Pengkhotbah

Perikop
1 Samuel 6:1-21

Ringkasan Khotbah

Pencapaian tertinggi bagi setiap orang adalah kesempatan dimana ia sadar bahwa ia hidup bagi Tuhan Allah yang Maha Kudus yang bertahta dalam hidupnya, dan terus-menerus memimpin dan mengendalikan hidupnya. Sebenarnya saat itu kita kembali kepada maksud Allah menciptakan manusia yaitu agar setiap manusia hidup dalam rencana Tuhan dan memuliakan Dia.

Latar belakang bagian Firman Tuhan hari ini: 1) Umat Israel di bawah kepemimpinan Imam Eli mengalami kemunduran rohani, sehingga Tuhan murka dan tidak berkenan pada mereka; 2) Umat Israel diijinkan Tuhan untuk dikalahkan orang Filistin, dan tabut Allah bangsa Israel yang berisi hukum Allah yang melambangkan kehadiran Allah dan penyertaan Allah bagi bangsa Israel (Keluaran 25:10-22) juga dirampas. 3) Tabut Allah menghancurkan dewa Dagon orang Filistin (1 Samuel 5:2,3) menunjukkan otoritas Tuhan terhadap bangsa Filistin; 4) Penyakit borok (seperti tumor) menimpa bangsa Filistin (1 Samuel 5:6). Mereka mengalami tekanan berat karena kuasa Allah. Keberadaan tabut Allah di tangan orang Filistin diakibatkan dosa bangsa Israel. Artinya, Allah tidak main-main dengan pelanggaran dan sikap hidup tidak kudus di hadapan Allah. Kuasa Tuhan jauh melebihi dewa Dagon bangsa Filistin ataupun dewa-dewa lainnya. Kalau begitu kita sebagai orang yang percaya kepada Tuhan, mengapa kita tidak berpegang teguh dan mempercayai-Nya dengan sepenuh hati?

Kekalahan bangsa Israel menjadi pelajaran dan peringatan bagi kita bahwa Tuhan tidak membiarkan dosa bercampur dengan kekudusan-Nya (1 Samuel 2:2; Keluaran 15:11b). Karena itu marilah kita menghormati kekudusan Allah dengan melakukan firman-Nya dan tidak melanggarnya. Allah menyatakan kekudusan-Nya: 1) Melalui Anak-Nya Yesus Kristus. Ia ingin kekudusan-Nya nyata dalam kehidupan setiap orang (Kisah Rasul 3:14). Karena itulah Yesus yang suci datang untuk mencari orang yang berdosa agar mereka hidup dan mengenal kasih dan anugerah Allah (Lukas 19:10). Ini juga adalah makna Natal bahwa Allah yang suci kudus mau datang ke tengah-tengah orang berdosa agar mereka mengalami dan menerima hidup yang kekal. Allah mencari kita agar bisa melihat Bapa melalui Yesus Kristus (Yohanes 1:18). 2) Melalui gereja-Nya, satu-satunya lembaga yang dibentuk Tuhan untuk menyatakan kekudusan Allah dan memperlihatkan karya-Nya (1 Petrus 1:15,16). 3) Melalui firman-Nya, Allah menyatakan tidak pernah kompromi dengan dosa bahkan memberikan hukuman bagi yang melanggarnya.

Untuk inilah Allah memilih umat pilihan-Nya untuk membuktikan kekudusan Allah. Ia memanggil kita juga untuk menjadi saksi kekudusan-Nya. Tuhan menunjukkan keadilan-Nya, bagaimana Ia memberkati dan menunjukkan belas kasihan kepada umat pilihan-Nya dan menghukum orang yang bukan pilihan-Nya. Karena itu kita perlu berjuang agar Tuhan tetap dimuliakan. Dengan kuasa Tuhan, kita dimampukan untuk mengerjakan kehendak Tuhan tanpa harus ditegur lebih dulu (Mazmur 32:8,9). Marilah kita mengerjakannya dengan penuh sukacita dan syukur karena kita mempunyai karunia dari Tuhan.