Pengkhotbah

Perikop
Mazmur 138:1-8

Ringkasan Khotbah

Kristus adalah dasar dan pengantara sehingga kita dapat dibenarkan. Rasul Paulus menjelaskan dalam Roma 4:25, 5:2, oleh karena Yesus kita memperoleh jalan masuk, Yesus yang telah diserahkan karena pelanggaran kita dan dibangkitkan karena pembenaran kita. Tuhan telah membuka jalan bagi kita melalui Seorang Perintis (Ibrani 6: 20), Dia telah mendahului kita merintis jalan bagi kita. Dalam kondisi kita yang najis Tuhan telah bermurah hati membimbing dan memberikan kesempatan untuk bersekutu denganNya. Bagi orang yang percaya dapat mengalami dan menikmati hidup bergaul denganNya. Teks ini mengajari sesungguhnya orang percaya patut bersyukur dengan segenap hati. Daud mendorong kita bagaimana untuk hidup bersyukur kepada Tuhan.

Bersyukur diambil dari arti nama Yehuda (Kejadian 29:35) pujian Lea karena  melahirkan Yehuda. Janji berkat Yakub kepada Yehuda (Kejadian 49:8) engkau akan dipuji. Yehuda akan menjadi salah satu suku yang paling terkemuka dan suku yang akan dipuji oleh saudara-saudaranya. Sudah dinubuatkan bahwa Mesias akan datang dari suku Yehuda. Keselamatan oleh karya Kristus menjadi dasar ucapan syukur bagi umat Allah.

Sikap hidup mau bersyukur, ayat 1: Kita diajari untuk mensyukuri segala kondisi dan keberadaan kita. Dari pengucapan syukur atas semua hal dalam kehidupan ini kita bisa memetik buah keberhasilan. Bersyukur adalah nikmat hidup bagi mereka yang telah mengalami karya keselamatan. Ayat 2: Sujud kearah Bait Allah. Dengan tekun dan setia Daud merendahkan diri dihadapan Tuhan, ia bertekad untuk dekat dengan Allah dan terus menyembah Dia. Dalam ayat ini Daud mengakui ia menyembah oleh karena kasih setia Tuhan bukan karena perbuatan baiknya. Wujud pergaulan bersama Allah adalah “Ibadah” (Mazmur 65:5, 84:11). Kita menyembah Allah dengan hati yang tulus dan keyakinan iman yang teguh penuh kepastian. Ibrani 10:22-25 mengartikan, Roh Tuhan berdiam didalam umat tebusanNya dan setiap hari Dia berbicara kepada kita melalui hati nurani yang telah dimurnikan.  Ibadah yang kita lakukan di dunia sekarang ini adalah gambaran sukacita yang akan kita nikmati kelak bersama Kristus. Ayat 3: Tuhan selalu menjawab Daud. Dialami oleh Daud sewaktu diancam oleh raja Saul (Mazmur 18:7). Ditengah tantangan hidup kita, Allah tidak pernah terlalu cepat atau terlalu lambat mengulurkan tanganNya untuk menolong kita. Dia adalah Allah yang menolong tepat pada waktunya. Ayat 4: Janji Allah. Allah selalu menggenapi janjiNya (Kejadian 12:2). Karena itu Daud sangat mengimani dan selalu mengandalkan pertolongan Tuhan. Dia adalah Allah yang tidak berubah. Ayat 5: Kemuliaan Tuhan (Mikha 4:1,2) “Akan terjadi pada hari-hari yang terakhir…, sebab dari Sion akan keluar pengajaran dan Firman Tuhan dari Yerusalem”. Ayat 6: Tuhan yang melihat umatNya. Ia mau mewujud nyatakan kasih karuniaNya kepada kita. Allah mengetahui kebutuhan kita sesungguhnya, Ia peduli kepada kita. Allah merencanakan pemeliharaan, pengampunan, keselamatan dan pengudusan bagi kita. Ayat 7: Kemurahan hati Allah. Dia melihat kesengsaraan dipenuhi oleh belas kasihan. Allah lamban marah, cepat menunjukkan kasih dan kemurahan (Keluaran 3:7). Ayat 8: Kesetiaan Tuhan. Jika Allah dipihak kita maka kita tidak perlu takut melangkah karena Dia selalu siap mengalirkan kekuatan bagi orang yang gemar mencari wajahNya.

Pada tahun 2016 ini marilah kita bergaul dengan Tuhan dengan penuh ucapan syukur, mintalah kepada Tuhan agar kita diberi hati yang baru dan bulatkan tekad untuk belajar peka mendengar suaraNya yang selalu menggema melalui Firman dan hati nurani kita.