Ringkasan Khotbah

Teks hari ini menunjukkan pertumbuhan kekristenan di Antiokhia, sebagai ibukota Siria pada saat itu. Salah satu dari 7 diaken yang dipilih di Kisah Rasul 6:5, adalah Nikolaus – seorang penganut agama Yahudi dari Antiokhia. Diperkirakan bahwa dia ini yang kembali ke kota asalnya dan membawa berita Injil Kristus. Itulah sebabnya ditulis di ayat 19 bahwa “namun mereka memberitakan Injil kepada orang Yahudi saja.” Inilah rahasia pekerjaan Allah di tengah dunia ini. Terkadang kita terlihat kalah, tetapi di tengah situasi tersebut, Allah sedang memakainya untuk menyatakan kemenangan-Nya. Berdasarkan Katekismus Heidelberg: Mengapa kamu disebut sebagai seorang Kristen? Karena aku adalah seorang anggota dari Kristus oleh iman dan oleh karena itu adalah seorang yang ikut mengambil bagian di dalam pengurapan-Nya, sehingga aku boleh mengakui nama-Nya, mempersembahkan tubuhku sebagai sebuah persembahan yang hidup bagi pengucapan syukur kepada-Nya, dan dengan hati nurani yang bebas dan baik berperang melawan dosa dan si jahat di dalam hidup ini, dan setelah itu bertahta bersama Dia secara kekal atas segala ciptaan. Ada beberapa makna daripada Kristen ini yaitu, a) Telah ditebus oleh Kristus (Roma 3:24). b) Berelasi intim dengan Kristus (Roma 8:38-39). c) Menjadi serupa dengan Kristus (Roma 8:29). Istilah “serupa” Yun: eikon = mencerminkan sumber asli dengan baik.

Bagaimanakah kehidupan sebagai Kristen itu? Berdasarkan teks ini, Kristen berarti: ❶ Berkarya di tengah penderitaan (ay. 19). Jemaat mula-mula, terus mengalami penganiayaan. Bdk dengan berita yang ditulis di Kis. 8:1-4. Peristiwa pembunuhan Stefanus, dicatat di dalam pasal 7. Tetapi di sini masih disinggung bahwa jemaat terus mengalami penganiayaan. Akibatnya adalah mereka terus tersebar sampai ke Fenisia, Siprus dan Antiokhia. Penderitaan mereka ini menjadi cara di tangan Allah untuk menyebarluaskan berita Injil di berbagai tempat. Melalui penderitaan, Tuhan memberi pencerahan tentang penderitaan Kristus. Melalui penderitaan tsb, kita akan berkata: “Jika serpihan salib yang saya rasakan begitu berat, betapakah berat salib Kristus yang sesungguhnya? Jika rasa sakit tubuhku sedemikian pahit, alangkah menyesakkannya penderitaan yang dipikul Tuhan Yesus di dalam jiwa-Nya.” Pada saat kekristenan mulai diperkenalkan kepada berbagai lapisan masyarakat pada waktu itu, kaisar Romawi telah mengklaim dirinya sebagai dewa dan mewajibkan setiap orang untuk menyembahnya. Mengapa mereka begitu bergairah membawa berita Injil tersebut ke berbagai tempat? Karena kasih mereka yang tak terhingga kepada Kristus. Anak Allah satu-satunya, yaitu Yesus telah direlakan menderita di tengah dunia ini. Marilah tetap berkarya di tengah penderitaan dan pergumulan mereka. ❷ Memberitakan Injil (ay. 20). Memasuki ayat 20 ini, pemberitaan Injil disampaikan kepada orang-orang Yunani. Bahkan disebut juga bahwa ada beberapa orang dari Siprus dan orang Kirene yang tiba di Antiokhia. Pasal 13:1 – “Pada waktu itu dalam jemaat di Antiokhia ada beberapa nabi dan pengajar yaitu Barnabas dan Simeon yang disebut Niger, dan Lukius, orang Kirene.” Apa yang menjadi pembelajaran dari pelayanan orang-orang ini? Teraniaya di Yerusalem, melayani di Antiokhia, bahkan mereka memberitakan Injil kepada orang-orang yang berbahasa Yunani. Kekristenan perlu memiliki daya juang untuk menjangkau. Isi pemberitaan mereka adalah Yesus adalah Tuhan. ❸ Hidup di dalam pemeliharaan Tuhan (ay. 21). Buah dari kegigihan orang percaya mula-mula dalam memberitakan Injil adalah ayat 21 – “Dan tangan Tuhan menyertai mereka dan sejumlah besar orang menjadi percaya dan berbalik kepada Tuhan.” Menurut Rutherford: “Tidak cukup kalau anda percaya. Anda harus mempertunjukkan iman anda melalui perbuatan-perbuatan baik dan doa-doa dan penyembahan kepada Allah”. Hanya Tuhan saja yang membuat hati orang bertobat dan berubah serta menerima Injil. Kita lihat Keluaran 4:21 – “Tetapi Aku akan mengeraskan hatinya, sehingga ia tidak membiarkan bangsa itu pergi” dan Yehezkiel 36:26 – “Kamu akan Kuberikan hati yang baru, dan roh yang baru di dalam batinmu dan Aku akan menjauhkan dari tubuhmu hati yang keras dan Kuberikan kepadamu hati yang taat.” Dari kedua ayat ini, kita memperhatikan betapa nyata kuasa Tuhan dalam kehidupan seseorang. Hanya kuasa Tuhan yang dapat mengubah hati seseorang. Karena itu, sangat penting ditulis di ayat ini bahwa “Tangan Tuhan menyertai mereka.” Yang membuat pelayanan dan penginjilan mereka berhasil adalah Tangan Tuhan yang ajaib. Jika Tuhan memberi kesempatan bagi kita mendengar firman Tuhan saat ini, mungkin kesempatan ini dari Tuhan agar dapat mengubah hati kita.

Kesimpulannya, Kristen adalah menjadi murid Kristus. Langkah pertama memahami makna kekristenan adalah pertobatan dan mencintai kebenaran-Nya. Setelah menjadi murid Kristus, kita tidak dapat berdiam diri melainkan digerakkan oleh kehendak Tuhan untuk memuliakan Allah dan membawa berita Injil ini kepada banyak orang. Lalu sudahkah kita menjadi Kristen?