Pengkhotbah

Perikop
1 Yohanes 1:1-10

Ringkasan Khotbah

Tema tahun ini adalah Dipenuhi Kasih dan Anugerah-Nya (1 Petrus 5:10), melalui tema tersebut mari kita perhatikan 1 Yohanes 1 yang ditulis oleh Rasul Yohanes pada tahun 90 SM yang ditujukan kepada orang-orang Kristen yang pada saat itu sedang menghadapi pengajaran sesat yang cukup kuat. Ayat 1, Dasar Injil dan kepastian keselamatan Injil bukanlah ajaran manusia, agama atau filsafat, melainkan yang ada dari semula yaitu dari Allah yang menciptakan semesta alam. Kita perhatikan Yohanes 1:1-3 Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.”, Injil itu dari Allah sang pencipta alam semesta yang mengutus anak-Nya menjadi manusia. Injil bukanlah ciptaan manusia, melainkan dari Allah sendiri yang ada dari sejak semula. Rasul Yohanes merupakan salah satu pribadi yang secara langsung mendengar tentang Mesias yang telah diberitakan sebelumnya dalam perjanjian lama dan menjadi pribadi yang sangat dekat dengan Mesias.

Yohanes sering memakai istilah khusus contohnya: Firman Hidup, Roti Hidup, Air Hidup yang mengartikan Yesus itu sendiri yang adalah Firman, Roti dan Air Hidup yang dimaksudkan sebagai sesuatu yang kekal. Mesias adalah Firman yang hidup, yang memberi hidup yang kekal. Yohanes menekankan bahwa Mesiaslah yang memberikan hidup yang kekal. Ayat 2, Kami beritakan kepadamu juga tentang Mesias yang adalah Firman yang memberi hidup yang kekal, Yohanes telah melihatnya dan bersaksi serta memberitakannya. Ayat 3, Yesus diberitakan agar kita memiliki persekutuan yang indah. Istilah persekutuan dalam Firman Tuhan banyak digunakan, antara lain dalam arti Koinonia, sama-sama memiliki hidup yang kekal. Jadi memiliki Bapa, Kristus secara bersama-sama. Ayat 4, Sukacita yang sempurna, KJV: full, berarti penuh atau sempurna. Masing-masing memiliki sukacita yang penuh, sukacita ini berbeda dengan yang ditawarkan oleh dunia yang hanya sementara. Banyak orang dunia yang merasa cukup dengan sukacita sementara yang mereka miliki, contohnya: harga, kendaraan dll. Lalu sukacita seperti apa yang kita miliki? Kita perlu memiliki sukacita karena adanya koinonia, adanya kebersamaan dengan saudara seiman saat beribadah bersama setiap minggunya. Ayat 5, “Allah adalah terang, dan di dalam Dia sama sekali tidak ada kegelapan.” Terang menggambarkan adanya sang pencipta yaitu Allah itu sendiri yang telah menciptakan terang. Terang adalah sumber bagi segala makhluk. Makhluk hidup tidak dapat hidup tanpa adanya terang. Namun bukan terang yang menciptakan makhluk hidup. Terang dalam Alkitab memiliki pengertian sumber segala makhluk, sumber segala hikmat dan pengetahuan, membagi, membedakan sesuatu yang baik/benar dengan yang tidak benar. Sehingga orang Kristen yang tinggal dalam Allah (terang itu) dapat hidup dengan melakukan apa yang benar. Terang memiliki arti yang jelas tentang pencipta semesta alam yang adalah Allah itu sendiri. Roh Kudus membukakan mata rohani manusia untuk melihatnya dengan jelas.

Manusia perlu memiliki terang itu, agar hidupnya memiliki kejelasan. Ada kalanya segala sesuatu menjadi kurang jelas karena terang itu ada di belakang manusia, hal-hal seperti ini terjadi pada manusia-manusia yang tidak mengenal Allah. Membandingkan dengan ajaran Gnostik, ajaran ini mengakui tidak adanya terang, tidak mengenal adanya dosa. Ayat 6-7, Tidak hidup dalam kegelapan, melainkan hidup dalam terang. Bapa yang adalah terang tidak dapat hidup di dalam gelap. Ayat 8, Jika kita berkata kita tidak ada dosa (hamartian – bersifat tunggal), maka kita menipu diri kita sendiri dan kebenaran tidak ada di dalam kita. Menurut Firman Tuhan manusia diciptakan pada dasarnya tidak ada dosa atau baik, tetapi dosa itu (hamartian) masuk dan merusak kehidupan manusia (Adam dan Hawa). Ayat 9, Jika kita mengaku dosa kita (terjemahan aslinya bersifat majemuk/hamartians), maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan. Maka orang yang sudah mengaku dosa dapat menerima pengampunan (Homolokeo=menyetujui, mengakui, menyatakan). Biarlah kita yang adalah anak-anak Allah yang telah menerima pengampunan oleh karena kasih karunia Allah, mau terus menyatakan bahwa Tuhanlah Firman yang hidup.