Ringkasan Khotbah

Latar belakang dari pada perikop Kisah Para Rasul 26 adalah pertemuan Paulus dengan pribadi Allah. Paulus bertemu dengan Yesus dalam perjalanan ke Damsyik. Pertemuan ini mempengaruhi seluruh hidup Paulus. Pertemuan Paulus dengan Tuhan ini bisa kita bandingkan dengan pertemuan Musa dengan Allah, di mana pertemuan itu mengubah seluruh hidup Musa untuk bisa dipakai Allah dengan luar biasa. Apa ciri-ciri pelayanan Paulus sebagai hasil pengaruh pertemuan Paulus dengan Tuhan Yesus?

  • Paulus memberitakan Injil dengan berani. Dalam Kis 26, Paulus saat itu sedang membuat argumen apologetika dengan orang-orang dalam pemerintahan Romawi, dan argumen Paulus itu mengguncangkan mereka. Paulus sedang mengalami suatu pengadilan, dan di situ Paulus dituntut untuk mempertanggungjawabkan imannya. Paulus mempertaruhkan nyawanya bersaksi di hadapan pemimpin-pemimpin Romawi.
  • Paulus memberitakan Injil tanpa pandang bulu. Paulus mengatakan bahwa dalam hidup pelayanannya ia sudah bersaksi kepada orang-orang besar maupun orang-orang kecil. Paulus tidak pandang bulu, ia mengabarkan injil baik kepada orang yg terpelajar maupun tidak, orang kaya maupun miskin, orang yang berkuasa maupun tidak.
  • Paulus bersaksi tanpa kompromi. Paulus menceritakan pribadi Yesus secara terang-terangan, tanpa sembunyi-sembunyi. Ini adalah hasil kerja Roh Kudus dalam diri Paulus.
  • Paulus melayani tanpa ragu. Paulus tidak pernah ragu karena ia mengerti arti paskah. Paulus berusaha untuk membangun kerajaan Allah. Ada gerakan untuk membangun ‘kerajaan Allah’ di Yerusalem, tapi itu bukanlah kerajaan Allah yang kita percayai. Kerajaan yang kita percaya memiliki raja yang adalah Raja di atas segala raja yaitu Kristus. Kerajaan Allah melampaui batas-batas geografis dan tidak terbatas hanya kepada Israel saja. Kerajaan ini tampak melalui sisi-sisi pekerjaan sang Raja:
    1. kemahakuasaan,
    2. hikmat dan
    3. kebaikan.
  • Paulus mengarahkan diri kepada tujuan. Paulus tidak mengindahkan masa lalu nya yang penuh kegelapan. Akan tetapi ia mengarahkan diri ke depan kepada lomba yang ada di depannya, dan kepada tujuan yang ada di akhir pelayanannya.
  • Paulus melakukan pekerjaannya dengan tuntas. Kristus tidak pernah setengah-setengah mengerjakan tugasNya, bahkan sampai mati di kayu salib. Meskipun Paulus mengalami banyak kesulitan seperti digigit ular berbisa, mengalami karam kapal, dipenjarakan, dicambuk dsb, Paulus sebagai murid Kristus mengikuti teladan Kristus melayani sampai akhir dengan setia.

Cepat lambat kita pun akan ditantang untuk mempertanggungjawabkan iman kita. Kalau kita mau bangkit dan menyatakan kerajaan Allah ada resiko yang harus kita ambil. Janganlah kita menahan pekerjaan Roh Kudus dalam diri kita. Saat Roh Kudus menggerakan kita untuk bersaksi jangan kita padamkan. Bangkit berarti tidak bermalas-malasan. Nyatakan berarti ada tindakan nyata. Kalau kita tidak menyatakan Kerajaan Allah apakah benar kita ini orang-orang yang sudah percaya kepada Yesus?

Sebelum kita bangkit menyatakan kerajaan Allah kita perlu mengalami perubahan tujuan hidup, karakter, paradigma. Teolog D. A. Carson berkata bahwa “Knowing God is to be transformed” (Pengenalan akan Tuhan berarti diubahkan). Orang-orang seperti inilah yang dipersiapkan Tuhan untuk dipakai bersaksi. Perubahan yang mengarah kepada Kristus, bukan kepada pribadi kita sendiri. Seperti Paulus, dulu ia membinasakan manusia, tapi sekarang Paulus membawa manusia ke hidup yang kekal.

Kerajaan Allah bukan hanya untuk kita nikmati. Setelah kita mengalaminya kita perlu beritakan kepada orang-orang sekitar kita. Kita yang sudah mengalami pertemuan dengan Tuhan secara pribadi, yang sudah mengerti arti Paskah, biarlah kita bisa bangkit dan menyatakan Kerajaan Allah.