Pengkhotbah

Perikop
Yohanes 4:34

Ringkasan Khotbah

Tuhan Yesus mencontohkan bagaimana pentingnya kita untuk bekerja secara terus menerus dan berkelanjutan. Misi dari Kristus itu sendiri adalah mencari yang terhilang dengan cara:

  1. mendorong para murid-muridNya
  2. membimbing para murid-muridNya untuk terus belajar bertekad seperti Dia

Yesus pernah bersukacita (baca: gembira dalam Roh Kudus) dalam pelayanannya, ketika mendengar laporan ketujuh puluh murid yang diutus bahwa setan-setan takut kepada mereka (Luk 10:17-24). Makanan Yesus adalah melakukan kehendak Allah yang mengutus Dia yaitu memberitakan Firman Tuhan. Pekerjaan yang Tuhan mau adalah pekerjaan yang berkualitas dan berkenan di hati Bapa. Tuhan ingin mengajar para murid bahwa pelayanan mereka bukan untuk memuaskan keinginan mereka semata. Contoh dalam kehidupan pelayanan kita saat ini, tidak tertutup kemungkinan ada orang-orang yang memiliki kemampuan dan hobby di bidang musik, namun di saat mereka melayani bukan Tuhan yang mereka layani melainkan keinginan atau hasrat pribadi sendiri. Yoh 5:30 ”Aku tidak dapat berbuat apa-apa dari diri-Ku sendiri; Aku menghakimi sesuai dengan apa yang Aku dengar, dan penghakiman-Ku adil, sebab Aku tidak menuruti kehendak-Ku sendiri, melainkan kehendak Dia yang mengutus Aku.”

Dua buah fakta yang mendukung hal di atas yaitu:

  1. Yohanes 4:35: Tuaian yang telah menguning
  2. Matius 9:37: Kebutuhan jiwa yang menantikan-Nya

Atas dasar 2 fakta tersebut maka Yesus melakukan kehendak Allah. Saat murid-murid menyarankan supaya Yesus segera makan, tetapi Yesus menolak karena Yesus mempunyai prioritas bahwa melakukan kehendak Allah lebih penting daripada makanan. Yesus sendiri sedang memproklamirkan bahwa pekerjaan Allah dan Yesus adalah sama.

Calvin Miller mengatakan ”bersatunya 2 kehendak dalam sebuah hasrat”, melihat bahwa pekerjaan Allah bukan menonjolkan keakuan dan menikmati kehendak Allah dalam diri kita. Sebagai sebuah contoh, dalam televisi Jepang ada sebuah acara TV untuk anak-anak tentang pythagoras, sebuah benda bergerak dan bertemu dengan benda lain sehingga benda tersebut menggerakkan benda ke-2 dan seterusnya hingga benda terakhir, dan ini terus berlanjut hingga finish atau tujuan terakhir. Kita bisa ambil pelajaran rohani dari acara televisi tersebut sebagai sebuah misi rohani yang dimiliki oleh seorang pengikut Kristus yang secara berkesinambungan dilanjutkan oleh orang beriman selanjutnya tanpa terputus hingga misi tersebut tertuntaskan dan sampai kepada tujuan.

Yohanes 17:4 ”Aku telah mempermuliakan Engkau di bumi dengan jalan menyelesaikan pekerjaan yang Engkau berikan kepada-Ku untuk melakukannya.”; kita mau belajar dari Tuhan Yesus bahwa Ia telah melakukan segala pekerjaan-Nya hingga selesai dan bukan hanya berhenti di tengah jalan. Dalam Matius 11:29 ”Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan.”; kita dapat pahami bahwa di dalam diri-Nya ada kuasa dan otoritas, sekalipun Ia berkuasa, Ia mempertahankan sikap rendah hati.

Rendah hati dalam bahasa Yunani ”tapeinos” diartikan sebagai ”ramah” (2 Kor 10:1) dan ”rendah” (Yak 1:9). 1 Sam 18 bercerita tentang persahabatan Daud dengan Yonatan dan bagaimana Yonatan adalah pribadi yang memiliki keramahan, ia ramah menyambut Daud yang sebenarnya membahayakan posisi Yonatan sebagai anak Saul, tetapi Yonatan sadar bahwa Tuhan punya kehendak berbeda yaitu bahwa Daud adalah orang pilihan Tuhan untuk menggantikan Saul sebagai raja, sehingga Yonatan dengan rendah hati menerima kondisi ini.

Dalam Yohanes 4:34 ini, sekali lagi Tuhan Yesus ingin menggambarkan bahwa Ia mencintai pekerjaan-Nya. Ia menggunakan ilustrasi bahwa pelayanan adalah sebuah makanan, makanan menjadi sebuah kebutuhan primer, dan bagi Yesus pekerjaan dari Bapa adalah sebuah makanan yang selalu Dia butuhkan.

Yoh 19:30 bdk. Yoh 17:4, tentang perkataan Yesus di atas salib ”sudah selesai” menunjukkan bahwa segala pekerjaan Allah telah selesai dilakukan-Nya, sehingga kita perlu juga punya target untuk menyelesaikan segala tugas dan kehendak Allah dalam diri kita.