Pengkhotbah

Perikop
Matius 9:6

Ringkasan Khotbah

Ada yang mengatakan sejarah manusia adalah sejarah perang. Perang disebabkan antara lain karena ekonomi, sengketa wilayah, dan sumber daya alam. Bukan hanya perang antarsuku, perang antarmanusia secara pribadi juga ada, bisa karena harta, perang dingin dalam keluarga, dan perceraian karena perbedaan sifat.

Dalam Alkitab, banyak ayat membahas perang dan dosa, antara lain dalam Yakobus 4:1-2, Markus 7:20-22, dan Roma 3:9-11, 15-18. Manusia berperang dan berkelahi karena dosa dan tidak ada seorang pun yang bebas dari akibat dosa. “Kenapa Allah membiarkan manusia berperang?” Sering kali pertanyaan ini dijadikan alasan kita tidak percaya Tuhan.

Allah berkata kepada ular, yaitu iblis, ketika Adam dan Hawa jatuh dalam dosa bahwa Allah mengada- kan permusuhan, bukan di antara manusia, tetapi di antara ular dan Hawa serta keturunannya.
Damai dalam bahasa Ibrani adalah shalom, artinya keadaan sempurna atau keadaan yang sewajarnya ada. Artinya, hubungan manusia yang ideal. Dalam bahasa Yunani disebut eirene, artinya menjadi bersama atau bekerja sama. Artinya, peace atau harmony, welfare atau makmur, dan sehat. Dalam Alkitab, damai yang didatangkan Allah melalui Mesias adalah keselamatan. Karena itu, eirene bisa berarti keselamatan dan damai sejahtera dengan hubungannya dengan Allah.

Dalam Kejadian, Allah mengadakan perdamaian dengan manusia melalui Nuh. Tetapi manusia kembali berdosa dengan mendirikan menara Babel. Tuhan tidak mengizinkan dan menghancurkannya karena manusia akan bermasyarakat tanpa Tuhan. Manusia disadarkan melalui perang dan kesulitan supaya ingat kembali apakah manusia diciptakan Allah demikian seharusnya dan supaya bisa merasakan tidak bisa hidup di dunia tanpa Tuhan. Perang ada bukan karena tidak ada Tuhan, tetapi Tuhan sedang merangkul kita.

Tuhan memilih satu suku Shalom, yaitu Israel. Tetapi ketika mereka makmur di Kanaan, mereka menyembah berhala. Bukan hanya Israel, tetapi kita juga. Ketika kita sudah diberkati, kita sering lupa Tuhan. Dalam Perjanjian Lama, Tuhan sering memerintahkan Israel untuk perang. Kenapa? Hal ini jangan dibandingkan dengan zaman ini. Pertama, melalui perang, kemuliaan Allah dinyatakan. Bangsa Israel diselamatkan menyeberang Laut Merah supaya kemuliaan Allah dinyatakan. Arti kedua, sebagai latihan umat Israel menghadapi musuh besar, seperti yang dilakukan Yosafat. Bangsa Israel dilatih secara rohani, bagaimana menggantungkan diri kepada Tuhan. Tuhan bertindak kepada yang bermusuh kepada Tuhan. Tuhan taruh permusuhan antara iblis dan umat manusia. Tuhan campur tangan dan bertindak.

Dalam Matius 5:9 tertulis “Berbahagialah orang yang membawa damai”. Kata “membawa” dalam terjemahan lain adalah “membuat”. Dalam bahasa Yunani bisa diterjemahkan sebagai peacemaker (membuat damai). Orang Kristen yang benar dalam Kristus sajalah yang bisa membawa damai. Bukan mencintai damai, suka damai, atau belajar damai saja, tetapi membuatnya. Martyn Lloyd-Jones, pengkhotbah terkenal abad ke-20 di Westminster Chapel di London, mengatakan orang yang membuat damai adalah orang yang: pertama, tidak memikirkan keuntungan diri sendiri dan kedudukan dan faedah untuk diri sendiri. Kedua, tidak berbicara. Orang Kristen harus berdiam diri, mengatur, dan menguasai lidah saat ada masalah. Ketiga, memiliki motivasi atau perhatian untuk kemuli- aan Allah. Keempat, senantiasa dalam segala perkara dan situasi memandang masalah dari segi terang Injil. Terakhir, berusaha mencari jalan dan sarana membuat damai, bukan hanya mendengar dan bicara. Ayat-ayat Alkitab tentang ini bisa dibaca di Mazmur 34:15, Roma 14:19, dan 1 Petrus 3:11. Doa kita dan usaha kita membawa damai tidak akan sia-sia jika kita mengandalkan kekuatan dari Tuhan. Carilah damai dan berdoa. Cari dan berusahalah untuk mendapatkannya.