Ringkasan Khotbah

Bacaan hari ini kita mau belajar melalui Kornelius. Kornelius bukan dari latar belakang orang Yahudi, dia masuk dalam panggilan orang-orang Kristen menurut tradisi orang Yahudi, tidak terikat dalam tradisi orang Yahudi, menyembah Allah yang benar. Semua doa dan sedekahmu telah naik kepada Allah.

Ada sebuah dorongan dari Roh Allah waktu seorang berdoa, bukan dia yang mengutamakannya, tetapi Allah yang mendorong agar makin dekat kepada Allah. Doa adalah latihan iman, hari ini kita ditambah lagi bahwa doa adalah dorongan dari Allah untuk semakin dekat kepada Allah. Maka kalau kita berdoa ingatlah bahwa Allah yang penuh kasih akan sangat disayangkan kalau kita tidak membangun persekutuan yang indah. Allah membangun dengan ketaaan. Doa dan sedekah merupakan hal yang penting dalam kehidupan seseorang. Doa adalah komitmen seseorang, wujud nyata bahwa kita mau hidup benar-benar dalam Tuhan, itulah bukti keintiman kita dengan Tuhan. Kornelius memberi sedekah bukan kepada orang-orang Romawi tapi kepada orang-orang Yahudi yang berbeda secara ras, hati Kornelius tidak terikat kepada harta benda. Kornelius sudah melakukannya, Tuhan telah meneguhkan hati Kornelius.

Ay. 4 semua doamu telah naik kehadirat Allah, sekali lagi Allah meneguhkan Kornelius. Meneguhkan = peringatan / persembahan, ini tidak bisa dilupakan Allah kepada orang yang saleh yang telah datang kepada Allah. Allah mengahargai pemberian/persembahan hati orang-orang, Allah menghargai persembahan anak-anak Allah. Doa maupun sedekah Kornelius dihargai Allah. Bahwa Kornelius bukan sekedar menjadi orang Yahudi yang baik, tetapi dia juga melihat Allah bagi orang yang disembah oleh orang Yahudi. Band. Imamat 2:2,9,16, persembahan korban sajian selalu dibawa sebagai ingat-ingatan di hadapan Tuhan. Jadi Allah memperhitungkan persembahan umat-Nya sebagai korban yang patut dihargai. Allah menghargai pemberian umat-Nya dalam perjanjian baru, kita lihat di Roma 12:1 “…supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah…”. Di Perjanjian Lama yang dilihat adalah persembahan yang berkualitas/tidak bercacat.

Persembahkan hidupmu sebagai persembahan yang hidup, kudus serta berkenan kepada Allah. Biasanya orang yang disanjung akan senang jika orang lain mengingat kebaikan kita, namun hari ini kita mau melihat bahwa Allah juga mengingat kita. Yang jadi kesalahan adalah manusia ingin dia dikenang, diingat manusia tapi tidak mau melihat Tuhan. Bpk/Ibu ingin dikenang oleh Tuhan, maka persembahkan kehidupan kita kepada Tuhan dengan sungguh-sungguh hidup bagi Tuhan. Kita dikenang oleh Tuhan, agar pada ke-2 kalinya Tuhan memanggil nama kita. Tuhan mengingat Kornelius karena ia hidup bagi Allah, Allah membawa kita dengan terus membawa Kornelius dan Petrus, antara lain: ay. 7-8, Allah melihat Kornelius melalui ketaatan, bahwa mereka mengalami persekutuan yang dekat dan intim kepada Tuhan. Relasi Kornelius adalah relasi pribadi dengan Tuhan dan ini bukan urusan yang bisa diabaikan, segera setelah malaikat itu berkata, maka Kornelius langsung merespon meskipun jarak antara Yope dan Kaisarea tidak dekat yaitu sekitar 63 mil (101 km). Ketaatan adalah wujud hal yang baik. Bpk/ibu yg dikasihi Tuhan, ketaatan perlu disertai dengan kesalehan dan semangat menggebu-gebu bukan seperti siput yang membosankan dan lamban. Ketaatan tanpa semangat kesungguhan bagaikan persembahan korban bakaran tanpa api.

Gambaran hati orang yang taat bagaikan air yang dipanaskan dan bergelora. Banyak orang Kristen berpikir bahwa dia taat tapi tidak pernah berkenan kepada Allah. Lihat kisah Elia dalam 1 Raja2 18, Allah berkenan kepada persembahan Elia dibandingkan para nabi-nabi baal, orang Kristen tanpa ketaatan sama seperti orang Kristen membawa persembahan tanpa ketaatan. Tuhan ingin bukan hanya sekedar Kristen, tanpa ketaatan sama seperti Tuhan tidak berkenan. Hari ini Tuhan membawa tentang ketaatan, kita belajar dari Kornelius yang tidak menunda-nunda permintaan.

Allah meneguhkan hati Petrus (ay. 19-20). Bahwa rasul yang terus melayani Tuhan boleh dipimpin Tuhan, bahwa mereka semua terus bergantung kepada Tuhan walaupun mereka diberikan kuasa oleh Tuhan. Melalui apakah Tuhan mengutamakan hati rasul-rasul: ❶ Melalui doa (ay. 9), kita lihat pada ay. 2 yang berdoa adalah Kornelius, sedangkan pada ay. 9 yang berdoa adalah orang-orang yang percaya kepada Kristus. Petrus mengasingkan diri untuk mendengar dan didengar oleh Allah. Petrus dalam keadaan terbatas, dia tetap mengasingkan diri untuk berdoa kepada Tuhan. Doa adalah kebutuhan kita yang sangat pending. Dalam ay. 2 di atas kita membaca Kornelius yang senantiasa berdoa. Dalam ay. 9 ini, Petrus juga berdoa. Ungkapan “naiklah Petrus ke atas rumah untuk berdoa“ (ayat 9) menjelaskan bahwa Petrus mengasingkan diri dari segala kesibukkannya, ia mau mendengar dan didengar oleh Allah. Doa berarti persekutuan dengan Tuhan secara pribadi. Jemaat yang teguh dan setia tidak bisa diabaikan dari keinginan atau kebiasaan untuk berdoa, mungkin kita sangat berat untuk berdoa, marilah kita giatkan untuk berdoa. ❷ Pernyataan Allah (ay. 10-16) bahwa para rasul terus dituntun oleh Tuhan untuk membawa kabar baik, Petrus masih kuat kepada pelayanan kepada orang-orang Yahudi. Dalam pernyataan yang dilihat oleh Kornelius, Allah menyatakan diri dan kehendaknya dengan berbagai cara. Tujuan dari hal ini adalah untuk membawa Petrus kepada rencana keselamatan Allah bagi suku bangsa non-Yahudi. Diperlihatkanlah berbagai jenis binatang haram menurut tradisi Yahudi, bahkan terjadi sampai 3 kali. Saat Petrus disuruh untuk makan binatang yang haram, saat ini Tuhan berbicara bukan kepada binatang haram, tapi tentang orang-orang diluar Yahudi yang perlu dijangkau oleh Injil. Petrus dibawa oleh Tuhan, Allah tidak bisa terikat lagi dengan tradisi Perjanjian Lama, tapi melalui Yesus telah dinyatakan Injil itu. Petrus dibawa untuk melayani orang-orang di luar Yahudi. Tuhan mempertemukan penglihatan kepada Kornelius dan Petrus. ❸ Melalui Firman Allah (ay. 20) kalau meihat ay. 17, Petrus bertanya apa arti penglihatan itu; pada ay. 19 Petrus masih berpikir. Ketika Petrus masih berpikir-pikir tentang hal tersebut, datanglah Firman Tuhan kepada Petrus bahwa semua ini dikatakan oleh firman Tuhan. Allah telah menyatakannya melalui firman Tuhan, apakah kita selalu merenungkan firman Tuhan. Apakah firman Tuhan jadi patokan kehidupan kita. Tuhan selalu memberi Firman Tuhan kepada orang yang percaya.

Allah tetap meneguhkan hati orang percaya, baik Kornelius maupun Petrus, mereka mewakili gereja dan jemaat dihadapan Allah. Satu-satunya wujud kekristenan dan status sebagai umat Allah adalah karena ketaan yang nyata di dalam diri kita. Tunjukkanlah itu didalam rumah tangga, tempat bekerja dan gereja. Sesungguhnya Allah tidak pernah membiarkan kita sendirian, ia menghendaki agar kita tunduk dan berserah kepada dia dengan penuh kesalehan dan ketaatan.