Pengkhotbah

Perikop
Lukas 19:11-27

Ringkasan Khotbah

Cara kita menjalani tahun ini menentukan kebahagiaan kita di tahun ini. Kita perlu menjalaninya menurut petunjuk firman Tuhan. Firman Tuhan hari ini mengajar melalui perumpamaan tentang uang mina, yaitu tentang bangsawan yang pergi jauh untuk dinobatkan menjadi raja dimana bangsawan tersebut memberi tugas kepada para hambanya untuk berdagang dengan uang mina yang diberikan.

Bangsawan yang dinobatkan menjadi raja melambangkan Tuhan Yesus. Tuhan Yesus datang pertama kali ke dunia sebagai bayi kecil dalam palungan. Setelah Tuhan Yesus mati disalib, bangkit dan menampakkan diri selama 40 hari, Tuhan Yesus naik ke surga. Dia akan datang kembali ke dunia untuk kedua kalinya, bukan sebagai bayi yang kecil yang tidak dapat berbuat apa-apa tetapi sebagai Raja segala raja, Raja yang besar, mulia dan berkuasa (Wahyu 1:5).

Ada orang-orang yang walaupun tahu akan hal ini tidak mau menerima Tuhan Yesus sebagai Raja dan mereka akan binasa (Lukas 19:27) seperti yang tertulis dalam Yohanes 3:16: siapa yang percaya tidak binasa melainkan beroleh hidup yang kekal, artinya yang tidak percaya akan binasa. Dari sisi kuasa, anugerah keselamatan Allah tidak terbatas, sanggup menyelamatkan semua orang, mengampuni semua dosa, menyucikan segala kejahatan. Tetapi dari sisi waktu menerima, ada batasnya, yaitu sebelum kita meninggal atau sebelum Tuhan Yesus datang kedua kalinya.

Kita perlu mengawali tahun ini dengan menyadari kondisi akhir ini, yaitu apakah saat kita meninggal atau saat Tuhan Yesus datang kedua kalinya kita sudah menerima Tuhan Yesus sebagai Raja dalam hidup kita. Menerima Tuhan Yesus sebagai Raja artinya melakukan setiap yang diperintahkan-Nya, baik untuk bertobat (Matius 4:17), mencari dahulu kerajaan Allah dan kebenarannya (Matius 6:33) ataupun perintah-perintah lainnya.

Para hamba yang diberikan uang mina diminta pertanggungjawaban atas hasil yang diperoleh mereka. Uang mina menggambarkan tugas yang berkaitan dengan pemberian yang sama terhadap orang percaya. Salah satu contohnya yaitu Alkitab yang diberikan kepada setiap orang percaya. Kita semua punya tugas sama untuk membaca, merenungkan dan melaksanakannya. Dan ini semua tidak boleh dilakukan terpisah, harus semuanya dilakukan. Kita perlu membaca Alkitab karena Tuhan Yesus tidak senang dengan orang-orang yang tidak membacanya (Matius 12:5, Matius 21:42, Markus 12:26).

Ketika Tuhan Yesus datang kedua kalinya apakah yang akan kita jawab kepada Tuhan mengenai tugas kita membaca Alkitab ini? Apakah kita akan menjawab seperti hamba yang pertama atau kedua yang menghasilkan 10 atau 5 mina dari 1 mina yang sudah diberikan atau seperti hamba yang ketiga yang tidak setia yang malah menyimpan mina yang diberikan dan tidak menggunakannya?

Ketika kita ingin mencapai sesuatu target seperti membeli mobil, dsb, kita membuat perencanaan dan menabung. Seperti itu juga kalau kita ingin menyelesaikan membaca Alkitab dalam satu tahun maka kita membuat perencanaan baik dengan membaca 3-4 pasal setiap hari. Hal ini tidak mudah tetapi kita perlu mencoba berbagai cara dan mencari cara paling cocok untuk diri kita. Mari kita memulai tahun ini secara luar biasa agar tahun ini menjadi tahun yang luar biasa. Kita mulai dengan memikirkan kondisi akhir, pertanggungjawaban seperti apa yang ingin kita berikan kepada Tuhan di saat terakhir nanti?

(CS/12/10)