

Ringkasan Khotbah

Pada hari Minggu terakhir dalam ibadah di tahun 2012 marilah kita mengevaluasi diri kita di hadapan Tuhan. Bagaimana hidup kita di tahun ini? Apakah sudah seperti yang Tuhan inginkan dan perintahkan? Seperti dengan tema Gereja kita tahun ini bahwa kita harus hidup melimpah di dalam Tuhan. Mengapa kita harus memuliakan Tuhan dalam hidup kita? (1) Tuhan itu Raja (Mazmur 96:10). Alkitab menekankan bahwa Tuhan sebagai Raja yang menunjukkan Dia sebagai Penguasa dan berdaulat penuh atas kehidupan di dunia ini. Tuhan adalah Allah yang besar dan Raja yang mengatasi segala allah dan berkuasa atas segala langit, bumi dan isinya (Mazmur 95:3-5). Marilah kita hidup memuliakan Allah dengan iman yang sejati. Tanda dari iman yang sejati ini adalah proses matinya si aku, sehingga kebutuhan dan keinginan pribadi makin lama makin lenyap. Iman yang lahir dari pengakuan Tuhan adalah Raja membawa orang percaya tidak lagi mengisi doanya dengan meminta kepada Allah untuk diperkaya dengan kebendaan dan kenikmatan dunia. Marilah kita mengarahkan hidup kita untuk kemuliaan Tuhan karena Dia adalah Raja dan Penguasa hidup ini dengan bersikap: 1) Bawalah persembahan (Mazmur 96:8b). Membawa persembahan harus tertuju kepada kemuliaan Tuhan bukan kepada manusia. Sebagai umat Tuhan kita perlu mensyukuri segala sesuatu kepada Tuhan karena kita sudah mengalami dan menikmati berkat Tuhan selama 1 tahun ini. 2) Sujudlah menyembah kepada Tuhan (Mazmur 96:9). Dalam kehidupan sehari-hari kita harus memuliakan nama-Nya dan menyembah Tuhan dengan berhiaskan kekudusan, karena kekudusan adalah milik Tuhan (Mazmur 29:2). Tuhan tidak pernah menerima pengakuan atau penyembahan dari setiap yang dilakukan dengan tidak disertai kekudusan (Markus 1:24). (2) Tuhan itu Hakim (Mazmur 96:13). Di dalam kitab Perjanjian Lama, hakim diartikan sebagai penentu keadilan dan kebenaran, Ia akan menghukum yang salah dan membenarkan yang benar. Dampak dari kita menjadikan Tuhan sebagai Hakim dalam kehidupan sehari-hari adalah Dia akan memerintah dalam hati manusia oleh kuasa kebenaran dan Roh. Mazmur 72:1-2 dan Yesaya 11:2-4, menunjukkan bahwa Allah adalah Hakim yang adil dan gelar ini dikenakan juga kepada Kristus dimana Dia yang akan datang kelak untuk menghakimi bumi. Kristus akan datang dan menghukum musuh-musuh-Nya dan menyatakan janji Tuhan kepada umat-Nya. Allah kita adalah Hakim, maka Ia akan murka atas kesalahan (Mazmur 7:12) dan kita dituntut untuk belajar hidup dengan hati nurani yang murni di hadapan Tuhan dan manusia (Kisah Para Rasul 24:16; Mazmur 7:9-10). Penghakiman Tuhan terjadi dengan adil, benar dan tidak ada kompromi untuk marilah kita hidup menyenangkan-Nya. (3) Tuhan itu Mahabesar (Mazmur 96:4-5). Dalam kesempurnaan sifat, penciptaan, penebusan telah terbukti bahwa Tuhan sangat sempurna melakukan pekerjaan-Nya dan ini terjadi semata-mata karena Ia sangat mengasihi setiap umat-Nya. Pengharapan kepada dewa-dewa adalah sia-sia maka ibadah kepada mereka adalah juga sia-sia. Setiap dewa selalu meninggikan diri tapi pada kenyataannya tidak memiliki kekuatan apa-apa (1 Samuel 5:3-4). Tuhan kita adalah Mahabesar, yang artinya Dia adalah Penguasa, Pencipta dan Pemelihara umat-Nya. Inilah yg membuat kita tetap ada sampai hari ini, kemahabesaran Tuhan menjadi dasar kehidupan kita. Sebab Dia menaruh kita di tangan-Nya. Aku, Akulah TUHAN  dan tidak ada juruselamat selain dari pada-Ku. Akulah yang memberitahukan, menyelamatkan dan mengabarkan, dan bukannya allah asing yang ada di antaramu. Kamulah saksi-saksi-Ku, ” demikianlah firman TUHAN, dan Akulah Allah (Yesaya 43:11-12).