Ringkasan Khotbah

Kita sekarang berada di tahun setelah Masehi. Tahun-tahun sebelum Masehi disebut juga dengan BC (Before Christ). Apabila ditelusuri ke belakang, kita akan bertemu dengan tokoh Yesus. Mungkin di antara kita sudah ada yang mengenal Kristus, namun banyak juga yang belum mengenal Kristus, seperti mayoritas orang Jepang. Orang Jepang merayakan Natal tanpa ada kehadiran tokoh Yesus di dalamnya. Orang-orang Jepang mengidentikkan Natal dengan kue, pohon Natal, Santa Klaus, illumination, dsb.

Tokyo terlihat begitu indah dengan illumination Natal, namun di balik gemerlapnya kota Tokyo banyak kekotoran di dalam hati manusianya. Ijime (bullying) begitu banyak terjadi Jepang, di sekolah dasar, hingga di panti jompo, yang bahkan mengakibatkan terjadinya pembunuhan. Sebenarnya hati manusia begitu kotor, ibarat kotornya kandang tempat Yesus lahir. Allah begitu mengasihi manusia berdosa sehingga Yesus datang ke dunia yang penuh kekotoran ini untuk menyelamatkan orang berdosa.

Di kayu salib Tuhan Yesus berteriak: “Allahku Allahku, mengapa Engkau meninggalkan Aku? Allah seharusnya menghukum kita orang berdosa, namun Allah menimpakan hukuman itu kepada Tuhan Yesus. Teriakan Tuhan Yesus menggambarkan terpisahnya orang-orang berdosa dari Allah.

Pernahkan kita bertanya: “Apakah Allah sudah tahu bahwa Yesus akan lahir di kandang domba dan mati di kayu salib?” Allah sudah tahu, seperti yang dinubuatkan oleh para nabi di Perjanjian Lama. Coba Anda bayangkan apabila Anda mempunyai seorang anak dan Anda sudah tahu bahwa pada hari itu anak Anda akan ditabrak oleh truk karena bermain di jalan raya. Bagaimanapun anak Anda mendesak Anda untuk mengizinkan dia bermain di jalan raya, tentu Anda tidak akan mengizinkannya, bukan?

Allah sudah tahu apa yang dialami oleh Yesus namun karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, Ia telah mengaruniakan Yesus Kristus supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa melainkan beroleh hidup yang kekal (Yohanes 3:16).

Itulah isi hati Allah. Allah menimpakan hukuman kepada Yesus sebagai ganti kita orang berdosa, Allah tidak ingin menghancurkan orang berdosa, Allah sangat mengasihi orang berdosa dan ingin menyelamatkan orang berdosa dengan mengutus Yesus Kristus agar orang-orang berdosa itu dapat memperoleh hidup kekal.

Sudahkan kita mengizinkan Yesus masuk ke dalam hati kita yang kotor? Kemuliaan bagi Allah Tritunggal

(MS/12/10)