Pengkhotbah

Perikop
Roma 8:1-17

Ringkasan Khotbah

Kerajaan Allah tidak dapat dipisahkan dari berdirinya kehendak Allah di mana Kristus menjadi pemimpin kerajaan tersebut. Hal yang mustahil ketika kerajaan Allah dicampuradukkan dengan pola hidup duniawi. Itulah sebabnya Paulus berkata bahwa jika orang tidak memiliki Roh Kristus, ia bukan milik Kristus (ay 9). Artinya milik Kristus adalah setiap orang yang telah menerima Kristus. John Stott menjawab pertanyaan “Mengapa aku seorang Kristen?” dengan beberapa alasan sebagai berikut.

  1. Karena Kristus yang lebih dahulu mengasihi, mencari, dan menarik dirinya;
  2. Kristen itu tidak hanya baik, tetapi juga benar. Kristus yang benar, tidak berdosa, mati membenarkan orang berdosa sehingga kita yang beriman kepada-Nya pasti diselamatkan;
  3. Karena keselamatan adalah hadiah yang bebas dan mutlak, yang tidak layak kita terima. Lalu bagaimana cara kita menerima keselamatan itu? Mengaku dengan mulut bahwa Yesus adalah Tuhan dan percaya di dalam hati bahwa Allah sudah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kita akan diselamatkan (Roma 10:9-10).

Hidup baru ini berbicara mengenai perubahan hidup yang dialami seseorang yang percaya kepada Kristus sebagaimana Yesus berkata kita harus dilahirkan kembali (Yoh 3:7) Artinya: Allah memperanakkan kita dari atas. Roh Kudus memperbaharui kehidupan orang-orang percaya kepada Yesus Kristus. Paulus menjelaskan berbagai hal tentang lahir baru melalui teks ini. Lahir baru berarti seseorang berada di dalam Kristus (ayat 1). Bagaimana orang yang hidup baru ini?

  1. Dimerdekakan dari dosa (ay 2). Ayat ini sebenarnya menjelaskan bahwa dosa itu memiliki kekuatan. Ia dapat menguasai kehendak seseorang. mengendalikan kehidupan orang yang ada di dalam pengaruhnya. Dosa itu bersifat aktif. Dosa bisa memperbudak seseorang. Seperti kata Yesus, setiap orang yang berbuat dosa, adalah hamba dosa (Yoh 8:34) dan juga tertulis dalam Roma 6:6.
  2. Hidup menurut Roh (ay 5). Ini adalah buah dari hidup yang telah menerima Kristus. Buah yang nyata ialah ia tidak lagi memanjakan keinginan dagingnya. Ia belajar untuk tunduk kepada tuntunan Roh Kudus. Perilakunya, pikiran dan perasaannya akan dituntun oleh Roh Kudus. Orang ini akan bersandar kepada hikmat Tuhan. Ia tidak memelihara tabiat lama yang melawan kehendak Allah. Karena esensi internal dari penyembahan adalah menghargai Allah sebagai Pribadi yang sangat berharga melebihi segala sesuatu. Apapun yang kita anggap sebagai sesuatu yang menyenangkan, kita akan belajar memahami sejauh mana hal tsb dapat menyenangkan hati Allah.
  3. Hidup Baru: Bertemu dengan Kristus (14). Setiap orang yang telah mengalami Hidup Baru akan menjadi anak-anak Allah, dan akan bertemu dengan Allah sebagai Bapanya. Hubungan ini bersifat pribadi, tidak dapat terpisahkan. Inilah rahasia kekristenan. Kita dituntut untuk tidak sekedar beragama tetapi memiliki pengalaman pribadi bertemu dengan Allah. Apa yang terjadi saat itu?
    • penyucian. Kita akan diampuni dari segala dosa kita.
    • masuk ke dalam kerajaan Allah. Jangan berpikir bahwa semua orang Kristen sudah pasti masuk sorga. Yang menentukan adalah perjumpaan pribadi dengan Kristus ini.
    • kita akan tetap hidup sebagai pribadi yang sekarang tetapi dengan tabiat yang baru.
    • masuk dalam tahap pengudusan tiap-tiap hari. Ayat 14 menulis bahwa “Semua orang, yang dipimpin Roh Allah, adalah anak Allah.”

Hidup Baru adalah kehendak Allah untuk menjadi nyata dalam kehidupan seseorang agar terbukti bahwa seseorang itu telah menerima Kristus menjadi Tuhan atas hidupnya. Tanpa Hidup Baru, tidak mungkin ada wujud nyata pertemuan kita dengan Kristus. Hidup Baru menekankan nilai kerohanian di mana seseorang telah diubahkan dari tabiat jahat. Sekarang ia menilai hidup dari sudut pandang rohani, apakah segala tindakannya memuliakan Allah atau tidak. Sekarang kita didorong untuk menjadikan Hidup Baru sebagai bukti kekristenan kita. Berjalanlah bersama Tuhan.