Pengkhotbah

Perikop
Roma 16:1-27

Ringkasan Khotbah

(I) Roma 16:1-16: Bagian firman Tuhan ini merupakan surat terakhir dari Paulus kepada jemaat di Roma. Sebagaimana alkitab menuliskan tentang siapa Paulus, ia tidak sempurna tetapi ada kehebatan yang Tuhan berikan kepadanya. Paulus memiliki kewarganegaraan Roma walaupun dia bangsa Yahudi, dia juga bisa beberapa bahasa dan memiliki ketaatan beragama sehingga dia dipakai dalam pelayanannya secara luar biasa.

Dari bagian ini ada 23 kali kata “salam” dari Paulus kepada jemaat di Roma dan nama-nama yang dicatat Paulus rata-rata adalah wanita. Paulus mengangkat derajat wanita dan hamba, dan menunjukkan bahwa semuanya adalah berharga di mata Tuhan. Yang tertulis dalam alkitab walaupun ditulis oleh manusia tetapi semuanya adalah kehendak Tuhan. Alkitab adalah Firman Tuhan, ini berbeda dengan doktrin liberal. “Salam” di ayat 1-16 bukan hanya sekedar salam tetapi juga menunjukkan dan memperkenalkan supaya sebagaimana anak-anak Tuhan dapat saling mengenal lebih dekat dan akrab lagi dan saling memperhatikan satu sama lain dalam satu kasih sehingga dapat sehati, sepikir dan sejalan di dalam pengenalan akan Kristus Yesus. Ayat 16a: “Bersalam-salamlah kamu dengan cium kudus” mengungkapkan kasih yang sangat dalam di antara orang-orang kudus, orang-orang yang melayani Tuhan, orang-orang percaya.

(II) Roma 16:17-24: Di bagian ini dituliskan peringatan yang cukup keras untuk berhati-hati dan waspada terhadap orang-orang yang mengajar hal-hal yang seolah-olah benar tetapi sebenarnya sesat dan hanya mementingkan diri sendiri, muluk-muluk, bermulut manis (ayat 17-18). Paulus dengan keras mengingatkan mereka untuk menghindari orang-orang tersebut. Ayat 19b: “Tetapi aku ingin supaya kamu bijaksana terhadap apa yang baik, dan bersih terhadap apa yang jahat.” “Bersih” sama dengan “polos” atau “bodoh”. Yang perlu kita ingat yaitu “pandai berbuat baik, bodoh berbuat jahat.”

(III) Roma 16:25-27: Segala kemuliaan bagi Allah. Paulus menutup bagian ini dengan menuliskan dan juga mengingatkan bahwa segala kemuliaan hanya bagi Allah saja yang telah memampukan dia dalam pemberitaan Injil dan pelayanannya.

(AS/03/10)