Pengkhotbah

Perikop
Yohanes 6:48-59

Ringkasan Khotbah

Berulangkali Tuhan Yesus menegaskan dalam kitab Yohanes 6 ayat 35, 48, 51, ‘Akulah Roti Hidup’ , yang mengartikan Tuhan Yesuslah yang engkau butuhkan, Tuhan Yesus sebagai kebutuhan utama manusia. Tuhan mendorong kita untuk mau meletakkan pengharapan kepadaNya dan melihat perbendaharaanNya yang melimpah yang disediakan bagi kita. Tuhan Yesus menghendaki agar kita bebas dari ikatan pemikiran manusiawi untuk memungkinkanNya bekerja leluasa dalam hidup kita.

 

Sikap pandangan orang Yahudi adalah Tuhan Yesus sebagai sumber mukjizat untuk memenuhi kebutuhan, mereka melihat pada kekurangan tetapi Tuhan melihat kepada persediaan yang berlimpah. Penafsir mengatakan mereka mencari Kristus yang lain dari Tuhan Yesus. Manusia selalu terikat dengan hal yang bersifat sementara untuk memuaskan keinginan hidupnya yang dikendalikan oleh kesenangan jasmani (ayat 27, 29) sedangkan Tuhan Yesus menginginkan supaya kita juga dikendalikan oleh nilai-nilai kehidupan kekal. Bentuk nyata dari hal yang bernilai kekal adalah menolong sesama dengan tulus, memberitakan Kabar Baik, melayani dengan segenap hati, saling berbagi dalam kebersamaan Tubuh Kristus. Ketika hidup kita dikendalikan oleh nilai-nilai kekal, ada banyak hal yang menjauh dari hidup kita seperti mementingkan diri sendiri, ketidaksabaran saat menderita, iri hati, tamak.

 

Ayat 35, ‘Akulah Roti Hidup’, setiap orang mutlak makan Roti ini. Hal yang sama Tuhan Yesus tegaskan pada Yohanes 4 ayat 13,14, ‘ Barang siapa minum air ini ia akan haus lagi’ menggambarkan kepada kebutuhan yang paling mendasar. Tuhan Yesus datang pada perempuan Samaria denga konsep air hidup dalam pengertian rohani. Minum Air Hidup menuntut persekutuan terus menerus dengan Yesus, jika kita memiliki hubungan yang intim dengan Dia lewat doa, pujian, pembacaan Firman maka dari hidup kita akan mengalir air kehidupan.

 

Ayat 40,54; Mempunyai hidup yang kekal. Tuhan Yesus menekankan manusia bekerja bukan untuk hidup didunia saja tetapi bekerja untuk kepentingan kekekalan. Ketika kita bekerja harus melakukannya dengan segenap hati seperti untuk Tuhan. Ayat 52; Bertengkar, menunjukkan ketidak percayaan. Yesus menawarkan panggilan keselamatan, hidup kekal diberikan kepada orang yang percaya.

 

Ayat 56. Ia tinggal didalam Aku dan Aku didalam dia. Semua orang berdosa. Ayat 44; Tidak ada seorangpun yang dapat datang kepadaKu jkalau ia tidak ditarik oleh Bapa yang mengutus Aku, ‘Tidak ada seorangpun dapat datang kepadaKu kalau Bapa tidak mengaruniakannya kepadanya (ayat 65). “Ditarik” dan “mengaruniakan” menunjukkan aktivitas Allah yang memanggil umatNya. Tuhan Yesus sudah memberikan jalan, Ia menawarkan diriNya sebagai “Roti Kehidupan”, mari kita membuka hati datang kepadaNya dengan segala dosa yang ada Dia akan menerima kita sebagaimana adanya.