Pengkhotbah

Perikop

Ringkasan Khotbah

Visi dan misi Tuhan Yesus untuk gereja ‘karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini’ (Yoh 3:16), yakni manusia berdosa. Misi tanpa belas kasihan tidak akan pernah terwujud sebab hati Bapa adalah hati yang penuh belas kasihan. Misi berarti belas kasihan Tuhan dirasakan oleh semua manusia.

  1. Memahami hati Bapa yang penuh Belas Kasihan.
    Hati Yesus tergerak oleh belas kasihan (Matius 9:35-37) tapi bukan secara lahiriah atau kebutuhan fisik melainkan jiwa manusia sebab mereka sedang antri menuju kebinasaan yang kekal. Sebagai orang yang telah dipanggil dan diselamatkan maka kita harus berkata ‘Tuhan aku berhutang jiwa dan memberitakan Injil adalah keharusan bagiku’ (1 Korintus 9:16).Orang Kristen seharusnya menjadi berkat dan terang yang membawa kasih Yesus kepada orang yang membutuhkan belas kasihan. Namun terlebih dulu kita harus mengampuni mereka sebab nilai terbesar kekuatan dalam pemberitaan injil kepada yang belum percaya adalah hati yang mengampuni. Kalau kasih Tuhan ada dalam hidup pasti ada pengampunan dan kita dapat berkata ‘Tuhan, kami mau mengasihi mereka’.
    Pelayanan Yesus tidak melihat jumlah yang banyak tetapi hanya satu pun diperhatikan (Lukas 15:1-7). Pikiran dan sikap Bapa tidaklah memandang sebelah mata atau mengucilkan atau merendahkan orang berdosa (Yohanes 4:4). Misi itu sangat sederhana yaitu milikilah hati yang penuh belas kasihan dan misi tidaklah sibuk dengan masalah financial, strategi, banyaknya persiapan dan pengetahuan, sebab semua itu adalah sarana tapi bukan tujuan. Apabila sarana menjadi tujuan, maka gereja sudah melupakan panggilan yang sesungguhnya yaitu menyatakan belas kasihan Tuhan.

  2. Memiliki hati Bapa yaitu Kasih.
    Dunia membutuhkan sentuhan kasih sayang dari gereja Tuhan sebab tanpa kasih maka semua yang dikerjakan adalah sia sia. Kita harus meminta jiwa pada Tuhan sebab itulah tujuan gereja: ‘selamatkan jiwa berapapun harganya’. Jadi milikilah kasih yang hangat dan menyala-nyala disaat sedang berdiri, berjalan dan duduk biarlah belas kasihan itu dinyatakan.Gereja seharusnya tidak tinggal diam di dalam, ketika Yesus Kristus menjadi pusat segala kegiatan pelayanan, maka tujuan gereja haruslah bergerak keluar untuk menjadi terang bagi bangsa bangsa (gbr. Program gereja alkitabiah).

Hidup kita harus menjadi berkat bagi dunia, Tuhan mau hidup kita berbuah yaitu buah yang kekal. Kita harus siap menjadi pekerja, jangan sampai hati kita menyimpang dari hati Bapa (Lukas 8:26-39). ‘’Tuhan, aku ini pekerja-Mu, aku mau berada ditengah-tengah yang terhilang’

(FW)