Pengkhotbah

Perikop
Kejadian 32:1-32

Ringkasan Khotbah

Pengalaman Yakub di Pniel menunjukkan bagaimana seseorang yang telah mengenal Tuhan tapi kemudian mengalami pertobatan dan dapat menjadi penyembah yang benar.

  1. Yakub mengalami pembaharuan iman dalam keadaan tinggal sendirian (Kej 32:24). Hal ini menunjukkan bahwa pertobatan adalah sesuatu yang bersifat pribadi. Di masa kini, manusia sangat sulit untuk memiliki keadaan sendiri, terhindar dari gangguan dunia dan lingkungan sekitar. Padahal untuk bertemu Tuhan, manusia perlu mengalami waktu seorang diri. Yakub sangat ketakutan (Kej 32:7) ketika akan bertemu Esau, kakak yang pernah di tipunya. Yakub kemudian berupaya mengatur banyak persembahan/hadiah untuk berdamai dengan Esau, tapi Yakub tidak mengalami rasa damai (Kej 32:20).
    Ketika sedang mengalami masalah, manusia akan melakukan segala upaya tapi belum tentu hal itu dapat mendatangkan ketenangan. Saat manusia harus sendirian bergumul dengan masalah maka saat itulah Tuhan mendatangi manusia. Jadi ketika kita telah terlepas dari kesibukan dunia dan dalam keadaan seorang diri di hadapan-Nya, maka Tuhan pun datang dan berbicara kepada kita (Kej 32:30).
  2. Yakub bergumul dengan Malaikat yang adalah Tuhan itu sendiri (Hosea 12:4-6) dan hal ini menunjukkan bahwa pertemuan dengan Tuhan adalah pengalaman pribadi. Ketika Yakub mengalami pergumulan dengan masa lalunya, dan dalam keadaan sendirian, tidak mampu, maka Tuhan Allah mendatangi Yakub. Hakekat Injil adalah Allah datang kepada manusia, jadi Tuhan datang melalui pergumulan yang kita alami. Sebelum bertemu dan bergumul dengan Tuhan, Yakub sangat takut dengan masa depan dan kehidupan keluarganya, namun setelah bergumul sendirian dengan Tuhan maka Yakub mengalami perubahan sikap (Kej 33:3).
  3. Pengalaman bertemu Tuhan kemudian membuat Yakub berubah dari rasa takut menjadi berani menghadapi Esau. Perubahan karakter dan sikap Yakub kemudian membuat sikap Esau pun berubah. Hal ini berarti bahwa hubungan manusia dengan Tuhan selalu membawa perubahan dalam diri pribadi dan kemudian membawa perubahan dalam hubungan manusia dengan sesama. Tanpa Tuhan, manusia tidak bisa mengalami perubahan, tetapi
    dalam Tuhan manusia bisa diubahkan. Setelah pengalaman bertemu Tuhan, Yakub kemudian membuat mezbah untuk Tuhan (Kej 35:6-7,9) dan menjadi penyembah yang benar (Kej 33:18-20).

(FW/03/09)