Pengkhotbah

Perikop
Keluaran 16:1-21

Ringkasan Khotbah

Bangsa Israel berangkat meninggalkan Elim dan berhenti di padang gurun Sin. Rute perjalanan mereka mengikuti pimpinan TUHAN, ketika tiang awan dan tiang api terangkat dan mulai bergerak maka merekapun berangkat (16:1).

1.    Bagaimana cara TUHAN memimpin bangsa ini? Kehidupan bangsa Israel di Elim sangat nyaman dan enak sebab di sana terdapat 12 mata air dan 70 pohon kurma. Tetapi TUHAN memimpin mereka melanjutkan perjalanan, sebab Elim bukanlah tujuan akhir melainkan tempat peristirahatan sementara. Kehidupan manusia di dunia ibarat perjalanan bangsa Israel di padang gurun. Jika mendapati posisi dan kedudukan kita sudah nyaman, janganlah berpikir bahwa itu adalah tujuan akhir TUHAN bagi kita, sebaliknya kita harus tetap menggumuli apa visi dan misi yang TUHAN berikan kepada kita. Belajarlah dari bangsa Israel yang berangkat mengikuti kehendak TUHAN. Walaupun kenikmatan dan kenyamanan harus ditinggalkan karena mengikuti pimpinan TUHAN, namun kita percaya akan adanya pemeliharaan TUHAN. Yang terutama adalah ketaatan kita pada pimpinan TUHAN, seterusnya TUHAN yang atur.

2.    Mengambil keputusan untuk taat bukanlah hal yang mudah. Bangsa Israel meresponi ketidaknyamanan itu dengan bersungut-sungut. Isi keluhan mereka tidak sesuai fakta, dimana keadaan buruk di Mesir dianggap lebih baik daripada keadaan di padang gurun (ayat 2). Fakta yang baik menjadi tidak baik. Oleh karena itu kita harus waspada dengan sikap sungut-sungut. Hati-hati jika bersungut-sungut terhadap orang yang sedang melakukan kehendak TUHAN. Dan bila sedang melayani TUHAN, pastikan bahwa itu untuk TUHAN, bukan untuk kepentingan pribadi kita. Jika kita yakin bahwa hal itu ada dalam jalur TUHAN, maka jangan terpengaruh pada sungut-sungut orang lain. Bila kita sungguh-sungguh murni pada motivasi yang benar untuk TUHAN, biarlah TUHAN yang campur tangan. Gantilah kebiasaan bersungut-sungut itu dengan berseru-seru serta datang mendekat kepada TUHAN. Seperti pujian yang berkata ‘Hitunglah berkat-Nya/count your blessings’, jangan melihat hal yang negatif atau yang tidak ada, tetapi lihat yang telah ada, yang sudah dan akan TUHAN berikan, maka hati yang bersungut-sungut akan berubah menjadi bersyukur.

3.    Bagaimana TUHAN menghadapi sungut-sungut bangsa Israel? TUHAN memberikan Janji (1) dan Peraturan (2). TUHAN memberikan roti manna dan daging burung dengan cara yang unik dan ajaib, sehingga bangsa Israel bisa terlepas dari kelaparan. Cara TUHAN memelihara di luar pemikiran dan perkiraan manusia, jadi jangan pernah membatasi karya TUHAN serta jangan menggunakan hitungan manusia sebagai patokan. Tiap orang akan dipenuhi sesuai kebutuhannya, tidak berkekurangan dan tidak berkelebihan. Ibarat sebuah koin dengan dua sisi, prinsip dan pola TUHAN dalam memelihara yakni memberikan janji disertai perintah atau peraturan. Jadi jika kita mau menikmati janji TUHAN, maka kita harus ikut perintah-Nya, demikian pula sebaliknya. TUHAN akan memenuhi segala keperluan kita, jadi jangan kuatir menghadapi kehidupan di dunia ini. Seperti kehidupan di padang gurun, akan ada kehausan dan kelaparan, tetapi TUHAN tidak akan meninggalkan melainkan akan mencukupkan. TUHAN setia pada janji-Nya untuk mencukupkan kebutuhan kita.

(FW/02/10)