Pengkhotbah

Perikop
Nahum 2:1-13

Ringkasan Khotbah

Kita sudah membahas Nahum 1:1-15 mengenai kecemburuan Tuhan yang kudus. Karena kecemburuan-Nya, Allah tidak membiarkan umat-Nya menyembah allah lain dan tidak membiarkan bangsa lain menindas umat pilihan-Nya. Nahum diperkirakan hidup dalam zaman Raja Yosia (2 Taw 34-35) yang banyak melakukan pembaharuan rohani yang membawa bangsa Yehuda kepada pertobatan. Bangsa Yehuda yang dijajah oleh bangsa Asyur dilepaskan oleh Allah. Dari perikop hari ini kita belajar bagaimana Allah berkarya membela umat-Nya yang berpaling kepada-Nya. Ada 7 tindakan Allah untuk mempermalukan Niniwe, ibukota Kerajaan Asyur, dalam proses memulihkan Yehuda (ay 6-12).

Ayat 6: Allah membuat istana Kerajaan Asyur di Niniwe gempar (NIV: collapse = runtuh). Runtuhnya istana sebagai lambang pertahanan terakhir adalah tanda runtuhnya sebuah kerajaan. Niniwe terkenal begitu kuat dan dahsyat, tapi siapa yang sanggup bertahan apabila Allah yang bertindak melawannya? Allah memakai Kerajaan Babel dan Kerajaan Media-Persia untuk melawan Niniwe. Sebagai manusia ciptaan Allah, marilah kita senantiasa bergantung kepada Allah, bukannya melawan-Nya dengan menyombongkan diri kita.

Ayat 7: Allah mengizinkan Niniwe ditelanjangi. Permaisuri dan dayang-dayang ditafsirkan melambangkan Niniwe sebagai kota yang membanggakan keanggunan dan kecantikannya. Tetapi begitu Allah melawan Niniwe, keanggunan dan kecantikan itu tidak ada artinya. Kota yang anggun dan indah itu tidak berdaya.

Ayat 8: Allah mengizinkan Niniwe mengalami banjir besar. Niniwe berada dekat Sungai Tigris. Seorang penafsir mengatakan bahwa Niniwe dikelilingi tembok-tembok seperti bendungan agar air tidak masuk ke dalam kota. Ada juga parit-parit untuk mengalirkan air. Di ayat 8 ini disebutkan bahwa Niniwe dibanjiri oleh air sehingga menyerupai kolam. Tembok-tembok yang mereka desain ternyata jebol juga. Bukankah banyak manusia yang mencoba mencari rasa aman dengan kesuksesan duniawi? Manusia boleh saja memiliki visi dan misi, impian, dan harapan-harapan, namun apabila Tuhan tidak berkenan, maka semuanya tidak ada artinya (bandingkan Yakobus 4:13). Pendeta Richard W. Dortch berkata: “Bila mencintai visi dan mimpi lebih dari Allah, Anda akan merendahkan Allah. Karena bila semua itu telah tercapai, mudah sekali seseorang memanipulasi siapa saja termasuk Allah karena punya alasan membenarkan diri yang mampu mewujudkan mimpinya tersebut”.

Ayat 9: Allah membiarkan Niniwe dijarah. Niniwe merupakan kota yang kaya raya, berlimpah emas dan perak. Asyur menjarah Israel di zaman Raja Pekah (2Raj 15:29) dan Aram (2Raj 16:7-9). Tetapi, di ayat 9 ini kita lihat bagaimana Niniwe dijarah dan dipermalukan. Melalui sejarah kita melihat bagaimana kerajaan-kerajaan dan penguasa-penguasa yang bengis, yang tidak menghormati Tuhan, tidak dapat bertahan selama-lamanya.

Ayat 10: Allah membuat Niniwe miskin yang digambarkan dengan kata ketandusan, penandusan, dan penindasan. Akibatnya, Niniwe menjadi tawar hati, tidak ada pengharapan lagi, pasrah dengan apa yang terjadi. Lutut goyah menandakan ketakutan. Pinggang gemetar artinya tidak berdaya, sama seperti seorang wanita yang melahirkan (Yesaya 21:3). Disebutkan juga muka sekalian orang menjadi pucat pasi. Pucat pasi ini menggambarkan keadaan seperti mayat, tidak ada tanda-tanda kehidupan.

Ayat 11-12: Allah membuat Niniwe diremehkan. Kerajaan Asyur mempunyai lambang singa. Singa begitu buas, kejam, menakutkan, dan kekuatannya tidak dapat ditaklukkan. Kerajaan Asyur dulu bagaikan singa. Semua bangsa lain dihajar. Tetapi, karena tangan Tuhan sendiri yang melawan Asyur, kekuatan sang singa pun tidak ada apa-apanya.

Ayat 13: Allah menyatakan Niniwe sebagai lawannya. Allah memanggil orang-orang percaya untuk diberkati, untuk melimpahi orang-orang pilihan-Nya dengan kebaikan-Nya (Kej 12:1-12). Di ayat 13 ini disebutkan bagaimana Allah menjadi lawan Asyur. Bagi orang-orang percaya, tidak pernah Allah mengatakan menjadi lawannya. Tapi kita perlu ingat, begitu orang-orang percaya membandel, Allah akan mengambil tindakan untuk mendisplinkan mereka.

Inilah seluruh proses Allah memulihkan (Inggris: restore) Yehuda. Dalam Yesaya 5:7 disebutkan bahwa Israel adalah kebun anggur Tuhan. Anggur adalah lambang kesemarakan. Mujizat pertama Yesus adalah air menjadi anggur (Yohanes 2:1-11). Allah menegakkan kembali kebun anggurnya dengan menghancurkan Niniwe dan memulihkan Yakub. Sebagai orang Kristen, kita juga harus berperan aktif, bukan hanya berdoa dan meminta Tuhan memberkati. Apabila kita kembali ke ayat 1 dari perikop hari ini, disebutkan supaya kita mengikat pinggang teguh-teguh. Ayat 1 ini menjadi pengingat bagi kita untuk menjadi orang Kristen yang berjuang memancarkan kemuliaan Tuhan. Sambil berjuang mengikut Tuhan, mari kita mempercayakan kehidupan kita kepada Tuhan (Yesaya 26:4).