Ringkasan Khotbah

Penginjilan Paulus di Listra tertuju kepada:

  1. Orang Lumpuh

Pada ayat 8-10 disebutkan bahwa orang lumpuh tersebut kakinya lemah dan belum pernah berjalan, ia lumpuh dari lahir. Namun demikian, orang lumpuh tersebut dengan seksama mendengarkan ketika Paulus berkotbah. Perlu menjadi catatan disini, bahwa saat itu Paulus sedang berada di tengah kota. Sedangkan tempat penyembahan dewa zeus ada di luar kota, sehingga orang-orang lumpuh tersebut tidak memungkinkan untuk pergi ke luar kota mempersembahkan persembahan bagi dewa zeus. Untuk inilah kita dapat memperhatikan bahwa melalui penderitaan ini, mendekatkannya pada kebenaran firman Tuhan. Karena keseriusan dan kesungguhan dalam mendengarkan FirmanNya, Tuhan melalui Paulus akhirnya memberikan kesembuhan. “Keseriusan seseorang dalam mencintai Tuhan dapat dilihat dari bagaimana ia mendengarkan Firman Tuhan”.  Ada kritikan yang menyebutkan bahwa, mengapa Paulus tidak menyembuhkan orang itu dengan nama Yesus? Namun perlu dilihat bahwa pada saat itu Paulus sedang mengajar Firman Tuhan, sehingga tidak mungkin motivasi Paulus menyembuhkan adalah berdasarkan ajaran yang salah. Apa yang dikatakan Paulus kepada orang lumpuh tersebut (berdirilah tegak diatas kakimu) berarti bahwa kuasa Tuhan bertahta atas hidupmu.

Thomas Oase (abad 17) mengatakan bahwa penderitaan adalah merupakan alat tempa Allah untuk melembutkan hati yang sekeras besi. Besi harus dipanaskan terlebih dahulu kemudian baru bisa dibentuk. Demikian juga dengan hati manusia yang keras dan perlawanan alaminya menjadi sangat meningkat karena kemakmuran. Tanpa iman kepada Kristus tidak ada sukacita sejati. Sebaliknya bersama dengan Kristus, orang percaya tidak perlu takut menghadapi penderitaan. Manusia tidak ada yang tidak memiliki pergumulan. Namun melalui itulah Tuhan menempa kita. Di tengah pahitnya ujian kita, kita harus mengakui belas kasihan dan kebaikan Bapa kita terhadap kita, karena bahkan pada saat itupun dia tidak henti-hentinya untuk mendengar. Jauh lebih berarti seseorang yang bergumul/sedang menderita dan mau mendengar dengan serius kebenaran Firman Tuhan, daripada orang yang sempurna namun tidak mempunyai waktu untuk duduk dengan tenang di bawah pengajaran Rasul.

 

  1. Orang Banyak

Paulus pada saat itu dianggap sebagai dewa Hermes yang berarti sebagai pelindung para musafir dan gembala. Dia disebut juga dewa kefasihan dan orator. Karena hal tersebut, Paulus sampai mengatakan dan menegaskan bahwa ia adalah orang biasa, supaya orang-orang dapat melihat siapa yang memang harus mereka sembah, yaitu Allah yang sebenarnya. Paulus adalah orang yang jujur dan tidak senang disebut sebagai dewa (ayat 14). Paulus tidak menyalahgunakan kekuasaan Tuhan dan kesempatan untuk keamanannya pada saat itu. Manusia penuh dengan kelemahan dan perasaan tidak layak dihadapan Tuhan. Allah memakai orang-orang biasa yang dengan sukacita dan gairah sorgawi mau melayani dan memberitakan Injil. Untuk itu, karena kita lemah, marilah kita bergantung kepada Tuhan. Allah yang hidup membedakan dari berhala-berhala. Allah pencipta yang besar dari segala sesuatu menegakkan, mengarahkan, menentukan, mengatur dan memerintah semua makhluk ciptaan.

Lalu apakah yang harus diperbuat? Berbaliklah kepada Allah yang hidup yang akan memberikan pertobatan. Firman Tuhan tanpa menyebutkan nama Yesus adalah sia-sia. Dosa merusak segala sesuatunya, namun Firman Tuhan memulihkannya.